Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: status keberlanjutan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Jagung Manis (Zea Mays) Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan yang sangat penting dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui status keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara. 2) Mengetahui atribut dimensi apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) di Kecamatan Tarakan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis di Tarakan Utara berjumlah 20 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Multidimensional scalling Hasil penelitian ini, pertama, dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan memiliki status kurang berkelanjutan. Kedua, 11 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi untuk dimensi ekologi atribut sensitive adalah pupuk kompos (5.90), pupuk kimia (4.57), untuk dimensi ekonomi atribut sensitive adalah produksi jagung (2.22), penerimaan (2.00), pemasaran (1.25), untuk dimensi sosial atribut sensitive adalah partisipasi keluarga (4.90), tenaga kerja (4.68), tingkat pendidikan (4.28), untuk dimensi teknologi atribut sensitive adalah sarana jalan (15.21), teknologi (9.38) dan untuk dimensi kelembagaan atribut sensitive adalah kegiatan penyuluhan (1.25). Kata Kunci:Usahatani, jagung manis, Multi Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan dan Status Keberlanjutan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Sayuran di Kecamatan Tarakan Timur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu subsektor pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam kerangka agribisnis adalah hortikultura. Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan merupakan komoditas unggulan saat ini, namun harus memiliki kondisi lahan dan iklim yang sesuai, serta didukung oleh potensi sumber daya dan peluang pasar dalam dan luar negeri. Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur ditinjau dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan serta mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensional Scaling-Rapid Appraisal for Sustainability). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usahatani di Kecamatan Tarakan Timur sebesar 56,45 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke lima dimensi masing-masing adalah dimensi ekologi 50,64 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 61,63 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 64,98 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 49,55 (kurang berkelanjutan), dimensi kelembagaan 55,44 (cukup berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Sayuran Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Sayuran merupakan bagian dari tanaman hortikultura.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara ditinjau dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara dan mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara . Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensinsional Scalling-Rapid Appraisal for Sustainabilty). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usaha tani sayuran di Kecamatan Tarakan Utara sebesar 50,58 termasuk kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil keberlanjutan untuk lima dimensi adalah dimensi ekologi sebesar 46,07 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi sebesar 52,01 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial-budaya sebesar 57,77 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi sebesar 48,52 (kurang berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan sebesar 48,53 (kurang berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Timur

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR Abstrak Peternakan menjadi salah satu bidang usaha yang memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan karena memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terus mengalami meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Timur serta untuk mengetahui atribut apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu modifikasi dari Rapfish melalui pendekatan MultiDimensional Scalling (MDS). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 5 peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, nilai indeks keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Timur sebesar 64,72 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi 52,54 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 64,13 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 62,05 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 78,90 (berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan 24,13 (kurang berkelanjutan). Kedua, analisis laverage menunjukkan bahwa terdapat 10 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging Pola Kemitraan Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH KOTA TARAKAN Abstrak Ayam ras pedaging merupakan salah satu komoditas yang tergolong paling popular dalam dunia agribisnis peternakan di Indonesia. Permasalahan yang sering ada di peternakan bersumber dari 3 hal yakni ayam ras pedaging afkir, waktu pemanenan serta serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis status keberlanjutan dan atribut sensitive dalam mempengaruhi usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di tinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Tengah. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan kouta sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 5 peternak. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensinsional Scalling-Rapid Appraisal for Sustainabilty). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging kecamatan Tarakan Tengah sebesar 57,00 termasuk kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil keberlanjutan untuk lima dimensi adalah dimensi ekologi sebesar 60,07 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi sebesar 44,97 (kurang berkelanjutan), dimensi sosial sebesar 47,12 (kurang berkelanjutan), dimensi teknologi sebesar 71,79 (berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan sebesar 37,40 (kurang berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 20 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi. Kata Kunci: Peternakan Ayam Ras Pedaging Pola Kemitraan, Mukti Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan, Status Keberlanjutan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN TARAKAN BARAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peternakan merupakan kegiatan budidaya hewan untuk mendapatkan keuntungan, diantaranya usaha peternakan ayam ras pedaging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis status keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan berdasarkan lima dimensi keberlanjutan yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan, serta mengetahui apa saja atribut yang sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Barat. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode rapfish melalui pendekatan multidimensioanal scalling (MDS). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan Kalimantan Utara. Responden dalam penilitian ini merupakan peternak ayam ras pedaging yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu berjumlah 5 peternakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Pertama, nilai indeks keberlanjutan usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan di Kecamatan Tarakan Barat sebesar 53,37 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi 55,50 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 64,04 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 51,40 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 71,78 (cukup berkelanjutan) dan dimensi kelembagaan 24,13 (tidak berkelanjutan). Kedua, analisis leverage menunjukkan bahwa terdapat 10 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis) DI KECAMATAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditas yang sangat strategis karena berorientasi ekspor dan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah dan mengurangi kemiskinan. Perkebunan kelapa sawit rakyat sebagai bagian dari rantai pasok agribisnis kelapa sawit yang perlahan dituntut untuk menerapkan aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis status keberlanjutan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan di tinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan serta mengetahui apa saja atribut yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada petani sementara data sekunder diperoleh dari badan pusat statistik, dinas perkebunan dan literatur yang mendukung dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini merupakan petani yang dipilih melalui kuota sampling yang mempunyai kriteria tertentu berjumlah 50 responden. Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan kelapa sawit Kecamatan Sebatik sebesar 51,01 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke lima dimensi masing-masing adalah dimensi ekologi 76,57 (sangat berkelanjutan), dimensi ekonomi 50,63 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 24,03 (tidak berkelanjutan), dimensi teknologi 37,12 (kurang berkelanjutan), dimensi kelembagaan 63,49 (cukup berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani kelapa sawit pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani padi sawah berdasarkan lima dimensi keberlanjutan, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan, dan untuk mengetahui atribut yang sensitif dalam dimensi keberlanjutan usahatani padi sawah di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data skunder diperoleh dari jurnal, artikel dan data – data dari Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik ordinasi RAP-FARM melalui Multi Dimensional Scaling (MDS) untuk menilai indeks dan status keberlanjutan padi sawah. Penelitian ini juga mengidentifikasi atribut sensitif yang mempengaruhi indeks keberlanjutan masing – masing dimensi melalui analisis leverage. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian RAP-FARM dari usahatani padi sawah di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan memiliki nilai indeks keberlanjutan 48,98 yang dikategorikan ke dalam kategori kurang berkelanjutan. Dimensi ekologi memiliki status berkelanjutan, dimensi ekonomi, sosial dan teknologi memiliki status kurang berkelanjutan, sementara dimensi kelembagaan memiliki status cukup berkelanjutan. Analisi leverage menunjukkan bahwa ada 11 atribut dari 22 atribut yang sensitif berpengaruh atau perlu dipertahankan untuk meningkatkan status keberlanjutan usahatani padi sawah di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail