ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN ABSTRAK Dispepsia merupakan salah satu keluhan gastrointestinal yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, jenis kelamin, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, jenis kelamin, dan status merokok dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak teratur sebanyak 20 responden (66,7%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%), memiliki status perokok berat sebanyak 12 responden (40,0%), dan mengalami dispepsia fungsional sebanyak 27 responden (90,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan jenis dispepsia (p = 0,030) dan status merokok dengan jenis dispepsia (p = 0,047). Sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis dispepsia (p = 1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan status merokok berhubungan dengan jenis dispepsia, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pengendalian faktor risiko gaya hidup sebagai upaya pencegahan dispepsia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Peningkatan Pelayanan Publik pada Kantor Kecamatan Malinau Barat, serta menguji peran moderasi Jenis Kelamin dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 37 responden yang merupakan pegawai di Kantor Kecamatan Malinau Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Peningkatan Pelayanan Publik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai berkontribusi langsung pada perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa Jenis Kelamin tidak memoderasi hubungan antara kinerja pegawai dan peningkatan pelayanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai merupakan faktor utama dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas, sementara perbedaan gender tidak memengaruhi hubungan tersebut secara signifikan. Penelitian ini memperkuat pentingnya pengembangan kompetensi dan motivasi pegawai dalam sektor pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling yaitu berdasarkan jenis kelamin siswa, saran dari guru, hasil observasi selama mengerjakan soal berlangsung, dan pencapaian indikator penalaran matematis. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 4 partisipan yaitu 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki memenuhi 4 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (2) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (3) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (4) memeriksa kesahihan suatu argumen dan Kemampuan penalaran matematis siswa perempuan memenuhi 5 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) mengajugan dugaan, (2) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (3) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (4) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (5) memeriksa kesahihan suatu argumen. siswa perempuan memiliki kemampuan dalam melakukan penarikan kesimpulan yang lebih teliti dan cermat, unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berfikir sedangkan siswa laki-laki memiliki karakteristik kurang cermat dan teliti saat mengerjakan soal matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemahaman matematika merupakan suatu kompetensi dasar pada pelajaran matematika yang meliputi kemampuan siswa yang menyerap materi, mengingat rumus terhadap konsep matematika, serta mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan sejumlah data secara empiris berdasarkan fakta dilapangan atau secara alamiah. Dengan tujuan analisis pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada siswa kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Peneliti mengambil data dengan cara melakukan wawancara, observasi, maupun dokumentasi kepada empat subjek yang telah dipilih sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan dari segi kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika pada materi SPLDV. Pada subjek laki-laki (LK1) dan (LK2) didapatkan bahwa dari ketiga indikator pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin masih rendah terutama pada indikator yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yang ditanyakan. Berbeda dengan tingkat pemahaman siswa perempuan (PR1) dan (PR2) diantara ketiga indikator yang telah ditentukan siswa perempuan mampu menyelesaikan soal pada materi SPLDV dengan memiliki pemahaman yang baik. Maka dapat disimpulkan kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika siswa perempuan lebih unggul dari siswa laki-laki.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan berpikir reflektif meliputi menafsirkan masalah, membuat kesimpulan, menilai, menganalisis, kreatif dan aktifitas metakognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VIII.2 SMP Negri 3 Tarakan ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pemilihan subjek dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini siswa perempuan sudah melakukan semua tahapan indikator dari berpikir reflektif yaitu reacting menyebutkan yang ditanyakan, menyebutkan yang diketahui, menyebutkan hubungan antara yang diketahui dan ditanyakan, lalu comparing mengaitkan soal yang pernah ditanyakan dengan soal yang pernah dihadapi dan contemplanting mendeteksi kesalahan atau memperbaiki jika ada kesalahan dan membuat kesimpulan. sedangkan siswa laki-laki sudah melakukan semua tahapan indikator dari berpikir reflektif yaitu reacting menyebutkan yang ditanyakan, menyebutkan yang diketahui, menyebutkan hubungan antara yang diketahui dan ditanyakan , lalu comparing mengaitkan soal yang pernah ditanyakan dengan soal yang pernah dihadapi dan contemplanting mendeteksi kesalahan atau memperbaiki jika ada kesalahan dan membuat kesimpulan. Namun di sini siswa laki-laki masih ada keraguan saat mendeksripsikan atau menjelaskan kembali jawaban nya. Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VIII.2 di SMP Negeri 3 Tarakan sudah tergolong baik. Siswa laki-laki dan siswa perempuan mampu memanuhi 3 indikator dari berpikir reflektif. Siswa perempuan disini terlihat lebih mengekspresikan jawabannya melalui wawancara, memberikan penjelasan disetiap jawaban yang diberikan. Berbeda dengan siswa laki-laki yang menjawab sesuai dan seadanya saja, siswa laki-laki kurang memberikan penjelasan yang lebih runtut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan, pengaruh jenis kelamin terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan, dan pengaruh interaksi antara motivasi belajar dan jenis kelamin terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 163 siswa, diantaranya terdiri dari 88 siswa laki-laki dan 75 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi skor. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial yang diolah dengan bantuan aplikasi SPSS 24. Analisis deskriptif menggunakan modus, sedangkan analisis inferensial menggunakan Two Way ANOVA. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan; (2) terdapat pengaruh jenis kelamin terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan; (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara motivasi belajar dan jenis kelamin terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi yang berada didaerah mangrove dan tambak tradisional. Penurunan kuantitas serta kualitas dari populasi kepiting bakau dikarenakan permintan pasar yang sangat tinggi dan penangkapan yang melampaui batas. Tujuan dari penelitian yakni untuk mengetahui populasi jenis kelamin jantan dan betina kepiting bakau (Scylla spp.) di tambak tradisional yang ada di Pulau Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif yang dilakukan pada tiga lokasi tambak tradisional yang berada pada kelurahan Juata laut, kelurahan Karang Anyar Pantai, dan kelurahan Mamburungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin kepiting bakau pada tambak tradisional adalah 1,23, dimana kepiting jantan lebih dominan daripada betina. Tingkat kematangan ovarium yang dominan adalah TKO TKO II sekitar 39,28%, kemudian TKO III sekitar 33,93%, dan TKO I sekitar 26,79%. Jenis kepiting bakau di tambak tradisional di Kota Tarakan ditemukan (dua) jenis yaitu (Scylla Serata) dan (Scylla Tranquebarica). Kondisi parameter kualitas air selama penelitian antara lain; suhu 27-29 0C, salinitas 15-20ppt, pH 7 – 8, dan DO 5-7,4 ppm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus perubahan jenis kelamin yang dilakukan oleh kaum transeksual di Indonesia cukup banyak. Transeksual ini memiliki konsekuensi diberbagai aspek khususnya mengenai perkawinan. Suatu perkawinan harus dilakukan berdasarkan syarat dan rukun nikah. Namun, tidak semua perkawinan dilakukan sesuai dengan apa yang sudah disyariatkan oleh agama kepada masing-masing pemeluknya. Pasca melakukan operasi perubahan jenis kelamin ini cenderung akan menimbulkan permasalahan baru terhadap akibat hukum atas perubahan jenis kelamin bagi transksual dalam kaitannya dengan perkawinan dan bagaimana status sahnya perkawinan bagi transeksual. Dalam membantu dan menjawab permasalahan ini, digunakan metode penelitian yang bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pada penelitian ini, akibat hukum yang harus ditanggung atas perubahan jenis kelamin bagi transeksual adalah berupa data kepandudukan. Dalam kaitannya dengan perkawinan transeksual merupakan suatu perkawinan yang haram dan tidak sah karena bertentangan dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam pasal 4 KHI, pasal 1 dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Akan tetapi, dimungkinkan terjadinya perkawinan transeksual yang dicatatkan apabila yang bersangkutan memiliki penetapan pengadilan dan telah merubah dokumen kependudukannya di kantor pencatatan sipil. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada bagian proses pencatatan perkawinan hanya menyebutkan syarat objektifnya saja berupa dokumen-dokumen kependudukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Modal Sosial Rumah Tangga di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah. Jenis penelitian Kuantitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan teknik Cluster Sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan analisis tipologi klassen. Hasil penelitian secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan kepala keluarga yang ada di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Variabel minat organisasi dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kepala keluarga. Secara simultan berdasarkan uji F bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Pada koefisien uji determinasi bernilai sebesar 0,282 atau 28,2 % artinya bahwa variabel independen tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan. Sedangkan sisanya adalah 71,8 % variabel yang tidak di teliti oleh peneliti. Sedangkan hasil analisis spasial untuk minat organisasi terhadap pendapatan 38,70% (12 RT) tidak aktif dan tidak produktif dan aktif produktif 32,25 % (10 RT). Untuk jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan 32,25 % (10 RT) banyak tidak produktif dan banyak produktif 19,35% (6 RT). Kemudian untuk tingkat pendidikan terhadap pendapatan ada yang tinggi produktif 67,74% (21 RT) dan rendah tidak produktif 6,45% (2 RT).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan profil hasil Ujian Bahasa Inggris siswa Sekolah Menengah Pertama di Tarakan ditinjau dari jenis ujian, status sekolah, akreditasi sekolah, pencapaian siswa, dan jenis kelamin (2) mengetahui apakah ada perbedaan hasil ujian Bahasa Inggris siswa SMP di Tarakan ditinjau dari jenis ujian, status sekolah, akreditasi sekolah, pencapaian siswa, dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan Kausal Komparatif dan jumlah sampel adalah 862 siswa SMP di Kota Tarakan tahun akademik 2018/2019. Penelitian ini menggunakan purposive dan cluster random sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Pada penelitian ini, data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann Whitney, dan uji Kruskal Willis. Berdasarkan hasil perhitungan (1) Ujian Bahasa Inggris pada variabel jenis ujian, status sekolah, akreditasi sekolah, dan pencapaian siswa menunjukkan nilai signifikan kurang dari tingkat signifikan 0,05. Hº ditolak dan Hª diterima (2) UN Bahasa Inggris pada variabel jenis kelamin menunjukkan nilai signifikan lebih dari tingkat signifikan 0,05. Hª ditolak dan Hº diterima. Sedangkan US Bahasa Inggris pada variabel jenis kelamin menunjukkan nilai signifikan kurang dari tingkat signifikan 0,05. Hº ditolak dan Hª diterima. Dari hasil perhitungan akhir tersebut, dapat disimpulkan bahwa (1) hasil US Bahasa Inggris lebih baik daripada hasil UN Bahasa Inggris (2) sekolah swasta lebih baik daripada sekolah negeri (3) akreditasi A lebih baik daripada akreditasi B dan C (4) hasil UN Bahasa Inggris termasuk dalam kategori kurang dan hasil US Bahasa Inggris termasuk dalam kategori baik (5) jenis kelamin tidak memberikan pengaruh terhadap hasil UN Bahasa Inggris antara siswa laki-laki dan perempuan. Sedangkan terdapat perbedaan hasil US Bahasa Inggris antara siswa laki-laki dan perempuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan teori Kastolan ditinjau dari jenis kelamin, mengetahui faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Tarakan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian pada penelitian ini diambil dengan teknik purpose sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam (in depth interview), dokumentasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, dan yang terakhir penarikan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan konseptual yang terjadi pada siswa laki-laki dan perempuan adalah tidak menuliskan rumus dan pada soal mencari median dan modus data kelompok yang dimana seharusnya mencari median dan modus dengan cara data kelompok menggunakan konsep data tunggal. Kesalahan prosedural yang terjadi pada siswa laki-laki dan perempuan adalah kurang lengkapnya prosedur (langkah) dalam mengerjakan soal. Kesalahan teknik yang terjadi pada siswa laki-laki dan perempuan adalah kesalahan mengoperasikan perkalian dan pembagian yang ada pada soal serta kesalahan terhadap penulisan simbol-simbol. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan tersebut dikarenakan siswa terbiasa tidak menuliskan, tidak tahu rumus yang digunakan, jarangnya siswa mendapatkan soal histogram, keliru dalam membaca soal, ketergantungan pada kalkulator sehingga ketika menghitung secara manual siswa mengalami kesulitan dan kurangnya pemahaman siswa terhadap simbol-simbol matematika.