ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Big Book yang berbasis kontekstual sesuai kurikulum serta mengetahui kelayakan, respon siswa, dan hasil belajar keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV Sekolah Dasar pada materi Perkembangan Alat Transportasi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media Big Book dinyatakan ”Sangat Layak” dengan persentase kelayakan ahli media sebesar 94%, ahli materi 83%, dan ahli bahasa 70%. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 016 Tarakan dengan uji coba terbatas pada 8 siswa dan uji coba lapangan pada 16 siswa. Respon siswa menunjukkan kategori ”Sangat Menarik” dengan persentase 93,75% pada uji coba terbatas dan 95,37% pada uji coba lapangan. Hasil tes keterampilan membaca pemahaman pada uji coba terbatas memperoleh persentase 62,5% dengan kategori ”Cukup Baik”, sedangkan pada uji coba lapangan meningkat menjadi 72,1% dengan kategori ”Cukup Baik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Big Book yang dikembangkan layak dan mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV Sekolah Dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.