Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Penalaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI KPK DAN FPB BERDASARKAN GENDER PADA SISWA KELAS V SDN 004 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI TINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling yaitu berdasarkan jenis kelamin siswa, saran dari guru, hasil observasi selama mengerjakan soal berlangsung, dan pencapaian indikator penalaran matematis. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 4 partisipan yaitu 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki memenuhi 4 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (2) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (3) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (4) memeriksa kesahihan suatu argumen dan Kemampuan penalaran matematis siswa perempuan memenuhi 5 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) mengajugan dugaan, (2) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (3) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (4) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (5) memeriksa kesahihan suatu argumen. siswa perempuan memiliki kemampuan dalam melakukan penarikan kesimpulan yang lebih teliti dan cermat, unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berfikir sedangkan siswa laki-laki memiliki karakteristik kurang cermat dan teliti saat mengerjakan soal matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN PENALARAN ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 NUNUKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar sangat menentukan peningkatan hasil belajar siswa karena dengan efikasi diri siswa mampu merespon dengan aktif serta memberikan solusi atau memecahkan permasalahan hidup yang dihadapi oleh siswa, dan hubungan penalaran ilmiah terhadap hasil belajar adalah dua hal yang saling berhubungan karena hasil belajar merupakan refleksi dari pemahaman teori yang menjadi komponen utama dalam penalaran ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar, penalaran ilmiah terhadap hasil belajar dan efikasi diri dan penalaran ilmiah terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 2 Nunukan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional, yaitu penelitian untuk menentukan hubungan antara dua variabel atau lebih. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 2 SMA Negeri 2 Nunukan sebanyak 59 siswa dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket efikasi diri, tes soal penalaran ilmiah serta dokumentasi rata-rata nilai UAS siswa. Untuk mengukur hubungan efikasi diri dan penalaran ilmiah terhadap hasil belajar biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Nunukan, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji pearson product moment (Tunggal) dan uji korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan penalaran ilmiah secara bersama-sama terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 2 Nunukan. Hal ini diketahui dari nilai sig. F change sebesar 0,000 dan nilai R hitung sebesar 0,899, sehingga korelasi antara ketiga variabel sangat kuat atau saling berhubungan. Data yang diperoleh bahwa nilai rata-rata efikasi diri, penalaran ilmiah dan hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 2 Nunukan termasuk dalam kategori kurang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL ACCELERATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA KELAS XII SMA HANG TUAH TARAKAN DALAM BELAJAR MATEMATIKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah model accelerated learning dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan penalaran adaptif siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu kelas XII IIS-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IIS-3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil dari analisis deskripstif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 68,93 sedangkan kelas kontrol sebesar 53,57 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signitifikan 5% (α=0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 dan t_hitung>t_tabel yaitu 8,235>2,056. Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model accelerated learning berpengaruh terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitan Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas XII MIPA tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas XII MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji regresi linear sederhana dan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol yaitu 76,47 untuk kelas eksperimen dan 49,89 untuk kelas kontrol dalam skala nilai 100. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan 𝑌̂ = 49,889 + 26,582𝐷, dimana pada kelas kontrol variabel dummy (𝐷) bernilai 0 karena tidak menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas kontrol adalah sebesar 49,889 + 26,582(0) = 49,889. Sedangkan pada kelas eksperimen variabel dummy (𝐷) bernilai 1 karena menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 49,889 + 26,582(1) = 76,471. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis. Selain itu, hasil uji t diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =15,135 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 =1,998) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Pengaruh yang diberikan ini adalah sebesar 78,2% dan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh di luar variabel penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 TARAKAN

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara melatih kemampuan penalaran matematis siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS sebanyak dua orang yang dipilih dengan purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara subjek dan informan, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen buku catatan. Data yang telah di peroleh kemudian dituliskan dalam catatan lapangan untuk memudahkan dalam melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data guna mendapatkan data yang valid peneliti melakukan triangulasi sumber dengan mewawancarai subjek dan informan teman subjek, orang tua, guru; triangulasi waktu dengan mewawancarai subjek pada waktu dan hari yang berbeda; triangulasi teknik melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen; member check. Berdasarkan hasil keabsahan data dapat disimpulkan bahwa Siswa Kelas XI IPS SMA N 2 Tarakan melatih kemampuan penalaran matematis dengan cara 1) Menerapkan prinsip pantang menyerah, selalu berusaha, berani bertanya dalam memecahkan masalah; 2) Berpikir secara logis dengan selalu mengecek ulang informasi yang diperoleh dan mencoba berdiskusi dengan orang yang lebih tua untuk membedakan secara baik antara repon jawaban yang salah atau benar; 3) Menerapkan pengetahuan terhadap persoalan khusus atau cara pandang yang baru didalam kehidupan sehari-hari, membantu teman dengan memberikan contoh lebih khusus agar mudah dipahami, dan mencoba menggerjakan soal matematika menggunakan cara sendiri; 4) Menyimpan sejumlah besar informasi ke dalam ingatannya dengan mencatat setiap informasi pada saat pembelajaran matematika yang diperoleh; 5) Menerapkan prisnsip selalu memahami terlebih dahulu masalah yang ada dan tidak mudah tergesa-gesa dalam mengenal, memahami dan menghubungkan adanya perbedaan maupun persamaan diantara berbagai hal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail