ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi petani hortikultura dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung menunjukkan tingkat yang beragam, baik dalam kehadiran, keterlibatan dalam diskusi, maupun penerapan materi penyuluhan dalam kegiatan usahatani. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani hortikultura serta mengidentifikasi peran yang paling mendorong partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani hortikultura. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani terlaksana melalui empat peran utama, yaitu fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani memperoleh informasi, teknologi, dan solusi usahatani. Sebagai motivator, penyuluh memberikan dorongan dan semangat kepada petani. Sebagai edukator, penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai komunikator, penyuluh membangun komunikasi dua arah dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran edukator merupakan peran yang paling mendorong partisipasi petani dan dipilih oleh 11 informan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyuluhan pertanian memberikan pembelajaran kepada para petani agar mereka mengetahui informasi terbaru dalam dunia pertanian. Peran penyuluh pertanian dalam hal ini juga membantu upaya pengembangan peran kelompok tani supaya lebih berkembang lagi. kelompok tani sebagai wadah bagi petani untuk berorganisasi, dimana kelompok tani memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat petani untuk mengtahui (1) Bagaimana peran penyuluh pertanian di Kelompok Wanita Tani; (2) Apa faktor pendukung dan penghambat penyuluh pertanian di Kelompok Wanita tani. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Bekabun Taka dan Kartika sejahtera di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Penilitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling. Kelompok Wanita Tani Bekabu Taka dan Kartika Sejahtera, sedang kan key informan yaitu Kepala Dinas dan Penyuluh Pertanian. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peran Penyuluh Pertanian dalam pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kartika Sejahtera dan Bekabun Taka berjalan dengan dengan baik, sehingga peran penyuluh pertanian sebagai edukator, motivator, dan fasilitator dapat diterima kelompok wanita tani dalam menjalankan usahatani kelompoknya dan kelembagaan kelompok wanita tani. Berdasarkan hasil yang sudah didapatkan bahwa faktor pendukung juga bisa dilihat dari fasilitas prasarana menjadi lebih mandiri, kreatif, dan inovatif. Faktor pendukung ini juga dapat menambah kualitas dari penyuluh dinas pertanian agar kegiatan lapangan yang mereka jalankan menjadi lebih mudah di laksanakan dan faktor penghambat akan membuat kualitas penyuluh menjadi menurun karena dengan terhalangnya tujuan penyuluh sehingga membuat kurang efektifnya tugas dan tanggung jawab penyuluh dinas pertanian kepada kelompok wanita tani yang akan dibina oleh penyuluh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sedulun yaitu kurangnya bimbingan serta kurangnya pengetahuan para petani terhadap pengembangan pembangunan pertanian dalam mengakses teknologi dan peningkatan manajemen usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dan tingkat efektivitas peran penyuluhan pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Sampel ditentukan dengan metode purposive sebanyak 40 orang petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian di Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung meliputi peran sebagai fasilitator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal memfasilitasi kebutuhan para petani juga membantu petani dalam memberikan bantuan berupa saprodi (pupuk,bibit,racun) dan memberikan kartu tani kepada para petani agar dapat mempermudah petani dalam kebutuhan usahataninya, peran sebagai motivator yang memberikan semangat juga motivasi kepada para petani dalam berusaha tani agar kelompok tani di Desa Sedulun dapat maju dan berkembang, peran sebagai educator yang memberikan inovasi kepada para petani agar lebih mempermudah kegiatan usahatani serta memberikan ide-ide yang baru kepada para petani untuk mengasa ilmu pengetahuan petani agar lebih berkembang dan peran sebagai komunikator yang berperan penting dan sudah menjalankan tugasnya dalam hal berkomunikasi dengan baik kepada para petani juga sering turun kelapangan langsung dan berkunjung kepada kelompok tani di Desa Sedulun. Efektivitas Peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, educator dan komunikator dapat dikategorikan (efektif) berdasarkan penggunaan skoring, penyuluh pertanian sebagai fasilitator memperoleh skor rata-rata 14,58 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai motivator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif, penyuluh pertanian sebagai educator memperoleh skor rata-rata 15 dengan kriteria efektif dan penyuluh pertanian sebagai komunikator memperoleh skor rata-rata 14,73 dengan kriteria efektif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran penyuluh pertanian sangatlah penting dalam pemberdayaan masyarakat petani di Kecamatan Tarakan Barat agar dapat meningkatkan kinerja usaha tani dibutuhkan peran penyuluh pertanian dapatalam mendampingi dan membantu petani untuk menghadapi masalah mereka yang ada. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui karakteristik petani di kelompok tani karya harapan kota tarakan. Untuk mengetahui peran penyuluh di kelompok tani karya harapan kota tarakan. Untuk mengetahui perilaku petani di kelompok tani karya harapan kota tarakan. Jenis penelitian ini adalahdeskriftif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan data yang berdasarkan kriteria suatu karakteristik atau ciri-ciri untuk mendapatlkan sampel relevan untuk mencapai tujuan tertentu. dikelurahan Karang Harapan, Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan menganalisis data dengan menggambarkan bagaimana peran penyuluh dan perilaku petani, Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh dan perilaku petani memiliki karakteristik umur,tingkat pendidikan,lama bekerja, jenis kelamin memiliki keberhasilan bekerja. yang berpengaruh dalam peran penyuluh memiliki persentasi 74% diktegorikan kurang dan perilaku petani memiliki persentasi 64% dikategorikan baik. Hal ini menunjukan peran penyuluh kurang memberikan dampak bagi perilaku petani. Petani cenderung berprilaku dalam aspek Pengetahuan petani,Sikap Perani dan Keterampilan Petani yang berawal dari pengalaman bertani. Kata Kunci : Peran Penyuluh Petani, Perilaku Petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran penyuluh dalam pemberdayaan yaitu membantu petani meningkatkan kesejahteraan dengan memperkaya ilmu pengetahuan, Dimana penyuluh membantu bagaimana petani bisa mandiri, kuat dan bisa memecahkan suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani Tampilon Putra di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara. (2) Mengetahui tingkat keberdayaan kelompok tani Tampilon Putra di Desa Belayan, kecamatan Malinau Utara. (3) Mengetahui strategi pemberdayaan kelompok tani Tampilon Putra melalui penyuluh pertanian di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara. Lokasi penelitian ini adalah di Kelompok Tani Tampilon Putra Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, yaitu Kelompok tani Tampilon Putra dengan Anggota yang aktif. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani, kedua menggunakan skala likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian gejala sosial, ketiga menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pemberdayaan kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh pertanian sebagai motivator, fasilitator, dan edukator sudah (Baik) dalam proses memberdayakan Kelompok Tani Tampilon Putra, tingkat keberdayaan kelompok tani dengan tingkat partisipasi, pemenuhan kebutuhan dan keterampilan yang dimiliki oleh anggota kelompok tani sudah (Baik), strategi pemberdayaan kelompok tani menunjukkan nilai x0 yaitu 0,69 dan y>0.65. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran penyuluh dalam pendampingan petani sangat diperlukan dalam aktivitas usahatani padi yang lebih baik, dapat dilihat dari adanya peningkatan produktivitas usahatani dan kesejahteraan petani sehingga akan meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui peran penyuluh pertanian dalam usaha tani padi pada Kelompok Tani di Desa Lapri. 2. Menganalis pendapatan usaha tani padi pada Kelompok Tani di Desa Lapri. 3. Mengetahui pengaruh peran penyuluh terhadap tingkat pendapatan usaha tani padi pada Kelompok Tani di Desa Lapri. Metode penentuan sampel adalah teknik purposive sampling dengan jumlah responden yang sesuai dengan kriteria yaitu 51 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner dan teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif, analisis pendapatan dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran penyuluh di Kelompok Tani Desa Lapri sebagai guru skor 13,9, penasihat skor 13,6, penganalisa skor 12,9 dan organisator 13,4 dengan total skor 53,8 dikatakan sangat berperan. Berdasarkan total biaya lahan pemilik yang harus dikeluarkan per petani sebesar Rp 2.675.433 dan penerimaan Rp. 11.538.621 sehingga pendapatan rata rata per petani padi sebesar Rp. 8.863.188. Jika dikonversi 1 ha rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 12.661.697. Sedangkan total biaya lahan penggarap yang harus dikeluarkan per petani yaitu sebesar Rp 4.361.707 dan penerimaan Rp. 12.352.500 sehingga pendapatan rata rata per petani padi sebesar Rp. 7.990.792. Jika dikonversi 1 ha rata-rata pendapatan per petani sebesar Rp 11.415.418. Analisis regresi sederhanaa diperoleh persamaan Y=0,572+0,690X+e, dengan R Square sebesar sebesar 53%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua pertanyaan. Pertama, bagaimana pengembangan agribisnis di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Timur Provinsi Kalimantan Utara ? Kedua, bagaimana peran penyuluh dalam pengembangan agribinsis di wilayah Perbatasan Kecamatan Sebatik Timur Provinsi Kalimantan Utara ?. Skripsi ini merupakan Penelitian survei, menggunakan responden yang dipilih menggunakan sampling kuota dengan memilih 43 responden dari kelompok tani yang terpilih sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Data di analisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif agribinsis di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Timur Provinsi Kalimantaan Utara, memiliki tiga komoditas unggulan yaitu padi, kelapa sawit dan kakao. Ketiga komoditas unggulan tersebut memiliki empat subsistem agribisnis diantaranya: subsistem hulu, subsistem on-farm, subsistem hilir dan subsistem penunjang. Berdasarkan hasil analisis peran penyuluh dalam pengembangan agribisnis di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Timur Provinsi Kalimantan Utara dikategorikan sudah berperan dalam menjalankan tuganya sebagai motivator, edukator, katalisator, organisator, komunikator dan advistor. Dari keenam peran penyuluh, penyuluh sebagai katalisator merupakan peran tertinggi dalam pengembangan agribisnis di wilayah Perbatasan Kecamatan Sebatik Timur Provinsi Kalimantan Utara.