ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sebagian besar praktik agribisnis padi ladang di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, masih bertumpu pada pengetahuan adat masyarakat Dayak Kenyah yang diwariskan lintas generasi, namun kajian yang mengaitkan pengetahuan tersebut dengan seluruh subsistem agribisnis sekaligus dimensi keberlanjutannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan kearifan lokal pada tiap subsistem agribisnis padi ladang, dan (2) menganalisis perannya terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2026 dengan pendekatan kualitatif deskriptif di lokasi yang dipilih secara purposive. Sebanyak 30 informan dijaring melalui snowball sampling, diawali dari kepala desa dan tetua adat, dengan data dihimpun lewat wawancara mendalam dan observasi, lalu dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa praktik adat hadir pada kelima subsistem: pemilihan lahan dan penentuan waktu tanam lewat Ungun Tau pada subsistem hulu, pertukaran benih dan pengendalian hama alami pada usahatani, pengeringan serta penyimpanan di lumbung adat pada subsistem hilir, musyawarah penentuan harga pada pemasaran, hingga peran kelembagaan adat pada subsistem penunjang. Praktik-praktik tersebut terindikasi berkontribusi pada efisiensi biaya usaha (ekonomi), penguatan solidaritas dan modal sosial warga (sosial), serta pembatasan eksploitasi lahan dan hutan (lingkungan), meski kontribusi ekologisnya lebih menonjol pada subsistem hulu hingga hilir dibanding pemasaran dan kelembagaan. Dominasi informan berusia lanjut mengindikasikan adanya risiko kesenjangan regenerasi pengetahuan, sehingga dokumentasi dan pewarisan kearifan lokal kepada generasi muda perlu terus diupayakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tumbuhan obat merupakan segala jenis tumbuhan yang diyakini mempunyai khasiat obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis, bagian, manfaat/khasiat, dan cara penggunaan tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipan, wawancara semi berstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 22 jenis tumbuhan obat yang yang tergolong kedalam 17 famili. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun, akar, batang, buah, rimpang, kulit, umbut dan umbi. Organ tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian daunnya. Manfaat dan khasiat dari tumbuhan obat yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari yaitu untuk mencegah penyakit seperti menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi, mengobati penyakit ringan seperti sakit perut, masuk angin, luka-luka, demam, mimisan, sakit maag, batuk-batuk, sakit gigi dan cacingan. Penyakit berat seperti malaria, asam urat, pelien, batu ginjal, usus buntu, tekanan dan gula darah, serta sebagai obat penawar racun. Cara pengolahan tumbuhan obat antara lain ditumbuk, diparut, dikikis/iris, diasapkan/dipanggang, direbus, dikunyah, dibakar, digosok, diperas dan tanpa diolah. Cara penggunaannya adalah diminum, dimakan, dikunyah, ditempelkan, diusap, diperas dan dikompres. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai acuan atau bahan referensi dalam kajian mengenai tumbuhan obat dan pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research is a study of Dayak Kenyah customary law enforcement regarding the criminal act of distributing alcoholic beverages. The aim of the research is to find out how the law is enforced and what are the obstacles in enforcing Dayak Kenyah customary law regarding criminal acts of distribution of alcoholic drinks in Nawang Baru Village. This research is empirical legal research with a descriptive research method and the approach in this research is a qualitative analysis approach. Next, collecting legal materials used primary legal materials in the form of interviews with the Traditional Head of Nawang Baru Village and supported by secondary legal materials. From the results of the research, it can be understood that the enforcement of the Dayak Kenyah Customary law regarding criminal acts of distribution of alcoholic beverages was carried out by the Traditional Head together with the Traditional Leaders, Village Heads and Nawang Baru Village Staff from 2020 to 2024, getting positive results. The flow of customary law cases regarding the criminal act of distributing alcoholic beverages is Alaq Pengembadaq (Receiving Reports) Mengin Kelu'ong (Summoning witnesses and perpetrators), Pemong Madong (Traditional Trial) Pengebadaq Cen Adet (Customary Decision). Based on this, there are several obstacles in enforcing Dayak Kenyah customary law regarding the criminal act of distributing alcoholic beverages, namely enforcement of customary law which is still less effective, difficulty in obtaining evidence, limited human resources (officers who are given responsibility for carrying out supervision), lack of awareness of the community or perpetrators. on the circulation of alcoholic beverages.