Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

52 hasil
Penulis: DESY
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.C Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•

Asuhan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana guna untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi dini adanya faktor risiko maupun komplikasi yang dapat menyebabkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tingginya kasus perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, prematuritas dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menunjukkan pentingnya pelayanan Continuity Of Care untuk diterapkan dalam praktik kebidanan. Berlatar belakang tantangan ini, dilakukan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. C di Puskesmas Karang Rejo sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak. Asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 07 Maret 2026 di Puskesmas Karang Rejo melalui dua kali kunjungan antenatal sesuai standar 10 T. Kehamilan berjalan fisiologis dengan keluhan nyeri punggung bawah dan memerlukan asuhan kebidanan berkesinambungan. Persalinan berlangsung pada tanggal 1 April 2026 dengan usia kehamilan 38 minggu 6 hari. Asuhan dilakukan sesuai prosedur 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung selama 2 jam 13 menit diikuti kelahiran bayi spontan selama 10 menit. Total durasi persalinan kurang dari 3 jam ini mengindikasikan partus presipitatus. Kala III berlangsung selama 5 menit setelah penyuntikan oksitosin, dengan plasenta lahir lengkap tanpa kelainan atau robekan. Kala IV dilakukan selama 2 jam, tanda vital ibu berada dalam batas normal. Asuhan masa nifas dan neonatus dilakukan pada 12 jam dan 7 hari postpartum yang menunjukkan kondisi ibu normal tanpa komplikasi perdarahan. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan lahir 2.700 gram dan panjang badan 49 cm serta mampu beradaptasi dengan baik. Keseluruhan asuhan pada Ny. C mulai dari kehamilan hingga masa nifas dan perawatan bayi baru lahir secara keseluruhan telah terlaksana sesuai standar asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi masalah secara dini, serta memberikan pelayanan yang optimal sesuai kebutuhan klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.C Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•

Asuhan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana guna untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi dini adanya faktor risiko maupun komplikasi yang dapat menyebabkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tingginya kasus perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, prematuritas dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menunjukkan pentingnya pelayanan Continuity Of Care untuk diterapkan dalam praktik kebidanan. Berlatar belakang tantangan ini, dilakukan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. C di Puskesmas Karang Rejo sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak. Asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 07 Maret 2026 di Puskesmas Karang Rejo melalui dua kali kunjungan antenatal sesuai standar 10 T. Kehamilan berjalan fisiologis dengan keluhan nyeri punggung bawah dan memerlukan asuhan kebidanan berkesinambungan. Persalinan berlangsung pada tanggal 1 April 2026 dengan usia kehamilan 38 minggu 6 hari. Asuhan dilakukan sesuai prosedur 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung selama 2 jam 13 menit diikuti kelahiran bayi spontan selama 10 menit. Total durasi persalinan kurang dari 3 jam ini mengindikasikan partus presipitatus. Kala III berlangsung selama 5 menit setelah penyuntikan oksitosin, dengan plasenta lahir lengkap tanpa kelainan atau robekan. Kala IV dilakukan selama 2 jam, tanda vital ibu berada dalam batas normal. Asuhan masa nifas dan neonatus dilakukan pada 12 jam dan 7 hari postpartum yang menunjukkan kondisi ibu normal tanpa komplikasi perdarahan. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan lahir 2.700 gram dan panjang badan 49 cm serta mampu beradaptasi dengan baik. Keseluruhan asuhan pada Ny. C mulai dari kehamilan hingga masa nifas dan perawatan bayi baru lahir secara keseluruhan telah terlaksana sesuai standar asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi masalah secara dini, serta memberikan pelayanan yang optimal sesuai kebutuhan klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Daun Pandan Laut Berduri (Pandanus tectorius) dari Pesisir Pantai Amal Tarakan Sebagai Biosorben Limbah Industri Perikanan

2026•Koleksi Perpustakaan

Limbah hasil perikanan mengandung senyawa-senyawa seperti amonia, COD, tingkat kekeruhan dan keasaman (pH) yang ketika masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Kandungan selulosa yang tinggi pada daun pandan laut berduri (Pandanus tectorius) dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk menyerap senyawa-senyawa yang dapat mencemari perairan sehingga kondisi perairan dapat menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas daun pandan laut sebagai biosorben dalam menurunkan senyawa PH, COD, Kekeruhan dan amonia pada limbah hasil perikanan. Metode analisis ph menggunakan ph meter, amonia menggunakan spektrofotometer (SNI 06-6989; 30-2005), COD Menggunakan titrasi (SNI 6989.73; 2019) dan kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Terdapat 5 perlakukan yakni A (perendaman 60 menit). B (perendaman 90 menit), C (perendaman 120 menit), D (perendaman 150 menit) dan E (tanpa perendaman serbuk daun pandan laut). Hasil uji ph tertinggi terdapat pada perlakuan C (9,28) dan terendah E (7,86). Hasil uji COD tertinggi perlakuan B (1824 mg/l) dan terendah E (48 mg/l). Hasil uji kekeruhan A (1581 NTU) dan terendah E (314 NTU). Hasil uji amonia tertinggi perlakukan perlakuan E (11.61 mg/l) dan terendah C (2,02 mg/l). Hasil uji menunjukkan terjadi penurunan senyawa amonia yang diberi perlakuan perendaman serbuk daun pandan laut sehingga dapat disimpulkan daun pandan laut memiliki efektivitas dalam mengabsor senyawa amonia pada limbah hasil perikanan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Daun Pandan Laut Berduri (Pandanus tectorius) dari Pesisir Pantai Amal Tarakan Sebagai Biosorben Limbah Industri Perikanan

2026•

Limbah hasil perikanan mengandung senyawa-senyawa seperti amonia, COD, tingkat kekeruhan dan keasaman (pH) yang ketika masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Kandungan selulosa yang tinggi pada daun pandan laut berduri (Pandanus tectorius) dapat dimanfaatkan sebagai biosorben untuk menyerap senyawa-senyawa yang dapat mencemari perairan sehingga kondisi perairan dapat menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas daun pandan laut sebagai biosorben dalam menurunkan senyawa PH, COD, Kekeruhan dan amonia pada limbah hasil perikanan. Metode analisis ph menggunakan ph meter, amonia menggunakan spektrofotometer (SNI 06-6989; 30-2005), COD Menggunakan titrasi (SNI 6989.73; 2019) dan kekeruhan menggunakan Turbidimeter. Terdapat 5 perlakukan yakni A (perendaman 60 menit). B (perendaman 90 menit), C (perendaman 120 menit), D (perendaman 150 menit) dan E (tanpa perendaman serbuk daun pandan laut). Hasil uji ph tertinggi terdapat pada perlakuan C (9,28) dan terendah E (7,86). Hasil uji COD tertinggi perlakuan B (1824 mg/l) dan terendah E (48 mg/l). Hasil uji kekeruhan A (1581 NTU) dan terendah E (314 NTU). Hasil uji amonia tertinggi perlakukan perlakuan E (11.61 mg/l) dan terendah C (2,02 mg/l). Hasil uji menunjukkan terjadi penurunan senyawa amonia yang diberi perlakuan perendaman serbuk daun pandan laut sehingga dapat disimpulkan daun pandan laut memiliki efektivitas dalam mengabsor senyawa amonia pada limbah hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI UPT PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2026•

Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang alveoli, menyebabkan sesak napas dan peningkatan frekuensi napas akibat peradangan paru secara tiba- tiba. Kasus pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas, Kalimantan Utara, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2022–2023. Faktor utama adalah lingkungan yang kurang sehat, seperti kondisi padat penduduk dan penggunaan rumah kayu yang tidak layak di Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Palas. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain Case Control. Penelitian ini melibatkan kelompok kasus yang terdiagnosa pneumonia dan kelompok kontrol yang terdiri dari balita yang tidak terdiagnosa pneumonia. Jumlah sampel penelitian ini adalah 72 responden balita di Puskesmas Tanjung Palas dengan teknik Probability Sampling. Hasil Penelitian ini sebagian besar memiliki responden berusia 12-23 bulan dan sebagian besar berjenis kelamin Laki-laki. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antaran kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia pada balita p-value=0.91 (p>0,05), Ada hubungan yang signifikan antara jenis lantai dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p- value=0.00 (p0,05), Ada hubungan yang signifikan antara jenis dinding dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0.00 (p0,05), Ada hubungan yang signifikan antara luas ventilasi dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0.00 (p0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antaran luas jendela dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.058 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara atap dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.192 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara pencahayaan dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.567 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara suhu dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.394 (p>0,05), Ada hubungan yang signifikan antara langit-langit rumah dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0,034 (p0,05) maka Ho ditolak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KETERAMPILAN MEMBACA PUISI PADA SISWA KELAS IV-B DI SDN 006 TARAKAN

2025•

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan membaca puisi pada siswa kelas IV-B di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian diawali dengan memilih sampel berdasarkan populasi yang ada, subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Setelah itu peneliti mengolah data hasil membaca puisi dengan cara mereduksi data hasil penelitian berupa hasil tes keterampilan membaca puisi, setelah di reduksi ditemukan sebanyak 7 subjek yang sesuai dengan standar penilaian keterampilan membaca puisi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dari tujuh subjek penelitian yang diteliti secara mendalam, empat siswa (AAS, IAI, RAV, dan AS) memperoleh penilaian "Baik" dalam pelafalan, ditandai dengan vokal yang jelas dan pengucapan kata yang lancar ketika membaca puisi. terdapat tiga siswa (AZR, ANH, dan AAG) yang menunjukkan level pelafalan "Kurang", dengan kesulitan utama pada pengucapan kata-kata yang dianggap sulit dan kecenderungan membaca terputus-putus. Dua siswa (AZR dan AS) menunjukkan kemampuan intonasi yang "Baik", sementara itu, empat siswa (AAS, IAI, ANH, dan RAV) berada pada kategori "Cukup", sedangkan satu siswa (AAG) masih "Kurang" dalam penguasaan intonasi. Aspek ekspresi merupakan komponen keterampilan membaca puisi yang paling lemah dikuasai oleh siswa. menunjukkan bahwa tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori "Baik" dalam aspek ekspresi, dengan tiga siswa (ANH, IAI, dan AS) berada pada kategori "Cukup" dan empat siswa lainnya (AAS, AZR, AAG, dan RAV) masih "Kurang" dalam mengekspresikan puisi melalui mimik wajah dan gerakan tubuh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KETERAMPILAN MEMBACA PUISI PADA SISWA KELAS IV-B DI SDN 006 TARAKAN

2025•

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan membaca puisi pada siswa kelas IV-B di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian diawali dengan memilih sampel berdasarkan populasi yang ada, subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Setelah itu peneliti mengolah data hasil membaca puisi dengan cara mereduksi data hasil penelitian berupa hasil tes keterampilan membaca puisi, setelah di reduksi ditemukan sebanyak 7 subjek yang sesuai dengan standar penilaian keterampilan membaca puisi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dari tujuh subjek penelitian yang diteliti secara mendalam, empat siswa (AAS, IAI, RAV, dan AS) memperoleh penilaian "Baik" dalam pelafalan, ditandai dengan vokal yang jelas dan pengucapan kata yang lancar ketika membaca puisi. terdapat tiga siswa (AZR, ANH, dan AAG) yang menunjukkan level pelafalan "Kurang", dengan kesulitan utama pada pengucapan kata-kata yang dianggap sulit dan kecenderungan membaca terputus-putus. Dua siswa (AZR dan AS) menunjukkan kemampuan intonasi yang "Baik", sementara itu, empat siswa (AAS, IAI, ANH, dan RAV) berada pada kategori "Cukup", sedangkan satu siswa (AAG) masih "Kurang" dalam penguasaan intonasi. Aspek ekspresi merupakan komponen keterampilan membaca puisi yang paling lemah dikuasai oleh siswa. menunjukkan bahwa tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori "Baik" dalam aspek ekspresi, dengan tiga siswa (ANH, IAI, dan AS) berada pada kategori "Cukup" dan empat siswa lainnya (AAS, AZR, AAG, dan RAV) masih "Kurang" dalam mengekspresikan puisi melalui mimik wajah dan gerakan tubuh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 1 Tanjung Selor

2025•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan banyak dialami oleh remaja putri. Prevelensi anemia remaja putri umur 13-18 tahun di Indonesia mencapai 23%. Anemia terjadi pada remaja putri karena adanya gangguan menstruasi, mengalami masa pertumbuhan serta asupan makanan yang rendah zat besi. Anemia dapat dicegah dengan asupan kaya akan zat besi seperti makanan sumber zat besi hewani, sumber pangan nabati dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 197 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja putri memiliki pengetahuan baik 50,3% dan sikap cukup 65,5%. Kesimpulan hasil dari penelitian ini sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berpengetahuan cukup dan sikap cukup tentang tablet tambah darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan sudah relatif baik, sikap terhadap konsumsi tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sekolah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia pada remaja putri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI UPT PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang alveoli, menyebabkan sesak napas dan peningkatan frekuensi napas akibat peradangan paru secara tiba- tiba. Kasus pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Palas, Kalimantan Utara, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2022–2023. Faktor utama adalah lingkungan yang kurang sehat, seperti kondisi padat penduduk dan penggunaan rumah kayu yang tidak layak di Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Palas. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain Case Control. Penelitian ini melibatkan kelompok kasus yang terdiagnosa pneumonia dan kelompok kontrol yang terdiri dari balita yang tidak terdiagnosa pneumonia. Jumlah sampel penelitian ini adalah 72 responden balita di Puskesmas Tanjung Palas dengan teknik Probability Sampling. Hasil Penelitian ini sebagian besar memiliki responden berusia 12-23 bulan dan sebagian besar berjenis kelamin Laki-laki. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antaran kepadatan hunian dengan kejadian pneumonia pada balita p-value=0.91 (p>0,05), Ada hubungan yang signifikan antara jenis lantai dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p- value=0.00 (p0,05), Ada hubungan yang signifikan antara jenis dinding dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0.00 (p0,05), Ada hubungan yang signifikan antara luas ventilasi dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0.00 (p0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antaran luas jendela dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.058 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara atap dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.192 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara pencahayaan dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.567 (p>0,05), Tidak ada hubungan yang signifikan antara suhu dengan kejadian pneumonia pada balita dengan p-value=0.394 (p>0,05), Ada hubungan yang signifikan antara langit-langit rumah dengan kejadian pneumonia pada balita dengan nilai p-value=0,034 (p0,05) maka Ho ditolak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 1 Tanjung Selor

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan banyak dialami oleh remaja putri. Prevelensi anemia remaja putri umur 13-18 tahun di Indonesia mencapai 23%. Anemia terjadi pada remaja putri karena adanya gangguan menstruasi, mengalami masa pertumbuhan serta asupan makanan yang rendah zat besi. Anemia dapat dicegah dengan asupan kaya akan zat besi seperti makanan sumber zat besi hewani, sumber pangan nabati dan suplemen tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 197 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian didapatkan remaja putri memiliki pengetahuan baik 50,3% dan sikap cukup 65,5%. Kesimpulan hasil dari penelitian ini sebagian besar remaja putri di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berpengetahuan cukup dan sikap cukup tentang tablet tambah darah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun pengetahuan sudah relatif baik, sikap terhadap konsumsi tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sekolah dan tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN GURU SD DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 031 SIMPANG AMAL

2025•

Pengelolaan kelas guru merupakan salah satu faktor eksternal penentu hasil belajar siswa oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengelolaan kelas guru pada pembelajaran matematika dengan berbagai upaya yang telah dilakukan guru dalam mengelola kelas dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian guru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan doumentasi. Analisis data interaktif menggunakan miles dan huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan permasalahan yang sering muncul dala pembelajaran matematika adalah kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran matematika salah satu penyebab utamanya adalah kuirangnya interaksi dalam lingkungan kelas dan pengelolaan kelas guru. Namun guru telah mengupayakan pengelolaan kelas yang baik bagi siswa agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Guru juga telah berhasil memberikan motivasi pada siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus siswa untuk berpikir dan guru juga telah memberikan penguatan positif terhadap keaktifan siswa. Seperti dalam menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas seperti keterampilan guru dalam penyampaian materi dan menciptakan suasana belajar yang efektif Sedangkan pada tahap merancang lingkungan fisik kelas, guru melakukan pengaturan tempat duduk siswa dengan membagi siswa menajdi bebrapa kelompok dan melakukan pengaturan media pembelajaran yaitu guru menyediakan power point bagi siswa yang tidak memiliki buku. Guru sudah mampu menciptakan iklim yang positif untuk pembelajaran dengan menerapkan strategi akan tetapi melihat kondisi siswa terlebih dahulu apakah efektif diterapkan atau tidak. Guru juga dapat menjadi komunikator yang baik bagi siswa dengan memiliki karakter guru itu sendiri contohnya menggunkan suara yang nyaring saat melakukan proses pembelajaran bersama siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN GURU SD DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 031 SIMPANG AMAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan kelas guru merupakan salah satu faktor eksternal penentu hasil belajar siswa oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengelolaan kelas guru pada pembelajaran matematika dengan berbagai upaya yang telah dilakukan guru dalam mengelola kelas dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian guru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan doumentasi. Analisis data interaktif menggunakan miles dan huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan permasalahan yang sering muncul dala pembelajaran matematika adalah kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran matematika salah satu penyebab utamanya adalah kuirangnya interaksi dalam lingkungan kelas dan pengelolaan kelas guru. Namun guru telah mengupayakan pengelolaan kelas yang baik bagi siswa agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Guru juga telah berhasil memberikan motivasi pada siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus siswa untuk berpikir dan guru juga telah memberikan penguatan positif terhadap keaktifan siswa. Seperti dalam menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas seperti keterampilan guru dalam penyampaian materi dan menciptakan suasana belajar yang efektif Sedangkan pada tahap merancang lingkungan fisik kelas, guru melakukan pengaturan tempat duduk siswa dengan membagi siswa menajdi bebrapa kelompok dan melakukan pengaturan media pembelajaran yaitu guru menyediakan power point bagi siswa yang tidak memiliki buku. Guru sudah mampu menciptakan iklim yang positif untuk pembelajaran dengan menerapkan strategi akan tetapi melihat kondisi siswa terlebih dahulu apakah efektif diterapkan atau tidak. Guru juga dapat menjadi komunikator yang baik bagi siswa dengan memiliki karakter guru itu sendiri contohnya menggunkan suara yang nyaring saat melakukan proses pembelajaran bersama siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Kasus Tindak Pidana Pencabulan Anak (Studi Kasus Putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Trk)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pesatnya modernisasi dan perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola sosial dan moral masyarakat, yang berimplikasi pada meningkatnya kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak-anak. Anak-anak sering menjadi korban karena sifat mereka yang naif dan mudah dipengaruhi, dengan pelaku yang biasanya adalah orang-orang terdekat mereka. Peningkatan akses anak-anak ke konten bermuatan seksual di internet juga berkontribusi terhadap perilaku menyimpang ini. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pencabulan anak Untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban pencabulan. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan data lapangan yang didukung oleh data normatif. Lokasi penelitian adalah Polres Tarakan, dengan subjek penelitian anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana pencabulan anak di Kota Tarakan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, namun tetap tinggi. Faktor-faktor penyebab utama adalah kejiwaan, media, lingkungan, ekonomi, dan kebudayaan. Perlindungan hukum terhadap anak korban pencabulan diatur dalam berbagai undang-undang, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP, namun implementasinya masih perlu ditingkatkan. Anak korban pencabulan membutuhkan perlindungan menyeluruh, mulai dari identitas yang dijaga, bantuan hukum, rehabilitasi, hingga pendampingan medis dan psikologis. Polisi memiliki peran besar dalam penegakan hukum dan pemberian perlindungan terhadap korban, namun upaya preventif dan persuasif juga perlu ditingkatkan untuk menanggulangi kejadian serupa di masa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian ini, peran orang tua dan masyarakat sangat penting dalam memberikan pendidikan dan pengawasan yang baik terhadap anak, serta mendukung upaya perlindungan hukum bagi anak korban pencabulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Induksi kalus pisang barangan Musa acuminata Colla dengan kombinasi picloram dan BAP

2025•Koleksi Perpustakaan

Peningkatan permintaan pisang untuk konsumsi rumah tangga dan ekspor ke negara- negara pengimpor pisang dari Indonesia memerlukan peningkatan produksi pisang Peningkatan produksi tentunya memerlukan bahan tanam dalam jumlah besar. Kemampuan indukan pisang untuk menghasilkan anakan tercatat hanya mencapai 5-10 anakan sehat setiap tahun. Kondisi ini menjadikan produksi pisang barangan menjadi sulit sehingga diperlukan teknologi di bidang pertanian untuk mendukung peningkatan produksi. Teknologi perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan langkah yang tepat, salah satunya yaitu melalui induksi kalus Keberhasilan perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan khususnya induksi kalus sangat dipengaruhi oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinası ZPT Picloram dan BAP dalam induksi kalus pisang barangan (Musa acuminata Colla). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dimana faktor 1 dan 2 memiliki 4 taraf yakni Picloram: 0 PPM, 1 PPM, 2 PPM dan 3 PPM, BAP: 0 PPM. 1 PPM. 2 PPM dan 3 PPM serta diulang sebanyak 3 kali. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa faktor tunggal tidak memberikan pengaruh nyata sementara perlakuan kombinasi Picloram dan BAP memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan kalus yang terlihat terutama pada parameter persentase eksplan berkalus, umur munculnya kalus, tekstur kalus, berat kalus. Melalui penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa media yang mengandung picloram 0 PPM dengan konsentrasi BAP 1 PPM. 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait tunas sedangkan media yang mengandung BAP 0 PPM dengan konsentrasi Picloram 1 PPM, 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait kalus. Dalam penelitian diperoleh kombinasi terbaik dalam induksi kalus yaitu kombinasi perlakuan P2B2 (Picloram: 2 PPM, BAP: 2 PPM).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Induksi kalus pisang barangan Musa acuminata Colla dengan kombinasi picloram dan BAP

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan permintaan pisang untuk konsumsi rumah tangga dan ekspor ke negara- negara pengimpor pisang dari Indonesia memerlukan peningkatan produksi pisang Peningkatan produksi tentunya memerlukan bahan tanam dalam jumlah besar. Kemampuan indukan pisang untuk menghasilkan anakan tercatat hanya mencapai 5-10 anakan sehat setiap tahun. Kondisi ini menjadikan produksi pisang barangan menjadi sulit sehingga diperlukan teknologi di bidang pertanian untuk mendukung peningkatan produksi. Teknologi perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan merupakan langkah yang tepat, salah satunya yaitu melalui induksi kalus Keberhasilan perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan khususnya induksi kalus sangat dipengaruhi oleh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinası ZPT Picloram dan BAP dalam induksi kalus pisang barangan (Musa acuminata Colla). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dimana faktor 1 dan 2 memiliki 4 taraf yakni Picloram: 0 PPM, 1 PPM, 2 PPM dan 3 PPM, BAP: 0 PPM. 1 PPM. 2 PPM dan 3 PPM serta diulang sebanyak 3 kali. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa faktor tunggal tidak memberikan pengaruh nyata sementara perlakuan kombinasi Picloram dan BAP memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan kalus yang terlihat terutama pada parameter persentase eksplan berkalus, umur munculnya kalus, tekstur kalus, berat kalus. Melalui penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa media yang mengandung picloram 0 PPM dengan konsentrasi BAP 1 PPM. 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait tunas sedangkan media yang mengandung BAP 0 PPM dengan konsentrasi Picloram 1 PPM, 2 PPM, 3 PPM berpengaruh nyata pada parameter-parameter terkait kalus. Dalam penelitian diperoleh kombinasi terbaik dalam induksi kalus yaitu kombinasi perlakuan P2B2 (Picloram: 2 PPM, BAP: 2 PPM).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS KARANG REJO

2024•Koleksi Perpustakaan

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. S di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 08 Januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu pada tanggal 03 februari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali pada tanggal 04 februari 2024 Postpartum Hari ke- 1 KF-1. Pada tanggal 09 februari 2024 Postpartum hari ke-6 KF-2. Tanggal 23 februari 2024 postpartum hari ke-20 KF-3. Tanggal 11 Maret Postpartum hari ke-37 KF-4. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali kunjungan pada tanggal 05 februari 2024 hari ke-1 atau KN1. Pada tanggal 10 februari 2024 hari ke-7 atau KN2. Pada tanggal 23 Febuari 2024 hari ke-20 KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 08 januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 10 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI PUSKESMAS KARANG REJO

2024•

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. S di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 08 Januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu pada tanggal 03 februari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali pada tanggal 04 februari 2024 Postpartum Hari ke- 1 KF-1. Pada tanggal 09 februari 2024 Postpartum hari ke-6 KF-2. Tanggal 23 februari 2024 postpartum hari ke-20 KF-3. Tanggal 11 Maret Postpartum hari ke-37 KF-4. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali kunjungan pada tanggal 05 februari 2024 hari ke-1 atau KN1. Pada tanggal 10 februari 2024 hari ke-7 atau KN2. Pada tanggal 23 Febuari 2024 hari ke-20 KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 08 januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 10 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. M DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN

2024•Koleksi Perpustakaan

AKI dan AKB merupakan indikator keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak. Tujuan Asuhan Komprehensif untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk membantu upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Asuhan komprehensif adalah asuhan yang diberikan oleh bidan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 20 Maret 2024 di Puskesmas Mamburungan dengan Ny. M sebagai responden untuk melaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat usia kehamilan klien 39 minggu 2 hari. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu. Kala I berlangsung selama ±5 jam, kala II berlangsung selama 5 menit, kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Pelaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Pelaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan dengan standar selama masa nifas dan bayi baru lahir. Bayi lahir dengan berat badan 3400 gram dan panjang 50 cm, bayi lahir spontan, dan bayi telah melakukan IMD selama 60 menit bayi setelah lahir. Asuhan kebidanan komprehensif telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Ibu hamil disarankan rutin mengkonsumsi Tablet penambah darah selama kehamilan dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi agar ibu tidak mengalami anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. M DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN

2024•

AKI dan AKB merupakan indikator keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak. Tujuan Asuhan Komprehensif untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk membantu upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Asuhan komprehensif adalah asuhan yang diberikan oleh bidan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 20 Maret 2024 di Puskesmas Mamburungan dengan Ny. M sebagai responden untuk melaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat usia kehamilan klien 39 minggu 2 hari. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu. Kala I berlangsung selama ±5 jam, kala II berlangsung selama 5 menit, kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Pelaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Pelaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan dengan standar selama masa nifas dan bayi baru lahir. Bayi lahir dengan berat badan 3400 gram dan panjang 50 cm, bayi lahir spontan, dan bayi telah melakukan IMD selama 60 menit bayi setelah lahir. Asuhan kebidanan komprehensif telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Ibu hamil disarankan rutin mengkonsumsi Tablet penambah darah selama kehamilan dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi agar ibu tidak mengalami anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN KLOMPOK WANITA TANI (KWT) STUDI KASUS DI KARTIKA SEJAHTRA DAN BEKABUN TAKA KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•

Penyuluhan pertanian memberikan pembelajaran kepada para petani agar mereka mengetahui informasi terbaru dalam dunia pertanian. Peran penyuluh pertanian dalam hal ini juga membantu upaya pengembangan peran kelompok tani supaya lebih berkembang lagi. kelompok tani sebagai wadah bagi petani untuk berorganisasi, dimana kelompok tani memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat petani untuk mengtahui (1) Bagaimana peran penyuluh pertanian di Kelompok Wanita Tani; (2) Apa faktor pendukung dan penghambat penyuluh pertanian di Kelompok Wanita tani. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Bekabun Taka dan Kartika sejahtera di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Penilitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling. Kelompok Wanita Tani Bekabu Taka dan Kartika Sejahtera, sedang kan key informan yaitu Kepala Dinas dan Penyuluh Pertanian. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peran Penyuluh Pertanian dalam pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kartika Sejahtera dan Bekabun Taka berjalan dengan dengan baik, sehingga peran penyuluh pertanian sebagai edukator, motivator, dan fasilitator dapat diterima kelompok wanita tani dalam menjalankan usahatani kelompoknya dan kelembagaan kelompok wanita tani. Berdasarkan hasil yang sudah didapatkan bahwa faktor pendukung juga bisa dilihat dari fasilitas prasarana menjadi lebih mandiri, kreatif, dan inovatif. Faktor pendukung ini juga dapat menambah kualitas dari penyuluh dinas pertanian agar kegiatan lapangan yang mereka jalankan menjadi lebih mudah di laksanakan dan faktor penghambat akan membuat kualitas penyuluh menjadi menurun karena dengan terhalangnya tujuan penyuluh sehingga membuat kurang efektifnya tugas dan tanggung jawab penyuluh dinas pertanian kepada kelompok wanita tani yang akan dibina oleh penyuluh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail