Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Identifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari perairan tanah kuning menggunakan dna barcoding
ABSTRAK Hiu lontar (Rhynchobatus australiae) merupakan salah satu spesies Elasmobranchii yang berperan penting dalam ekosistem perairan pesisir dan berstatus Sangat Terancam Punah (Critically Endangered) menurut IUCN akibat tingginya tekanan penangkapan dan degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari Perairan Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan pendekatan morfologi dan DNA barcoding. Penelitian dilaksanakan pada Maret - Mei 2026 menggunakan tiga sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan pukat hela. Analisis morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan analisis molekuler meliputi ekstraksi DNA, amplifikasi PCR, sekuensing, analisis BLAST, perhitungan jarak genetik, dan konstruksi pohon filogenetik. Analisis DNA barcoding menghasilkan panjang sekuens 602–714 bp dengan tingkat kemiripan 99,84–100% terhadap data referensi GenBank. Nilai jarak genetik antar sampel sebesar 0,000 menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Analisis filogenetik membentuk dua clade, yaitu in-group yang terdiri atas sampel penelitian dan sekuens referensi R. australiae dari perairan lainnya, serta out-group yang terdiri atas Carcharodon carcharias. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa hiu lontar yang ditemukan di Perairan Tanah Kuning merupakan spesies Rhynchobatus australiae. Informasi genetik yang diperoleh diharapkan dapat mendukung upaya konservasi, pengelolaan, dan perlindungan hiu lontar secara berkelanjutan di Indonesia. Identification of the species and molecular characteristics of the spadenose shark from Tanah Kuning waters using DNA barcoding
Pengembangan Briket Komposit Kotoran Sapi dan Fly ash dengan Variasi Perekat sebagai Bahan Bakar Alternatif Pendamping untuk Co-firing PLTU
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
Identifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari perairan tanah kuning menggunakan dna barcoding
ABSTRAK Hiu lontar (Rhynchobatus australiae) merupakan salah satu spesies Elasmobranchii yang berperan penting dalam ekosistem perairan pesisir dan berstatus Sangat Terancam Punah (Critically Endangered) menurut IUCN akibat tingginya tekanan penangkapan dan degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari Perairan Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan pendekatan morfologi dan DNA barcoding. Penelitian dilaksanakan pada Maret - Mei 2026 menggunakan tiga sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan pukat hela. Analisis morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan analisis molekuler meliputi ekstraksi DNA, amplifikasi PCR, sekuensing, analisis BLAST, perhitungan jarak genetik, dan konstruksi pohon filogenetik. Analisis DNA barcoding menghasilkan panjang sekuens 602–714 bp dengan tingkat kemiripan 99,84–100% terhadap data referensi GenBank. Nilai jarak genetik antar sampel sebesar 0,000 menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Analisis filogenetik membentuk dua clade, yaitu in-group yang terdiri atas sampel penelitian dan sekuens referensi R. australiae dari perairan lainnya, serta out-group yang terdiri atas Carcharodon carcharias. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa hiu lontar yang ditemukan di Perairan Tanah Kuning merupakan spesies Rhynchobatus australiae. Informasi genetik yang diperoleh diharapkan dapat mendukung upaya konservasi, pengelolaan, dan perlindungan hiu lontar secara berkelanjutan di Indonesia. Identification of the species and molecular characteristics of the spadenose shark from Tanah Kuning waters using DNA barcoding
A DESCRIPTIVE SURVEY OF READING DIFFICULTIES AND SUPPORT NEEDS OF NINTH GRADE STUDENT IN READING TEXTS AT SMP N 3 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa serta kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam memahami teks bacaan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 61 siswa kelas IX.6 dan IX.7 di SMPN 3 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bahasa Inggris sebagai kelas yang merepresentasikan kemampuan membaca siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu persepsi kemampuan membaca siswa, kesulitan membaca teks bahasa Inggris, serta kebutuhan dukungan pembelajaran membaca. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami beberapa kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris, terutama dalam memahami kosakata baru, memahami kalimat yang panjang dan kompleks, mengingat detail informasi, serta menemukan makna tersirat dalam teks. Nilai rata-rata pada item kesulitan membaca berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesulitan membaca masih cukup sering dialami oleh siswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan berbagai bentuk dukungan pembelajaran. Dukungan digital menjadi kebutuhan tertinggi, diikuti oleh dukungan kosakata, dukungan visual, dan dukungan guru, sedangkan kerja kelompok berada pada tingkat kebutuhan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek linguistik, tetapi juga dengan strategi pembelajaran dan bentuk dukungan yang diberikan selama proses membaca. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi digital, pengajaran kosakata sebelum membaca, serta penggunaan media visual guna membantu meningkatkan pemahaman membaca siswa. This study aimed to describe the reading difficulties experienced by students and the support needs required to understand English reading texts. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach. The participants were 61 ninth-grade students from classes IX.6 and IX.7 at SMPN 3 Tarakan, selected based on the English teacher’s recommendation as representative classes of students’ reading ability levels. The research instrument was a questionnaire consisting of several sections, including students’ perceptions of reading ability, reading difficulties in English texts, and learning support needs for reading comprehension. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, and standard deviation with SPSS. The findings indicated that students still experienced several difficulties in reading English texts, particularly in understanding unfamiliar vocabulary, comprehending long and complex sentences, remembering detailed information, and identifying implied meanings in texts. The mean scores of reading difficulty items were categorized at a moderate level, indicating that reading difficulties were still frequently experienced by students. Furthermore, the results revealed that students required various forms of learning support. Digital support was identified as the most needed support, followed by vocabulary support, visual support, and teacher support, while group work support was categorized at a lower level of need. Based on these findings, it can be concluded that students’ reading difficulties are not only related to linguistic aspects but also to instructional strategies and the types of support provided during the reading process. Therefore, teachers are recommended to integrate digital technology, vocabulary pre-teaching activities, and visual media to help improve students’ reading comprehension.
A DESCRIPTIVE SURVEY OF READING DIFFICULTIES AND SUPPORT NEEDS OF NINTH GRADE STUDENT IN READING TEXTS AT SMP N 3 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa serta kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam memahami teks bacaan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 61 siswa kelas IX.6 dan IX.7 di SMPN 3 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bahasa Inggris sebagai kelas yang merepresentasikan kemampuan membaca siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu persepsi kemampuan membaca siswa, kesulitan membaca teks bahasa Inggris, serta kebutuhan dukungan pembelajaran membaca. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami beberapa kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris, terutama dalam memahami kosakata baru, memahami kalimat yang panjang dan kompleks, mengingat detail informasi, serta menemukan makna tersirat dalam teks. Nilai rata-rata pada item kesulitan membaca berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesulitan membaca masih cukup sering dialami oleh siswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan berbagai bentuk dukungan pembelajaran. Dukungan digital menjadi kebutuhan tertinggi, diikuti oleh dukungan kosakata, dukungan visual, dan dukungan guru, sedangkan kerja kelompok berada pada tingkat kebutuhan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek linguistik, tetapi juga dengan strategi pembelajaran dan bentuk dukungan yang diberikan selama proses membaca. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi digital, pengajaran kosakata sebelum membaca, serta penggunaan media visual guna membantu meningkatkan pemahaman membaca siswa. This study aimed to describe the reading difficulties experienced by students and the support needs required to understand English reading texts. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach. The participants were 61 ninth-grade students from classes IX.6 and IX.7 at SMPN 3 Tarakan, selected based on the English teacher’s recommendation as representative classes of students’ reading ability levels. The research instrument was a questionnaire consisting of several sections, including students’ perceptions of reading ability, reading difficulties in English texts, and learning support needs for reading comprehension. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, and standard deviation with SPSS. The findings indicated that students still experienced several difficulties in reading English texts, particularly in understanding unfamiliar vocabulary, comprehending long and complex sentences, remembering detailed information, and identifying implied meanings in texts. The mean scores of reading difficulty items were categorized at a moderate level, indicating that reading difficulties were still frequently experienced by students. Furthermore, the results revealed that students required various forms of learning support. Digital support was identified as the most needed support, followed by vocabulary support, visual support, and teacher support, while group work support was categorized at a lower level of need. Based on these findings, it can be concluded that students’ reading difficulties are not only related to linguistic aspects but also to instructional strategies and the types of support provided during the reading process. Therefore, teachers are recommended to integrate digital technology, vocabulary pre-teaching activities, and visual media to help improve students’ reading comprehension.
Pengaruh Variasi Debit Aliran Terhadap Performa Pompa Sentrifugal
-
Pengaruh Variasi Debit Aliran Terhadap Performa Pompa Sentrifugal
Pompa merupakan salah satu alat yang bisa kita katakan penting dalam kehidupan sehari-hari dalam hal pendistribusian cairan atau fluida. Pompa juga memiliki berbagai jenis dan bentuk yang berbeda beda. Adapun salah satu jenis dari pompa adalah pompa sentrifugal. Namun terdapat beberapa masalah yang sering dihadapi dari pompa sentrifugal yaitu performa pompa tersebut, sehingga mengakibatkan variasi aliran terhadap daya pompa dan daya hidrolis yang kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui untuk mengetahui pengaruh variasi debit aliran terhadap performa pompa sentrifugal. Selanjutnya, data hasil pengujian didapatkan dengan metode eksperimen. Metode yang dilakukan adalah pengujian dan pengamatan secara langsung dari pengaruh variasi debit aliran terhadap performa pompa. Berdasarkan data yang didapatkan nilai efisiensi pompa atau performa pompa sentrifugal yang tertinggi ialah pada debit aliran 0,000083 m3/s yaitu sebesar 8,26 %. Hal ini terjadi karna perbandingan dari daya hidrolis dan daya pompa lebih optimal daripada debit aliran lainnya.
Perkembangan dan Keberlanjutan Perkotaan di Pulau Penghasil Tambang Indonesia (Studi Kasus Pulau Kalimantan)
ABSTRAK PERKEMBANGAN DAN KEBERLANJUTAN PERKOTAAN DI PULAU PENGHASIL TAMBANG INDONESIA (Studi Kasus Pulau Kalimantan) Ainul Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini adalah mengetahui perkembangan dan keberlanjutan perkotaan di pulau Kalimantan. Keberlanjutan dilihat dari dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS semua kota. Metode analisis adalah Regional Susutainable Account dan Alokasi ruang per Orang. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan kota dengan tingkat kepadatan penduduk rentang 1000-8000 jiwa/km2 yaitu Kota Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Bontang. Tingkat Alokasi Ruang rentang 0,0000-(-0,5000) Hektar/orang yaitu Kota Balikpapan. Nilai keberlanjutan rentang 0,000-4,000 ada pada kota Banjarbaru, Singkawang, Bontang, Palangkaraya, Tarakan, Banjarmasin dan Balikpapan, kriteria keberlanjutan tahun 2011 pada Kota Banjarbaru, Singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Palangkaraya, Bontang masuk dalam kriteria sustainable, Banjarmasin, Balikpapan masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Tarakan masuk kriteria unsustainable dan Pontianak masuk kriteria cronic unsustainable. Pada tahun 2016, Kota Banjarbaru masuk dalam kriteria good sustainable, Tarakan, Palankaraya, Singkawang, Bontang masuk kriteria sustainable, Banjarmasin masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Balikpapan masuk kriteria unsustainable, Pontianak masuk dalam kriteria cronic unsustainable. Sedangkan pada tahun 2021, Kota Banjarbaru dan singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Banjarmasin, Bontang masuk kriteria sustainable, Tarakan masuk kriteria almost sustainable, Balikpapan dan Pontianak masuk kriteria almost unsustainable, Palangkaraya masuk kriteria unsustainable dan Samarinda masuk dalam kriteria cronic unsustainable.
Perkembangan dan Keberlanjutan Perkotaan di Pulau Penghasil Tambang Indonesia (Studi Kasus Pulau Kalimantan)
ABSTRAK PERKEMBANGAN DAN KEBERLANJUTAN PERKOTAAN DI PULAU PENGHASIL TAMBANG INDONESIA (Studi Kasus Pulau Kalimantan) Ainul Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini adalah mengetahui perkembangan dan keberlanjutan perkotaan di pulau Kalimantan. Keberlanjutan dilihat dari dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS semua kota. Metode analisis adalah Regional Susutainable Account dan Alokasi ruang per Orang. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan kota dengan tingkat kepadatan penduduk rentang 1000-8000 jiwa/km2 yaitu Kota Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Bontang. Tingkat Alokasi Ruang rentang 0,0000-(-0,5000) Hektar/orang yaitu Kota Balikpapan. Nilai keberlanjutan rentang 0,000-4,000 ada pada kota Banjarbaru, Singkawang, Bontang, Palangkaraya, Tarakan, Banjarmasin dan Balikpapan, kriteria keberlanjutan tahun 2011 pada Kota Banjarbaru, Singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Palangkaraya, Bontang masuk dalam kriteria sustainable, Banjarmasin, Balikpapan masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Tarakan masuk kriteria unsustainable dan Pontianak masuk kriteria cronic unsustainable. Pada tahun 2016, Kota Banjarbaru masuk dalam kriteria good sustainable, Tarakan, Palankaraya, Singkawang, Bontang masuk kriteria sustainable, Banjarmasin masuk kriteria almost sustainable, Samarinda masuk kriteria almost unsustainable, Balikpapan masuk kriteria unsustainable, Pontianak masuk dalam kriteria cronic unsustainable. Sedangkan pada tahun 2021, Kota Banjarbaru dan singkawang masuk dalam kriteria good sustainable, Banjarmasin, Bontang masuk kriteria sustainable, Tarakan masuk kriteria almost sustainable, Balikpapan dan Pontianak masuk kriteria almost unsustainable, Palangkaraya masuk kriteria unsustainable dan Samarinda masuk dalam kriteria cronic unsustainable.
Peran orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Matematika Pada Masa Pandemi Siswa Kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua terhadap motivasi belajar matematika pada masa pandemi siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel didasarkan latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda-beda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)S01 memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi karena orang tua S01 menjalankan perannya dengan optimal dalam kegiatan belajar matematika S01. Sedangkan S03 memiliki motivasi belajar matematika yang rendah karena orang tua S03 belum optimal menjalankan perannya dalam kegiatan belajar matematika S03; 2)Tedapat temuan unik yang menunjukkan S02 memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi dengan kondisi orang tua S02 belum optimal menjalankan perannya dalam kegiatan belajar matematika S02. Hal ini dikarenakan orang tua S02 memberikan kesempatan kepada S02 untuk mengeksplorasi kegiatan belajar matematika yang diikuti. Sehingga menumbuhkan sikap tanggungjawab, kemandirian dan memperkuat motivasi dari dalam diri S02 dalam belajar matematika.
Peran orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Matematika Pada Masa Pandemi Siswa Kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua terhadap motivasi belajar matematika pada masa pandemi siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel didasarkan latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda-beda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)S01 memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi karena orang tua S01 menjalankan perannya dengan optimal dalam kegiatan belajar matematika S01. Sedangkan S03 memiliki motivasi belajar matematika yang rendah karena orang tua S03 belum optimal menjalankan perannya dalam kegiatan belajar matematika S03; 2)Tedapat temuan unik yang menunjukkan S02 memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi dengan kondisi orang tua S02 belum optimal menjalankan perannya dalam kegiatan belajar matematika S02. Hal ini dikarenakan orang tua S02 memberikan kesempatan kepada S02 untuk mengeksplorasi kegiatan belajar matematika yang diikuti. Sehingga menumbuhkan sikap tanggungjawab, kemandirian dan memperkuat motivasi dari dalam diri S02 dalam belajar matematika.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN
Masih adanya ibu hamil dan bayi yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan atau asuhan secara komprehensif. Maka hal tersebut menjadi masalah yang harus segera ditangani, sehingga perlu dilakukan asuhan komprehensif dimulai sejak masa kehamilan, persalinan, nifas hingga pada bayi baru lahir. Asuhan komprehensif dilakukan melalui pengambilan data langsung dengan pasien dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S kunjungan awal dilakukan pada tanggal 10 Maret 2022 dengan diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 35 minggu janin tunggal hidup intrauterin dengan anemia ringan dan KEK. Pada tanggal 04 April 2022 Ny. S datang dengan keluhan perut kencang-kencang dan nyeri perut tembus ke belakang. Diagnosa dari hasil pemeriksaan pada Ny. S yaitu G1P0A0 hamil 39 minggu janin tunggal hidup intrauterine kk (+) inpartu kala I fase aktif keadaan ibu dan bayi baik dengan 60 langkah asuhan persalinan normal dari kala II-IV. Asuhan nifas dilakukan pemberian KIE ambulasi dini dan pelaksanaan asuhan bayi baru lahir (BBL) yaitu perawatan tali pusat. Pengambilan data dilakukan langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah diberikan pada Ny. S didapatkan bahwa selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny. S berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny. S dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya asuhan kebidanan komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN
Masih adanya ibu hamil dan bayi yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan atau asuhan secara komprehensif. Maka hal tersebut menjadi masalah yang harus segera ditangani, sehingga perlu dilakukan asuhan komprehensif dimulai sejak masa kehamilan, persalinan, nifas hingga pada bayi baru lahir. Asuhan komprehensif dilakukan melalui pengambilan data langsung dengan pasien dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S kunjungan awal dilakukan pada tanggal 10 Maret 2022 dengan diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 35 minggu janin tunggal hidup intrauterin dengan anemia ringan dan KEK. Pada tanggal 04 April 2022 Ny. S datang dengan keluhan perut kencang-kencang dan nyeri perut tembus ke belakang. Diagnosa dari hasil pemeriksaan pada Ny. S yaitu G1P0A0 hamil 39 minggu janin tunggal hidup intrauterine kk (+) inpartu kala I fase aktif keadaan ibu dan bayi baik dengan 60 langkah asuhan persalinan normal dari kala II-IV. Asuhan nifas dilakukan pemberian KIE ambulasi dini dan pelaksanaan asuhan bayi baru lahir (BBL) yaitu perawatan tali pusat. Pengambilan data dilakukan langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah diberikan pada Ny. S didapatkan bahwa selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny. S berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny. S dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya asuhan kebidanan komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.