Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Perhitungan keberlanjutan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Assesment Keberlanjutan Pembangunan dengan Regional Sustainable Account (RSA) di Provinsi Sulawesi Selatan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASSESMENT KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN DENGAN REGIONAL SUSTAINABLE ACCOUNT (RSA) DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Pemi Markus Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi lingkungan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi sosial Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan untuk mengatahui pola spasial keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang kemudian diolah dengan metode alat analsis yaitu Regional Sustainable Account (RSA). Hasil studi menunjukan bahwa Berdasarkan hasil perhitungan RSA, nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2020 yaitu nilai (RSA rata-rata) di setiap Kabupaten dan Kota pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: Kabupaten Kepulauan Selayar (6,37 menjadi 4,68); Bulukumba (10,50 menjadi 7,62); Bantaeng (1,93 menjadi -1,54); Jeneponto (10,23 menjadi 8,61); Takalar (33,89 menjadi 32,02); Gowa (2,79 menjadi 0,18; Sinjai (5,01 menjadi 2,81); Maros (6,25 menjadi 4,35); Pangkajene dan Kepulauan (20,46 menjadi 17,59); Barru (2,65 menjadi -0,29); Bone (2,09 menjadi -1,35); Soppeng (3,11 menjadi 0,68); Wajo (1,06 menjadi -0,95); Sidenreng Rappang (2,46 menjadi 0,52); Pinrang (0,15 menjadi -2,22); Enrekang (1,57 menjadi -0,15); Luwu (1,77 menjadi -0,48); Tana Toraja (1,82 menjadi 0,01); Luwu Utara (5,18 menjadi 1,80); Luwu Timur (1,26 menjadi -1,26); Toraja Utara (2,48 menjadi -2,30); Makassar (-8,17 menjadi -8,78); Palopo ( -0,18 menjadi -3,61); dan Parepare (-0,51 menajadi -1,66). Kriteria umum pada keberlanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pada tahun 2015 berada pada kriteria sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan dua kelas kriteria keberlanjutan pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu berada pada kriteria medium. Pentingnya kebijakan pemerintah untuk penanganan angkatan kerja yang produktifitas dengan membuka lapangan kerja juga bisa dalam hal penyediaan layanan pelatihan kerja untuk meningkatkan SDM yang juga dapat membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan sendiri. Juga memperkecil angka kriminalitas dan kecelakaan lalulintas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analysis Regional Sustainability pembangunan Provinsi Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALYSIS REGIONAL SUSTAINABILITY PEMBANGUNAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA UMMI KALSUM Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan bagaimana keberlanjutan wilayah di Provinsi Kalimantan Utara menggunakan alat analisis RSA (Regional Sustainable Account) dengan tiga dimensi yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder dimana bersumber dari BPS Kalimantan Utara perKabupaten/Kota serta data yang bersumber dari statistik pemerintahan Kalimantan Utara. Hasil dari penelitian dengan berdasarkan alat analisis RSA (Regional Sustainable Account) dimana menunjukkan pada tahun 2017 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable kemudian di setiap Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Malinau Sustainable, Kabupaten Bulungan Good Sustainable, Kabupaten Tana Tidung Sustainable, Kabupaten Nunukan Good Sustainable, dan Kota Tarakan Cronic Unsustainable. Ditahun 2018 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable masih sama dengan tahun 2017, untuk setiap Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Malinau mengalami penurunan menjadi kriteria Almost Unsustainable, Kabupaten Bulungan Good Sustainable, Kabupaten Tana Tidung masih sama Sustainable, Kabupaten Nunukan Sustainable, dan Kota Tarakan mengalami kenaikan mejadi Almost Sustainable. Terakhir tahun 2019 pembangunan keberlanjutan pada Provinsi Kalimantan Utara termasuk pada kriteria umum Almost Sustainable sama dengan 2 tahun lainnya, selanjutnya kriteria pada Kabupaten/Kota dimana Kabupaten Malinau Good Sustainable, Kabupaten Bulungan Almost Sustainable, Kabupaten Tana Tidung Good Sustainable, Kabupaten Nunukan Sustainable dan Kota Tarakan Almost Sustainable.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI REGIONAL SUSTAINABLE ACCOUNT (RSA) DALAM SUSTAINABLE DEVELOPMENT PULAU KALIMANTAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial pada keberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan, untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ketidakberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan, dan untuk mengetahui pola spasial keberlanjutan pembangunan di Pulau Kalimantan. Data yang digunakaan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan melihat pelaksanaan prinsip pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara yang dilihat dari dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Metode alat analisis yang digunakan adalah Regional Sustainable Account (RSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan di setiap Provinsi pada tahun 2015 di Pulau Kalimantan yaitu Provinsi kalimantan Barat masuk dalam kriteria keberlanjutan almost unsustainable, Kalimantan Tengah masuk pada kriteria good sustainable, lalu kriteria sustainable yaitu Kalimantan Selatan, kemudian kalimantan Timur masuk kriteria cronic unsustainable, dan Kalimantan Utara masuk pada kriteria good sustainable. Untuk tahun 2020 Provinsi Kalimantan Barat berada pada kriteria almost unsustainable, Kalimantan Tengah mengalami pergeseran kriteria menjadi sustainable, lalu Kalimantan Selatan men jadi good sustainable, kemudian Kalimantan Timur masuk kriteria almost unsustainable, dan Kalimantan Utara bergeser menjadi kriteria cronic unsustainable. Hal itu menunjukkan hasil akhir dari penelitian ini bahwa kriteria umum pada keberlanjutan di Pulau Kalimantan yaitu pada tahun 2015 Pulau Kalimantan berada pada kriteria almost sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan derajat kriteria keberlanjutan pada Pulau Kalimantan yaitu kriteria medium. Hal ini disebabkan pada tahun 2015 Pulau kalimantan memiliki peran positif yang cukup besar dari berbagai indikator pada setiap dimensi. Sedangkan pada tahun 2020 Pulau Kalimantan banyak terjadi permasalahan dari berbagai dimensi yang menyebabkan pengaruh negatif yang cukup besar di setiap indikator.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail