Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Pemberdayaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii menjadi komoditas unggulan pada sektor perikanan dan kelautan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Namun demikian, sektor ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama di Kota Tarakan adalah rendahnya tingkat keberdayaan petani dalam mengakses, teknologi budidaya informasi, permodalan, serta strategi pemasaran hasil produksi. Selain itu, harga rumput laut juga sering mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani rumput laut, tingkat keberdayaan petani rumput laut serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberdayaan. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda yang mencakup uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal didominasi oleh laki-laki, berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, menjadikan budidaya rumput laut sebagai pekerjaan utama, serta memiliki pendapatan dan produksi yang relatif baik. Tingkat keberdayaan petani tergolong tinggi dengan persentase sebesar 86%. Faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani adalah pemberdayaan petani dan persepsi petani, dengan persepsi petani sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat keberdayaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA DESA DI KECAMATAN MALINAU BARAT

2026•

Pemanfaatan Dana Desa menjadi faktor penting pemerintah Indonesia untuk mendorong pembangunan pedesaan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga, sejalan dengan tren global yang menunjukkan bahwa investasi pada desa dapat memperkuat kapasitas ekonomi komunitas dan meningkatkan akses terhadap layanan dasar. Di Desa Tanjung Lapang, efektivitas pemanfaatan dana desa menjadi perhatian karena tantangan terkait pengelolaan, kapasitas aparatur desa, dan keterlibatan masyarakat masih muncul, sehingga hasil pembangunan belum selalu optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan Dana Desa di Tanjung Lapang dengan acto pada hasil pembangunan, keterlibatan masyarakat, dan tata kelola keuangan desa, serta mengeksplorasi actor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan program dan implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparat desa, anggota masyarakat, dan pemangku kepentingan acto, serta melalui observasi dan studi dokumen resmi terkait pengelolaan dana desa. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemanfaatan Dana Desa di Tanjung Lapang dipengaruhi oleh keterlibatan aktif masyarakat, kapasitas aparatur desa, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sementara keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya koordinasi antar pihak menjadi actor penghambat utama. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola dana desa dalam merancang strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berdampak nyata bagi pembangunan desa dan kesejahteraan warga.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MODERASI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA TRANSPARANSI KEUANGAN, AKUNTABILITAS KEUANGAN ALOKASI DANA DESA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi pada Desa Pulau Sapi Kabupaten Malinau)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transparansi Keuangan, Akuntabilitas Keuangan, dan Pemberdayaan Masyarakat terhadap Kesejahteraan Masyarakat, serta mengevaluasi peran moderasi Partisipasi Masyarakat dalam hubungan antar variabel tersebut di Desa Pulau Sapi, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dari 322 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,269, t-statistic 6,859, p-value 0,000). Akuntabilitas Keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, meskipun dengan pengaruh yang lebih kecil (koefisien 0,121, tstatistic 2,624, p-value 0,009). Pemberdayaan Masyarakat memberikan pengaruh positif paling kuat terhadap Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,435, t-statistic 8,535, p-value 0,000), menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan. Dalam peran moderasi, Partisipasi Masyarakat menunjukkan pengaruh signifikan pada hubungan antara Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,133, tstatistic 2,883, p-value 0,004). Namun, pada hubungan Transparansi Keuangan dengan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien -0,003, t-statistic 0,098, p-value 0,922) dan Akuntabilitas Keuangan dengan Kesejahteraan Masyarakat (koefisien 0,028, t-statistic 0,680, p-value 0,497), partisipasi masyarakat tidak menunjukkan pengaruh moderasi yang signifikan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Takau Melalui Penyuluh Di Desa Sebidai Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberdayaan merupakan proses Panjang yang membangun kemampuan masyarakat dari waktu ke waktu melalui tinfakan nyata yang diambil dalam langkah-langkah kecil. Dalam pemberdayaan masyarakat, masyarakat desa setempat perlu lebih berpartisipasi dan inisiatif ini untuk memberdayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat di Kelompok Tani Takau yang terletak di Desa Sebidai Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Dan Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu anggota kelompok tani takau. Dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara. Analisis data yang diguankan yaitu deskriptif kualitatif untuk mengungkapkan dan menjelaskan suatu fenomena yang sedang berlangsung. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kelompok tani takau mengalami kesulitan dalam mendapatkan bantuan dari pemerintah yang sering kali tidak menanggapi proposal yang diajukan, serta keterbatasan waktu penyuluh dalam melakukan pendamping. Upaya yang di lakukan Kelompok Tani Takau Menyusun proposal bantuan mencakup rencana penggunaan dana dan manfaat yang diharapkan. Selain itu diharapkan penyuluh harus menyempatkan waktu untuk bertemu Kelompok Tani Takau untuk memberi kan materi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMBERDAYAAN UMKM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PEREKONOMIAN KABUPATEN MALINAU

2025•

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah seperti Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan UMKM dalam meningkatkan perekonomian daerah. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Responden utama meliputi, aparatur pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM di Kabupaten Malinau telah dilakukan melalui berbagai program, seperti pelatihan kewirausahaan, fasilitasi permodalan, perluasan akses pasar, dan digitalisasi bisnis. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan tantangan yang signifikan, termasuk keterbatasan bahan baku berkualitas, sulitnya akses transportasi, dan rendahnya literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan strategi kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan dapat menjadi katalis utama dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Malinau. Dengan pendekatan yang tepat, UMKM memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN KLOMPOK WANITA TANI (KWT) STUDI KASUS DI KARTIKA SEJAHTRA DAN BEKABUN TAKA KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyuluhan pertanian memberikan pembelajaran kepada para petani agar mereka mengetahui informasi terbaru dalam dunia pertanian. Peran penyuluh pertanian dalam hal ini juga membantu upaya pengembangan peran kelompok tani supaya lebih berkembang lagi. kelompok tani sebagai wadah bagi petani untuk berorganisasi, dimana kelompok tani memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat petani untuk mengtahui (1) Bagaimana peran penyuluh pertanian di Kelompok Wanita Tani; (2) Apa faktor pendukung dan penghambat penyuluh pertanian di Kelompok Wanita tani. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Bekabun Taka dan Kartika sejahtera di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Penilitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling. Kelompok Wanita Tani Bekabu Taka dan Kartika Sejahtera, sedang kan key informan yaitu Kepala Dinas dan Penyuluh Pertanian. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peran Penyuluh Pertanian dalam pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kartika Sejahtera dan Bekabun Taka berjalan dengan dengan baik, sehingga peran penyuluh pertanian sebagai edukator, motivator, dan fasilitator dapat diterima kelompok wanita tani dalam menjalankan usahatani kelompoknya dan kelembagaan kelompok wanita tani. Berdasarkan hasil yang sudah didapatkan bahwa faktor pendukung juga bisa dilihat dari fasilitas prasarana menjadi lebih mandiri, kreatif, dan inovatif. Faktor pendukung ini juga dapat menambah kualitas dari penyuluh dinas pertanian agar kegiatan lapangan yang mereka jalankan menjadi lebih mudah di laksanakan dan faktor penghambat akan membuat kualitas penyuluh menjadi menurun karena dengan terhalangnya tujuan penyuluh sehingga membuat kurang efektifnya tugas dan tanggung jawab penyuluh dinas pertanian kepada kelompok wanita tani yang akan dibina oleh penyuluh.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Embung Bengawan di Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petani sebagai salah satu sumber daya manusia pertanian, selama ini dinilai masih memiliki berbagai keterbatasan yang berujung pada rendahnya kualitas hidup. Sementara pada saat yang sama masyarakat tani menghadapi banyak pemasalahan dalam pemberdayaan hasil pertaniannya kurang dilakukan secara maksimal. Kelompok Tani Embung Bengawan dibentuk atas dasar kesamaan tujuan para pemilik usaha tani, aspek peternakan dan aspek perikanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berfikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan tersebut. Kelompok tani ini memiliki jumlah anggota kelompok sebanyak 70 orang dengan penentuan sampel dengan kuota sampling sebanyak 25 orang di Kelompok Tani Embung Bengawan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode skoring dengan skala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa Teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pemberdayaan anggota kelompok tani berdasarkan indikator input yaitu dikategorikan sangat setuju dengan rataan skor 13,56. Pada indikator proses dikategorikan setuju dengan rataan skor 8,44. Dan pada indikator output dikategorikan setuju dengan rataan skor 11,68. Faktor pendukung pemberdayaan adalah dukungan dari pemerintah, motivasi, program pelatihan keterampilan dari PPL dan permodalan, untuk faktor penghambat adalah pengetahuan yang minim, kreatifitas yang masih rendah, kurangnya partisipasi anggota saat pemberdayaan, hama/penyakit, perubahan cuaca dan faktor kekuasaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemberdayaan Kelompok Tani Harapan Sejahtera Di Kelurahan Kampung 6 Kecamatan Tarakan Timur.

2023•

ABSTRAK Konsep pemberdayaan muncul dari kegiatan dan upaya penguatan modal sosial yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Konsep pemberdayaan pada dasarnya adalah transfer kekuasaan melalui penguatan modal sosial pada kelompok masyarakat, untuk menjadikan mereka lebih produktif dan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang produktif. Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat juga termasuk konsep pembangunan ekonomi yang berisi nilai-nilai sosial. Konsep tersebut mencerminkan cara pembangunan yang bersifat peoplecentered, participatory, empowering, dan sustainable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pemberdayaan Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Harapan Sejahtera Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive Sampling) dengan pertimbangan bahwa berdasarkan pra survei lapangan diketahui bahwa Kelompok Tani Harapan Sejahtera masih aktif hingga saat ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TAMPILON PUTRA DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran penyuluh dalam pemberdayaan yaitu membantu petani meningkatkan kesejahteraan dengan memperkaya ilmu pengetahuan, Dimana penyuluh membantu bagaimana petani bisa mandiri, kuat dan bisa memecahkan suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani Tampilon Putra di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara. (2) Mengetahui tingkat keberdayaan kelompok tani Tampilon Putra di Desa Belayan, kecamatan Malinau Utara. (3) Mengetahui strategi pemberdayaan kelompok tani Tampilon Putra melalui penyuluh pertanian di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara. Lokasi penelitian ini adalah di Kelompok Tani Tampilon Putra Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, yaitu Kelompok tani Tampilon Putra dengan Anggota yang aktif. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani, kedua menggunakan skala likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian gejala sosial, ketiga menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pemberdayaan kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh pertanian sebagai motivator, fasilitator, dan edukator sudah (Baik) dalam proses memberdayakan Kelompok Tani Tampilon Putra, tingkat keberdayaan kelompok tani dengan tingkat partisipasi, pemenuhan kebutuhan dan keterampilan yang dimiliki oleh anggota kelompok tani sudah (Baik), strategi pemberdayaan kelompok tani menunjukkan nilai x0 yaitu 0,69 dan y>0.65. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMBERDAYAAN PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRATEGI PEMBERDAYAAN PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait dengan Strategi Pemberdayaan Petani Hortikultura Di Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan kegiatan pemberdayaan petani yang dilaksanakan di Kecamatan Tarakan Timur (2) Mengetahui apa saja faktor internal dan eksternal dalam strategi pemberdayaan petani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. (3) Bagaimana strategi pemberdayaan petani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel adalah metode random sampling dengan jumlah responden sebanyak 89 orang petani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analsis SWOT. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa program pemberdayaan petani yang ada di Kecamatan Tarakan Timur meliputi kegiatan penyuluhan,sosialisasi, proyek pemberdayaan penyuluhan pertanian, pelatihan dan sekolah lapang bersama penyuluh, dan bantuan permodalan. Kegiatan pemberdayaan tersebut memberikan pengaruh kepada petani,terlihat dari pengetahuan petani yang sudah berkembang, meningkatnya keterampilan petani dalam bercocok tanam. Dilihat dari kualitas,kuantitas, waktu dan dampak dari kegiatan pemberdayaan tersebut sudah berdampak baik dan menguntungkan petani, namun masih perlu ditingkatkan dan dioptimalkan agar lebih maksimal. Hasil diagram analisis SWOT pada pembahasan menjelaskan bahwa strategi yang dihasikan pada kuadran yaitu strategi maka rekomendasi strategi adalah : (1)Mengoptimalkan pendampingan dan kinerja penyuluh dan meningkatkan peran kelompok tani (2) .Mengoptimalkan budidaya dengan memanfaatkan potensi pertanian, agar menghasilkan produktivitas yang maksimal (3) Mengoptimalkan bantuan permodalan, sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan usaha agribisnis. Kata Kunci : Strategi,Pemberdayaan, Petani Hortikulura

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERDAYAAN ANGGOTA KELOMPOK TANI (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI FLORA DAN FAUNA MANDIRI DI KELURAHAN JUATA PERMAI KECAMATAN TARAKAN BARAT)

2020•

EMPOWERMENT OF FARMER GROUP MEMBERS (CASE STUDY ON INDEPENDENT FLORA AND FAUNA FARMER GROUP IN JUATA PERMAI VILLAGE, NORTH TARAKAN DISTRICT) ABSTRACK Empowering farmers through the institutionalization of farming groups is one of the appropriate methods of community empowerment to enable them to improve their quality of life. The Independent Flora and Fauna Farming Group is focused on empowering the farmer community to increase overall agricultural productivity in both agricultural, livestock and fishery aspects. The existence of the Independent Flora and Fauna Farming Group is based on the common purpose of the farmers, the aspects of the farm and the aspect of their fisheries to meet the needs of daily life. The purpose of this research is to know the empowerment of members of independent flora and fauna farming groups and know the factors of supporting and inhibiting the empowerment of independent flora and fauna farming group members. This type of research uses qualitative and quantitative research methods with a scoring method with a likert scale and a respondent count of 14 people. Data collection techniques are carried out with several techniques namely observation, interview and documentation. The results of this study showed the process of empowering members of the farmer group based on indicator input that is categorized strongly agrees with the average score of 3.29 against the suitability of work equipment and the place that is adequate. In indicators the process is categorized strongly agreeing with the average score of 3.86 against excellent participation and structured group management. And in the output indicator that is categorized strongly agree with the average score of 3.88 against the increase in self-reliance that is already very good and also the level of income that supports the standard of living. Supporting factors in empowerment are support of insanity, motivation and capital, for inhibitory factors are diseases / pests and minimal knowledge. Keywords : Empowerment, Farmer Groups, Supporting Factors and Inhibitors

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail