ThesisOpen AccessMetadata saja
•
ABSTRAK Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani. ABSTRAK Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan pembelian selada hidroponik pada Toko Super Sayur Fresh 3 di Kota Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diketahui secara empiris sejauh mana masing-masing elemen bauran pemasaran memengaruhi keputusan pembelian konsumen selada hidroponik pada ritel sayuran modern tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang konsumen berdasarkan pedoman Roscoe. Karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang (78%) dan laki-laki 11 orang (22%). Berdasarkan usia, responden didominasi oleh kelompok 17–29 tahun sebanyak 22 orang (44%), diikuti usia 30–39 tahun sebanyak 14 orang (28%), dan usia >40 tahun sebanyak 14 orang (28%). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel produk, harga, tempat, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai Fhitung sebesar 2,969 dan signifikansi 0,029 (0,05). Nilai koefisien determinasi menunjukkan R² sebesar 0,209, yang berarti bahwa variabel bauran pemasaran mampu menjelaskan 20,9% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya 79,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Secara parsial, variabel produk, harga, dan tempat tidak berpengaruh signifikan, sedangkan variabel promosi berpengaruh signifikan dan menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian selada hidroponik di Toko Super Sayur Fresh 3 Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Tanaman bayam merupakan salah satu komoditas sayuran dengan tingkat permintaan yang tinggi sehingga memerlukan pengelolaan nutrisi yang optimal, khususnya pada sensor pH, (TDS), dan suhu air. Pada budidaya hidroponik, permasalahan yang sering terjadi adalah ketidak seimbangan nutrisi akibat proses pemantauan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman layu, daun menguning, serta pertumbuhan yang terhambat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem pemantauan kualitas nutrisi air yang mampu bekerja secara otomatis dan real-time untuk menjaga kestabilan kondisi nutrisi tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring kualitas nutrisi air pada tanaman bayam hidroponik berbasis IoT. Sistem ini menggunakan Mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terhubung dengan sensor pH, sensor TDS, dan sensor suhu air. Data hasil pembacaan sensor dikirim secara real-time ke platform Blynk sehingga dapat dipantau melalui perangkat smartphone maupun website. Nilai acuan kualitas nutrisi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pH ideal 5,5–6,5, TDS 700–1600 ppm, dan suhu optimal 18–25°C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dan stabil dalam memantau kualitas nutrisi air. Tingkat Akurasi sensor berdasarkan perhitungan error rate diperoleh sebesar 96,76% untuk sensor pH, 98,50% untuk sensor TDS, dan 98,12% untuk sensor suhu.Pengujian keseluruhan sistem dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama, sistem mencapai tingkat Akurasi sebesar 86,6%, dengan pH berada pada kisaran 6,36–6,60 dan nilai TDS menurun dari 1127 ppm menjadi 543 ppm, sehingga kualitas air meningkat dari kategori “buruk” menjadi “sedang” hingga “baik”. Pada hari kedua, tingkat kesesuaian sistem sebesar 73,3%, dengan pH 6,29–6,64 dan TDS menurun hingga 547 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan data secara real-time melalui aplikasi Blynk serta memberikan informasi kondisi nutrisi air secara akurat sesuai kategori ambang batas yang ditentukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK Penggunaan sistem hidroponik memungkinkan budidaya tanaman dilakukan di lahan sempit, seperti di pekarangan rumah, atap rumah, atau area lain yang terbatas. Demi keberlanjutan dan daya saing bisnis hidropononik diperlukan trategi pemasaran dengan pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan perpaduan komponen pemsaran yang terdiri dari produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan lokasi (place).Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengidentifikasi penerapan strategi bauran pemasara. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive di Hidro Farm Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Variabel yang digunakan adalah komponen bauran pemasaran yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion). Hasil penelitian menunjukan dalam terdapat empat jenis sayuran organik yang dipasarkan yaitu selada, kangkung, pakcoy dan sawi dengan menggunakan teknik NFT dalam pembudidayaannya. Harga yang diterapkan memperhatikan harga pasar dan kualitas produk yang dihasilkan. Green House Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan digunakan sebagai tempat budidaya, pengemasan dan pemasaran produk. Promosi produk lebih ditekankan pada media promosi dengan menggunakan Instagram, Facebook, broadcast WhatsApp dan Tiktok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Preferensi konsumen sangat penting untuk diketahui oleh para pelaku agribisnis, khususnya para petani hidroponik agar dapat mengetahui permintaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi konsumen dan mengidentifikasi jenis sayuran hidroponik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket kuesioner tersturktur secara daring atau online dengan menggunakan survei google form. Sebanyak 60 sampel yang mengisi kuesioner dengan menggunakan teknik non probability sampling. Data dari penelitian ini menggunakan analisis konjoin dengan bantuan statistical program for social science (SPSS). Hasil penelitian mengemukakan bahwa yang disukai oleh konsumen mengenai preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik adalah yang memiliki karakteristik fisik daun lebar/besar tidak berlubang, dan memiliki kesegaran 6 hari, dengan harga Rp. 10.000, dan memiliki warna daun yang bewarna hijau muda. Urutan preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik yang paling diprioritaskan oleh konsumen secara berturut-turut adalah fisik daun, kesegaran sayuran, harga, dan warna daun. Serta jenis dari sayuran yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah semua jenis sayuran yang terdiri dari sawi hijau (caisim), sawi sendok (pakcoy), kangkung, bayam, dan selada. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu produsen perlu memperhatikan lagi mengenai preferensi konsumen dalam pemasaran sayuran hidroponik dan lebih aktif dalam mencari informasi mengenai preferensi konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sayuran Hidroponik merupakan budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media tanam. Hidroponik berasal dari Bahasa Yunani, Yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Istilah hidroponik digunakan untuk menjelaskan tentang cara mencocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan sistem agribisnis pada sayuran hidroponik Kampung Bugis, Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik non probability sampling dan jenis sumber data yang digunakan adalah data primer melakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Kemudian data sekunder sebagai laporan hasil penelitian ataupun berbagai bentuk infomasi dari instansi yang ada kaitanya dengan penelitian dengan cara mengutip dan mengadakan studi pustaka dari buku-buku yang berhubungan hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem agribisnis sayuran hidroponik kampung bugis terdiri dari (a) subsistem hulu dalam pengadaan sarana dan prasarana produksi ialah seperti benih, nutrisi, peralatan dan screenhouse; (b) subsistem hilir yang meliputi penangannan dan pemasaran (tataniaga) produk pertanian dan olahannya, dan (c) subsistemn penunjang dengan batuan system infomasi dan Lembaga pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keputusan pembelian konsumen merupakan kegiatan individu yang terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan oleh produsen yang dapat dipengaruhi oleh indikator umur, pekerjaan, gaya hidup, dan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pada pembelian sayuran di Bobogreen hydroponics. (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pada pembelian sayuran di Bobogreen hydroponics. (3) mengetahui faktor yang lebih dominan berpengaruh dalam menentukan keputusan pada pembelian sayuran di Bobogreen hydroponics. Penelitian ini dilsanakan di Kota Tarakan pada bulan Juni sampai September 2023. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskiriptif kualitatif dengan uji validitas, reabilitas, asumsi klasik, uji F, uji t dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi sayuran hidroponik di Bonbogreen Hydroponics dipengaruhi oleh faktor budaya dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dengan presentase 60%, faktor sosial dengan signifikan sebesar 0,007 presentase 93% , dan faktor psikologis dengan nilai signifikan dengan nilai sebesar 0,000 dengan presentase sebesar 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem hidroponik ini merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengatahui teknis budidaya hidroponik di Eugene Farm (2) untuk mengatahui berapa pendapatan usahatani di Eugene Farm (3) berapa besar kelayakan usahatani sayuran hidroponik di Eugene Farm. Penelitian ini dilakukan di Eugene Farm Hidroponik Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data dan informasi yang dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif yang diolah dengan Microsoft Excel. Analisis kuantitatif dilakukan dalam menilai biaya-biaya yang di keluarkan, pendapatan dan kelayakan dengan melakukan perhitungan R/C Rasio di Eugene Farm Hidroponik. Hasil penelitian ini menunjukan bawah (1) teknik yang digunakan oleh Eugene Farm Hidroponik adalah sistem NFT (Nutrient Film Technique) (2) pendapatan yang di peroleh oleh Eugen Farm sebesar Rp 2.763.707,00 per periode tanam (3) usahatani sayuran hidroponik di Eugene Farm memberikan manfaat dan layak di usahakan karen R/C Rationya sebesar 1,85
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakcoy (Brassica rappa L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki banyak kandungan vitamin. Kebutuhan sayuran yang semakin meningkat tidak sesuai dengan keberadaan lahan yang semakin berkurang karena perkembangan industri. Untuk mengatasi kekurangan lahan dapat dilakukan dengan penanaman secara sederhana dengan teknik hidroponik salah satunya dengan sistem wick. Limbah cair mengandung bahan organik yang tinggi jika difermentasikan dengan menggunakan EM4 dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair atau larutan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rappa L.) dengan pemberian limbah cair tahu melalui teknik hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan November 2022 bertempat di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor perlakuan dan diaplikasikan pada pakcoy yang terdiri dari 5 taraf, dan diulang sebanyak 5 kali. Faktor perlakuan tersebut yaitu kontrol, AB mix, konsentrasi limbah cair tahu 40% (4000 ml limbah cair tahu + 6000 ml air), 60% (6000 ml limbah cair tahu + 4000 ml air), 80% (8000 ml limbah cair tahu + 2000 ml air). Variabel penelitian terdiri dari pengamatan pendukung, pengamatan media air dan pengamatan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi POC limbah cair tahu yang telah difermentasi menggunakan EM4 dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy namun belum sebaik pemberian nutrisi AB mix. Pemberian POC limbah cair tahu yang memberikan pertumbuhan yang baik setelah AB mix adalah konsentrasi 40%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Budidaya tanaman hidroponik tidak terlepas dari serangan hama dan sering menyebabkan kerugian pada hasil budidaya. Penggunaan pestisida sintetik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan sehingga perlu adanya upaya kajian pemanfaatan bahan sebagai pestisida nabati yang ramah terhadap lingkungan dan memiliki efektivitas sama seperti pestisida sintetik, salah satunya adalah tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pestisida nabati kirinyuh terhadap intensitas kerusakan daun tanaman pakcoy dan mengetahui hasil tanaman pakcoy dalam budidaya hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang berada di Juata Laut, Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dan analisis ragam taraf 5%. Parameter dalam penelitian ini diantaranya adalah mengamati tingkat kerusakan daun tanaman dan mengukur berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pestisida nabati ekstrak kirinyuh memberikan pengaruh tidak nyata terhadap parameter kerusakan tanaman dan berat basah tanaman. Namun memiliki nilai rata-rata kerusakan yang relatif lebih kecil dibandingkan tanpa perlakuan. Selain itu, perlakuan P2 pemberian pestisida nabati ekstrak kirinyuh terhadap parameter kerusakan tanaman sebanyak (30 g) menghasilkan nilai rata-rata yang sama dengan penggunaan bahan pestisida sintetik dengan nilai kerusakan sebesar (33.33%). Hydroponic cultivation is inseparable from pest attacks and often causes losses in cultivation yields. Excessive use of synthetic pesticides can cause pest resistance and environmental pollution, so it is necessary to study the use of materials as vegetable pesticides that are friendly to the environment and have the same effectiveness as synthetic pesticides, one of which is kirinyuh (Chromolaena odorata L.). The purpose of this study was to determine the effect of the application of kirinyuh vegetable pesticides on the intensity of leaf damage of pakcoy plants and to determine the yield of pakcoy plants in hydroponic cultivation. The research was carried out on land located in Juata Laut, North Tarakan, Tarakan City, North Kalimantan. The research design used a Randomized Block Design (RAK) with one factor and 5% level analysis of variance. Parameters in this study include observing the level of damage to plant leaves and measuring the wet weight of the plant. The results showed that the botanical pesticide treatment of kirinyuh extract had no significant effect on the parameters of plant damage and plant wet weight. However, it has an average damage value which is relatively smaller than without treatment. In addition, the P2 treatment with the use of vegetable pesticides of kirinyuh extract on plant damage parameters as much as (30 g) resulted in the same average value as the use of synthetic pesticides with a damage value of (33.33%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satunya adalah petani tanaman selada dengan menggunakan sistem hidroponik. Sistem ini bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi di dalam paralon yang dikendalikan pompa air listrik. Selama ini petani hidroponik masih menggunakan jaringan listrik dari PLN sebagai sumber tenaga listrik utama sehingga sering terjadi pemadaman listrik ketika adanya perawatan, perbaikan atau kerusakan pada jaringan listrik PLN. Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan dikarenakan karakteristik sel surya yang merupakan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari lingkungan, dibandingkan dengan genset yang berpotensi menyebabkan polusi udara yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei sistem PLTS dan pengukuran data yang dibutuhkan dan menunjukkan nilai daya listrik yang dihasilkan panel surya untuk memberikan suplai daya listrik pada pompa air 125W. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 200Wp sebanyak 2 buah untuk mengisi baterai dengan kapasitas total 340Ah. Daya rata-rata yang dihasilkan 1 buah panel surya perharinya berkisar antara 21,71W - 161,53W. Lama waktu pengisian baterai pada kondisi cuaca cerah selama 10 jam 6 menit dengan daya yang dihasilkan panel surya perharinya mencapai 161,53W. Kapasitas baterai yang digunakan mampu memberikan suplai daya pompa air dengan daya 125W selama 26 jam 7 menit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Komoditas sayuran memiliki peranan yang penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pangan dan gizi manusia. Permintaan terhadap komoditas sayuran segar terus meningkat. Namun kendala pertanian konvensional di Tarakan yang kurang menunjang, lahan yang terbatas, dan curah hujan yang cukup tinggi atau kekeringan yang kerap melanda. Situasi tersebut mengakibatkan penggunaan pupuk kimia kurang efektif karena pencucian hara tanah, sehinggah tingkat kesuburan tanah menjadi rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dalam promosi sayuran hidroponik di UKM Starkhydro kota Tarakan (2) untuk menganalisis strategi promosi sayuran hidroponik di UKM Starkhydro Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 10 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal meliputi: kekuatannya tidak memakai pestisida, proses perawatan mudah diterapkan pada industri kecil, harga yang bersaing sedangkan kelemahannya meliputi kekurangan lahan, letak wilayah kurang strategis, modal petani kurang. Faktor eksternal meliputi: peluang potensi pasar yang cukup besar, potensi SDM yang mendukung, menyadarkan masyarakat akan pentingnya makan sehat dan bergizi, sedangkan ancamannya meliputi: munculnya pesaing dengan mutu kualitas yang baik, peningkatan biaya produksi dan pemasaran, pengaruh cuaca. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi berada dikuadran I dengan nilai IFAS adalah 0,94 dan nilai EFAS adalah 0.67 yang berarti keadaan petani mendukung strategi agresif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat Adopsi merupakan suatu proses penerimaan suatu inovasi pada diri seseorang atau sekumpulan orang setelah menerima suatu inovasi yang disampaikan penyuluh ke sasarannya (Petani). Penelitian Tingkat Adopsi Anggota Kelompok Wanita Tani pada Budidaya Hidroponik di Kota Tarakan (Studi Kasus di Kecamatan Tarakan Tengah) bertujuan untuk, (1) Mengetahui proses adopsi inovasi teknologi hidroponik yang dilakukan oleh anggota Kelompok Wanita Tani pada budidaya hidroponik di Kota Tarakan, (2) Mengetahui tingkat adopsi anggota Kelompok Wanita Tani pada budidaya hidroponik di Kota Tarakan, (3) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsi anggota Kelompok Wanita Tani pada budidaya hidroponik di Kota Tarakan. Metode Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Qouta Sampling dengan jumlah responden 39 Orang anggota kelompok wanita tani di Kecamatan Tarakan Tengah. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Metode Skoring (Skala Likert) dan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan Proses Tahapan adopsi pada petani hidroponik mulai tahap sadar, tahap minat, Tahap penilaian hingga tahap adopsi dalam penelitian ini ada sekitar 39 responden dengan persentase 100%, sudah pada tahap adopsi.Tingkat Adopsi Anggota Kelompok Wanita Tani pada Budidaya hidroponik di Kecamatan Tarakan tengah Kota Tarakan mempunyai tingkat adopsi Tinggi.Faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi berpengaruh Secara serempak (Sig 0,05), Secara Parsial variable Usia X1, Tingkat Pendidikan X2, Lama berhidroponik X3 berpengaruh secara signifikan (Sig 0,05) sedangkan variable Pendapatan tidak berpengaruh secara Signifikan (Sig > 0,05).