Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Multidimensional Scalling
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Status Keberlanjutan Usahatani Kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI KAKAO (Theobroma cacao L.) DI DESA METUN SAJAU TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengembangan usahatani kakao di Desa Metun Sajau dengan dukungan program kemitraan, namun keberlanjutan usahatani kakao masih menghadapi berbagai permasalahan seperti masalah hama dan penyakit, budidaya tidak ramah lingkungan dan fluktuasi harga. Peningkatan produktivitas dan pendapatan petani diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi, sementara hubungan kemitraan petani dengan perusahaan perlu dipertahankan untuk keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis status keberlanjutan usahatani kakao dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial budaya 2) Mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang berpengaruh pada keberlanjutan usahatani kakao. Data yang digunakan yaitu, data primer dan data sekunder. Responden penelitian ini adalah petani mitra di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. Metode penentuan responden menggunakan metode sensus dengan melibatkan seluruh petani mitra tersebut untuk memperoleh informasi melalui observasi, wawancara, serta kuesioner terhadap 42 petani. Analisis data adalah analisis MDS (Multidimensional Scalling), analisis leverage, dan monte carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan usahatani kakao secara multidimensi menunjukkan nilai sebesar 38,08 dalam status kurang berkelanjutan. Status keberlanjutan usahatani kakao dari masing-masing dimensi adalah dimensi ekologi 40,39 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi 37,41 (kurang berkelanjutan), dimensi sosial budaya 36,45 (kurang berkelanjutan). Terdapat 7 atribut sensitif yang paling memengaruhi keberlanjutan usahatani kakao yaitu (1) serangan hama dan penyakit, (2) tingkat penggunaan pupuk kimia, (3) akses ke pasar, (4) alternatif pendapatan di luar usahatani kakao, (5) tingkat kepercayaan petani dengan perusahaan, (6) komunikasi petani dengan perusahaan, dan (7) tingkat pendidikan petani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Dimensi Ekologi dan Ekonomi Usaha Peternakan Sapi Potong( Studi Kasus Usaha Peternakan Sapi Potong Bapak Sholeh di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan)

2025•

Peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam penyediaan sumber protein dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga keberlanjutan usahanya menjadi aspek yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan: (1) menilai indeks dan status keberlanjutan dimensi ekologi dan ekonomi usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh; serta (2) mengidentifikasi dan mengkaji atribut sensitif dimensi ekologi dan ekonomi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh. Metode yang digunakan adalah metode Rapfish dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di Usaha Peternakan Sapi Potong Bapak Sholeh Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat menggunakan teknik Purposive Sampling yang memiliki Kriteria tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari instansi terkait dan literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, indeks keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 51,73. Secara rinci, dimensi ekologi memperoleh indeks 65,88 (cukup berkelanjutan) dan dimensi ekonomi memperoleh indeks 37,57 (kurang berkelanjutan). Sebanyak tujuh atribut sensitif mempengaruhi keberlanjutan, yaitu pengadaan bibit, serangan penyakit, penanganan hama dan penyakit, kesesuaian agroklimat, persaingan usaha, bantuan ternak dan asuransi, serta hasil pengolahan limbah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Sayuran Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Sayuran merupakan bagian dari tanaman hortikultura.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara ditinjau dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara dan mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara . Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensinsional Scalling-Rapid Appraisal for Sustainabilty). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara sebesar 50,58 termasuk kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil keberlanjutan untuk lima dimensi adalah dimensi ekologi sebesar 46,07 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi sebesar 52,01 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial-budaya sebesar 57,77 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi sebesar 48,52 (kurang berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan sebesar 48,53 (kurang berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail