ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi daerah. Namun, tingginya kontribusi sektor tersebut belum tentu mencerminkan tingkat keberlanjutan wilayah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat keberlanjutan daerah dengan kontribusi PDRB sektor pertambangan dan penggalian tertinggi dan terendah di Indonesia menggunakan metode Regional Sustainable Account (RSA). Penelitian dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan tinggi, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan rendah selama periode 2019-2024. Analisis dilakukan melalui pengukuran dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang membentuk nilai RSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan kontribusi sektor pertambangan yang tinggi tidak selalu memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan daerah dengan kontribusi yang rendah. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengalami peningkatan keberlanjutan dari kategori Chronic Unsustainable dan Unsustainable pada tahun 2019 menjadi kategori Almost Sustainable pada tahun 2024. Sementara itu, DI Yogyakarta bertahan pada kategori Almost Sustainable dengan nilai keberlanjutan yang meningkat, dan DKI Jakarta secara konsisten berada pada kategori Good Sustainable. Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian bukan merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan wilayah. Tingkat keberlanjutan lebih dipengaruhi oleh kemampuan daerah dalam
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sebagian besar praktik agribisnis padi ladang di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, masih bertumpu pada pengetahuan adat masyarakat Dayak Kenyah yang diwariskan lintas generasi, namun kajian yang mengaitkan pengetahuan tersebut dengan seluruh subsistem agribisnis sekaligus dimensi keberlanjutannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan kearifan lokal pada tiap subsistem agribisnis padi ladang, dan (2) menganalisis perannya terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2026 dengan pendekatan kualitatif deskriptif di lokasi yang dipilih secara purposive. Sebanyak 30 informan dijaring melalui snowball sampling, diawali dari kepala desa dan tetua adat, dengan data dihimpun lewat wawancara mendalam dan observasi, lalu dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa praktik adat hadir pada kelima subsistem: pemilihan lahan dan penentuan waktu tanam lewat Ungun Tau pada subsistem hulu, pertukaran benih dan pengendalian hama alami pada usahatani, pengeringan serta penyimpanan di lumbung adat pada subsistem hilir, musyawarah penentuan harga pada pemasaran, hingga peran kelembagaan adat pada subsistem penunjang. Praktik-praktik tersebut terindikasi berkontribusi pada efisiensi biaya usaha (ekonomi), penguatan solidaritas dan modal sosial warga (sosial), serta pembatasan eksploitasi lahan dan hutan (lingkungan), meski kontribusi ekologisnya lebih menonjol pada subsistem hulu hingga hilir dibanding pemasaran dan kelembagaan. Dominasi informan berusia lanjut mengindikasikan adanya risiko kesenjangan regenerasi pengetahuan, sehingga dokumentasi dan pewarisan kearifan lokal kepada generasi muda perlu terus diupayakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBERLANJUTAN USA HATANI PADI SAWAH DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan seluruh petani padi sawah di Desa Nawang Baru sebagai responden, yaitu sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rapfish dengan metode Multidimensional Scaling (MDS). Analisis leverage juga digunakan untuk mengetahui atribut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat keberlanjutan pada setiap dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi sawah secara multidimensi sebesar 70,46 yang berada pada kategori cukup berkelanjutan. Jika dilihat berdasarkan dimensinya, nilai indeks ekologi sebesar 41,85 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi ekonomi sebesar 74,58 dengan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial sebesar 74,49 dengan status cukup berkelanjutan, dan dimensi budaya sebesar 90,93 dengan status berkelanjutan. Faktor yang mendukung keberlanjutan antara lain konservasi tanah dan air, pemanfaatan pupuk organik, kelayakan ekonomi usahatani, kerja sama antarpetani, serta penerapan kearifan lokal dan gotong royong. Adapun faktor yang menjadi kendala meliputi pengelolaan pupuk dan air yang belum maksimal, perubahan harga hasil produksi, terbatasnya akses pasar dan informasi pertanian, ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, serta belum optimalnya regenerasi dan penerusan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya peningkatan keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru perlu lebih diarahkan pada perbaikan aspek ekologi dengan tetap menjaga kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang telah mendukung keberlanjutan usahatani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja keberlanjutan UMKM di Kota Tarakan meskipun jumlah unit usaha mengalami peningkatan signifikan. Tantangan utama terletak pada rendahnya produktivitas pekerja berbasis pengetahuan dan adopsi inovasi digital yang belum merata. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Knowledge Workers Productivity (KWP) dan Digital Innovation (DI) terhadap Kinerja Keberlanjutan (KK) pada UMKM sektor Food and Beverage (F&B) di Kota Tarakan. Landasan teoritis yang digunakan meliputi Resource-Based View (RBV), Knowledge-Based View (KBV), dan Dynamic Capability Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap 190 karyawan UMKM F&B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWP berpengaruh positif dan signifikan terhadap KK, baik secara langsung maupun melalui mediasi DI. Temuan utama mengungkapkan bahwa DI merupakan prediktor paling dominan dalam meningkatkan KK dan secara efektif memediasi hubungan antara KWP dan KK. Disimpulkan bahwa produktivitas pekerja berbasis pengetahuan memberikan dampak keberlanjutan yang optimal apabila disalurkan melalui inovasi digital yang konkret. Investasi pada kapasitas SDM dan akselerasi transformasi digital menjadi kunci utama bagi UMKM untuk mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI KAKAO (Theobroma cacao L.) DI DESA METUN SAJAU TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengembangan usahatani kakao di Desa Metun Sajau dengan dukungan program kemitraan, namun keberlanjutan usahatani kakao masih menghadapi berbagai permasalahan seperti masalah hama dan penyakit, budidaya tidak ramah lingkungan dan fluktuasi harga. Peningkatan produktivitas dan pendapatan petani diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi, sementara hubungan kemitraan petani dengan perusahaan perlu dipertahankan untuk keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis status keberlanjutan usahatani kakao dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial budaya 2) Mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang berpengaruh pada keberlanjutan usahatani kakao. Data yang digunakan yaitu, data primer dan data sekunder. Responden penelitian ini adalah petani mitra di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. Metode penentuan responden menggunakan metode sensus dengan melibatkan seluruh petani mitra tersebut untuk memperoleh informasi melalui observasi, wawancara, serta kuesioner terhadap 42 petani. Analisis data adalah analisis MDS (Multidimensional Scalling), analisis leverage, dan monte carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan usahatani kakao secara multidimensi menunjukkan nilai sebesar 38,08 dalam status kurang berkelanjutan. Status keberlanjutan usahatani kakao dari masing-masing dimensi adalah dimensi ekologi 40,39 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi 37,41 (kurang berkelanjutan), dimensi sosial budaya 36,45 (kurang berkelanjutan). Terdapat 7 atribut sensitif yang paling memengaruhi keberlanjutan usahatani kakao yaitu (1) serangan hama dan penyakit, (2) tingkat penggunaan pupuk kimia, (3) akses ke pasar, (4) alternatif pendapatan di luar usahatani kakao, (5) tingkat kepercayaan petani dengan perusahaan, (6) komunikasi petani dengan perusahaan, dan (7) tingkat pendidikan petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani padi ladang di wilayah ini merupakan bagian dari tradisi dan warisan budaya masyarakat, terutama Suku Dayak Kayan, yang dilakukan secara turun-temurun dengan sistem pertanian tradisional berbasis gotong royong. Disisi lain, petani di Desa ini memiliki modal sosial yang kuat berupa kepercayaan, norma, jaringan, partisipasi dan gotong royong. Penelitian ini bertujuan : (1) Mendeskripsikan modal sosial petani padi ladang di Desa Mara Satu (2) Mengetahui hubungan modal sosial dengan keberlanjutan usahatani padi ladang di Desa Mara Satu. Jumlah responden 30 orang petani padi ladang, dengan menggunakan analisis data deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial petani tergolong baik, dengan dominasi pada aspek kepercayaan dan gotong royong. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara modal sosial dan keberlanjutan usahatani padi ladang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kuat modal sosial petani, maka semakin besar peluang usahatani padi ladang berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam penyediaan sumber protein dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga keberlanjutan usahanya menjadi aspek yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan: (1) menilai indeks dan status keberlanjutan dimensi ekologi dan ekonomi usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh; serta (2) mengidentifikasi dan mengkaji atribut sensitif dimensi ekologi dan ekonomi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh. Metode yang digunakan adalah metode Rapfish dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di Usaha Peternakan Sapi Potong Bapak Sholeh Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat menggunakan teknik Purposive Sampling yang memiliki Kriteria tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari instansi terkait dan literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, indeks keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 51,73. Secara rinci, dimensi ekologi memperoleh indeks 65,88 (cukup berkelanjutan) dan dimensi ekonomi memperoleh indeks 37,57 (kurang berkelanjutan). Sebanyak tujuh atribut sensitif mempengaruhi keberlanjutan, yaitu pengadaan bibit, serangan penyakit, penanganan hama dan penyakit, kesesuaian agroklimat, persaingan usaha, bantuan ternak dan asuransi, serta hasil pengolahan limbah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi hijau dan investasi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keberlanjutan, dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi, pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling, menghasilkan total 80 data observasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan model Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi hijau berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan tetapi tidak berpengaruh terhadap kinerja keberlanjutan, investasi CSR berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan dan kinerja keberlanjutan. Penelitian ini jug amenemukan bahwa kinerja keuangan terbukti berpengaruh langsung terhadap kinerja keberlanjutan dan juga memediasi pengaruh investasi hijau terhadap kinerja keberlanjutan. Namun, kinerja keuangan tidak memediasi pengaruh investasi CSR terhadap kinerja keberlanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan disarankan memperkuat investasi hijau dan program CSR untuk meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan jangka panjang, serta memperbaiki hubungan dengan pemangku kepentingan dan citra perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan yang sangat penting dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui status keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara. 2) Mengetahui atribut dimensi apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) di Kecamatan Tarakan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis di Tarakan Utara berjumlah 20 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Multidimensional scalling Hasil penelitian ini, pertama, dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan memiliki status kurang berkelanjutan. Kedua, 11 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi untuk dimensi ekologi atribut sensitive adalah pupuk kompos (5.90), pupuk kimia (4.57), untuk dimensi ekonomi atribut sensitive adalah produksi jagung (2.22), penerimaan (2.00), pemasaran (1.25), untuk dimensi sosial atribut sensitive adalah partisipasi keluarga (4.90), tenaga kerja (4.68), tingkat pendidikan (4.28), untuk dimensi teknologi atribut sensitive adalah sarana jalan (15.21), teknologi (9.38) dan untuk dimensi kelembagaan atribut sensitive adalah kegiatan penyuluhan (1.25). Kata Kunci:Usahatani, jagung manis, Multi Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan dan Status Keberlanjutan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu subsektor pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam kerangka agribisnis adalah hortikultura. Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan merupakan komoditas unggulan saat ini, namun harus memiliki kondisi lahan dan iklim yang sesuai, serta didukung oleh potensi sumber daya dan peluang pasar dalam dan luar negeri. Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur ditinjau dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan serta mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensional Scaling-Rapid Appraisal for Sustainability). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usahatani di Kecamatan Tarakan Timur sebesar 56,45 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke lima dimensi masing-masing adalah dimensi ekologi 50,64 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 61,63 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 64,98 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 49,55 (kurang berkelanjutan), dimensi kelembagaan 55,44 (cukup berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Sayuran merupakan bagian dari tanaman hortikultura.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara ditinjau dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara dan mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara . Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensinsional Scalling-Rapid Appraisal for Sustainabilty). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara sebesar 50,58 termasuk kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil keberlanjutan untuk lima dimensi adalah dimensi ekologi sebesar 46,07 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi sebesar 52,01 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial-budaya sebesar 57,77 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi sebesar 48,52 (kurang berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan sebesar 48,53 (kurang berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERKEMBANGAN DAN KEBERLANJUTAN PERKOTAAN DI PULAU PENGHASIL TAMBANG INDONESIA (Studi Kasus Pulau Kalimantan) Ainul Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini adalah mengetahui perkembangan dan keberlanjutan perkotaan di pulau Kalimantan. Keberlanjutan dilihat dari dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS semua kota. Metode analisis adalah Regional Susutainable Account dan Alokasi ruang per Orang. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan kota dengan tingkat kepadatan penduduk rentang 1000-8000 jiwa/km2 yaitu Kota Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Bontang. Tingkat Alokasi Ruang rentang 0,0000-(-0,5000) Hektar/orang yaitu Kota Balikpapan. Nilai keberlanjutan rentang 0,000-4,000 ada pada kota Banjarbaru, Singkawang, Bontang, Palangkaraya, Tarakan, Banjarmasin dan Balikpapan, kriteria keberlanjutan tahun 2011 pada Kota Banjarbaru, Singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Palangkaraya, Bontang masuk dalam kriteria sustainable, Banjarmasin, Balikpapan masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Tarakan masuk kriteria unsustainable dan Pontianak masuk kriteria cronic unsustainable. Pada tahun 2016, Kota Banjarbaru masuk dalam kriteria good sustainable, Tarakan, Palankaraya, Singkawang, Bontang masuk kriteria sustainable, Banjarmasin masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Balikpapan masuk kriteria unsustainable, Pontianak masuk dalam kriteria cronic unsustainable. Sedangkan pada tahun 2021, Kota Banjarbaru dan singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Banjarmasin, Bontang masuk kriteria sustainable, Tarakan masuk kriteria almost sustainable, Balikpapan dan Pontianak masuk kriteria almost unsustainable, Palangkaraya masuk kriteria unsustainable dan Samarinda masuk dalam kriteria cronic unsustainable.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASSESMENT KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN DENGAN REGIONAL SUSTAINABLE ACCOUNT (RSA) DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Pemi Markus Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi lingkungan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi sosial Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan untuk mengatahui pola spasial keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang kemudian diolah dengan metode alat analsis yaitu Regional Sustainable Account (RSA). Hasil studi menunjukan bahwa Berdasarkan hasil perhitungan RSA, nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2020 yaitu nilai (RSA rata-rata) di setiap Kabupaten dan Kota pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: Kabupaten Kepulauan Selayar (6,37 menjadi 4,68); Bulukumba (10,50 menjadi 7,62); Bantaeng (1,93 menjadi -1,54); Jeneponto (10,23 menjadi 8,61); Takalar (33,89 menjadi 32,02); Gowa (2,79 menjadi 0,18; Sinjai (5,01 menjadi 2,81); Maros (6,25 menjadi 4,35); Pangkajene dan Kepulauan (20,46 menjadi 17,59); Barru (2,65 menjadi -0,29); Bone (2,09 menjadi -1,35); Soppeng (3,11 menjadi 0,68); Wajo (1,06 menjadi -0,95); Sidenreng Rappang (2,46 menjadi 0,52); Pinrang (0,15 menjadi -2,22); Enrekang (1,57 menjadi -0,15); Luwu (1,77 menjadi -0,48); Tana Toraja (1,82 menjadi 0,01); Luwu Utara (5,18 menjadi 1,80); Luwu Timur (1,26 menjadi -1,26); Toraja Utara (2,48 menjadi -2,30); Makassar (-8,17 menjadi -8,78); Palopo ( -0,18 menjadi -3,61); dan Parepare (-0,51 menajadi -1,66). Kriteria umum pada keberlanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pada tahun 2015 berada pada kriteria sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan dua kelas kriteria keberlanjutan pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu berada pada kriteria medium. Pentingnya kebijakan pemerintah untuk penanganan angkatan kerja yang produktifitas dengan membuka lapangan kerja juga bisa dalam hal penyediaan layanan pelatihan kerja untuk meningkatkan SDM yang juga dapat membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan sendiri. Juga memperkecil angka kriminalitas dan kecelakaan lalulintas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR Abstrak Peternakan menjadi salah satu bidang usaha yang memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan karena memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terus mengalami meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Timur serta untuk mengetahui atribut apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu modifikasi dari Rapfish melalui pendekatan MultiDimensional Scalling (MDS). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 5 peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, nilai indeks keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Timur sebesar 64,72 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi 52,54 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 64,13 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 62,05 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 78,90 (berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan 24,13 (kurang berkelanjutan). Kedua, analisis laverage menunjukkan bahwa terdapat 10 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH KOTA TARAKAN Abstrak Ayam ras pedaging merupakan salah satu komoditas yang tergolong paling popular dalam dunia agribisnis peternakan di Indonesia. Permasalahan yang sering ada di peternakan bersumber dari 3 hal yakni ayam ras pedaging afkir, waktu pemanenan serta serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis status keberlanjutan dan atribut sensitive dalam mempengaruhi usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di tinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Tengah. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan kouta sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 5 peternak. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensinsional Scalling-Rapid Appraisal for Sustainabilty). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging kecamatan Tarakan Tengah sebesar 57,00 termasuk kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil keberlanjutan untuk lima dimensi adalah dimensi ekologi sebesar 60,07 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi sebesar 44,97 (kurang berkelanjutan), dimensi sosial sebesar 47,12 (kurang berkelanjutan), dimensi teknologi sebesar 71,79 (berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan sebesar 37,40 (kurang berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 20 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi. Kata Kunci: Peternakan Ayam Ras Pedaging Pola Kemitraan, Mukti Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan, Status Keberlanjutan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peternakan merupakan kegiatan budidaya hewan untuk mendapatkan keuntungan, diantaranya usaha peternakan ayam ras pedaging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis status keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan berdasarkan lima dimensi keberlanjutan yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan, serta mengetahui apa saja atribut yang sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Barat. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode rapfish melalui pendekatan multidimensioanal scalling (MDS). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan Kalimantan Utara. Responden dalam penilitian ini merupakan peternak ayam ras pedaging yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu berjumlah 5 peternakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, nilai indeks keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Barat sebesar 53,37 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi 55,50 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 64,04 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 51,40 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 71,78 (cukup berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan 24,13 (tidak berkelanjutan). Kedua, analisis leverage menunjukkan bahwa terdapat 10 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALYSIS REGIONAL SUSTAINABILITY PEMBANGUNAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA UMMI KALSUM Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan bagaimana keberlanjutan wilayah di Provinsi Kalimantan Utara menggunakan alat analisis RSA (Regional Sustainable Account) dengan tiga dimensi yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder dimana bersumber dari BPS Kalimantan Utara perKabupaten/Kota serta data yang bersumber dari statistik pemerintahan Kalimantan Utara. Hasil dari penelitian dengan berdasarkan alat analisis RSA (Regional Sustainable Account) dimana menunjukkan pada tahun 2017 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable kemudian di setiap Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Malinau Sustainable, Kabupaten Bulungan Good Sustainable, Kabupaten Tana Tidung Sustainable, Kabupaten Nunukan Good Sustainable, dan Kota Tarakan Cronic Unsustainable. Ditahun 2018 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable masih sama dengan tahun 2017, untuk setiap Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Malinau mengalami penurunan menjadi kriteria Almost Unsustainable, Kabupaten Bulungan Good Sustainable, Kabupaten Tana Tidung masih sama Sustainable, Kabupaten Nunukan Sustainable, dan Kota Tarakan mengalami kenaikan mejadi Almost Sustainable. Terakhir tahun 2019 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable sama dengan 2 tahun lainnya, selanjutnya kriteria pada Kabupaten/Kota dimana Kabupaten Malinau Good Sustainable, Kabupaten Bulungan Almost Sustainable, Kabupaten Tana Tidung Good Sustainable, Kabupaten Nunukan Sustainable dan Kota Tarakan Almost Sustainable.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial pada keberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan, untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ketidakberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan, dan untuk mengetahui pola spasial keberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan. Data yang digunakaan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan melihat pelaksanaan prinsip pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara yang dilihat dari dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Metode alat analisis yang digunakan adalah Regional Sustainable Account (RSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan di setiap Provinsi pada tahun 2015 di Pulau Kalimantan yaitu Provinsi kalimantan Barat masuk dalam kriteria keberlanjutan almost unsustainable, Kalimantan Tengah masuk pada kriteria good sustainable, lalu kriteria sustainable yaitu Kalimantan Selatan, kemudian kalimantan Timur masuk kriteria cronic unsustainable, dan Kalimantan Utara masuk pada kriteria good sustainable. Untuk tahun 2020 Provinsi Kalimantan Barat berada pada kriteria almost unsustainable, Kalimantan Tengah mengalami pergeseran kriteria menjadi sustainable, lalu Kalimantan Selatan men jadi good sustainable, kemudian Kalimantan Timur masuk kriteria almost unsustainable, dan Kalimantan Utara bergeser menjadi kriteria cronic unsustainable. Hal itu menunjukkan hasil akhir dari penelitian ini bahwa kriteria umum pada keberlanjutan di Pulau Kalimantan yaitu pada tahun 2015 Pulau Kalimantan berada pada kriteria almost sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan derajat kriteria keberlanjutan pada Pulau Kalimantan yaitu kriteria medium. Hal ini disebabkan pada tahun 2015 Pulau kalimantan memiliki peran positif yang cukup besar dari berbagai indikator pada setiap dimensi. Sedangkan pada tahun 2020 Pulau Kalimantan banyak terjadi permasalahan dari berbagai dimensi yang menyebabkan pengaruh negatif yang cukup besar di setiap indikator.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditas yang sangat strategis karena berorientasi ekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah dan mengurangi kemiskinan. Perkebunan kelapa sawit rakyat sebagai bagian dari rantai pasok agribisnis kelapa sawit yang perlahan dituntut untuk menerapkan aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis status keberlanjutan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan di tinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan serta mengetahui apa saja atribut yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada petani sementara data sekunder diperoleh dari badan pusat statistik, dinas perkebunan dan literatur yang mendukung dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini merupakan petani yang dipilih melalui kuota sampling yang mempunyai kriteria tertentu berjumlah 50 responden. Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan kelapa sawit Kecamatan Sebatik sebesar 51,01 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke lima dimensi masing-masing adalah dimensi ekologi 76,57 (sangat berkelanjutan), dimensi ekonomi 50,63 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 24,03 (tidak berkelanjutan), dimensi teknologi 37,12 (kurang berkelanjutan), dimensi kelembagaan 63,49 (cukup berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani kelapa sawit pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani padi sawah berdasarkan lima dimensi keberlanjutan, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan, dan untuk mengetahui atribut yang sensitif dalam dimensi keberlanjutan usahatani padi sawah di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data skunder diperoleh dari jurnal, artikel dan data – data dari Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik ordinasi RAP-FARM melalui Multi Dimensional Scaling (MDS) untuk menilai indeks dan status keberlanjutan padi sawah. Penelitian ini juga mengidentifikasi atribut sensitif yang mempengaruhi indeks keberlanjutan masing – masing dimensi melalui analisis leverage. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian RAP-FARM dari usahatani padi sawah di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan memiliki nilai indeks keberlanjutan 48,98 yang dikategorikan ke dalam kategori kurang berkelanjutan. Dimensi ekologi memiliki status berkelanjutan, dimensi ekonomi, sosial dan teknologi memiliki status kurang berkelanjutan, sementara dimensi kelembagaan memiliki status cukup berkelanjutan. Analisi leverage menunjukkan bahwa ada 11 atribut dari 22 atribut yang sensitif berpengaruh atau perlu dipertahankan untuk meningkatkan status keberlanjutan usahatani padi sawah di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan.