ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ESG disclosure dan ukuran kantor akuntan publik terhadap audit report lag serta peran ukuran kantor akuntan publik sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan auditan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG disclosure berpengaruh negatif terhadap audit report lag, yang berarti semakin tinggi tingkat pengungkapan ESG maka semakin cepat proses penyelesaian audit. Sementara itu, ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Namun, ukuran kantor akuntan publik terbukti mampu memoderasi hubungan antara ESG disclosure dan audit report lag, di mana pengaruh ESG disclosure dalam menurunkan audit report lag menjadi semakin kuat pada perusahaan yang diaudit oleh kantor akuntan publik besar. This study examines the effects of ESG disclosure and audit firm size on audit report lag, and the moderating role of audit firm size in the relationship between ESG disclosure and audit report lag among metal and mineral mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). A quantitative approach was employed using secondary data obtained from audited financial statements, annual reports, and corporate sustainability reports. Data were analyzed using panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA) in EViews 12. The findings indicate that ESG disclosure has a significant negative effect on audit report lag, suggesting that higher levels of ESG disclosure are associated with shorter audit completion times. By contrast, audit firm size does not directly affect audit report lag. However, audit firm size moderates the relationship between ESG disclosure and audit report lag, such that the negative effect of ESG disclosure on audit report lag is stronger among companies audited by large public accounting firms.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh audit tenure dan ukuran perusahaan terhadap kualitas audit dengan independensi auditor sebagai variabel moderasi pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya kasus kegagalan audit serta adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan dan laporan tahunan, serta pemilihan sampel melalui purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner dengan memasukkan variabel interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sementara itu, independensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Dalam model moderasi, independensi auditor terbukti mampu memoderasi hubungan antara audit tenure dan kualitas audit dengan memperlemah pengaruh negatif audit tenure. Namun, independensi auditor tidak mampu memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan kualitas audit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai hubungan antara kebijakan moneter, jumlah uang beredar, suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, serta menganalisis peran pertumbuhan ekonomi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data yang digunakan diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik,kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika dimoderasi oleh pertumbuhan ekonomi, pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi menjadi negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat menekan dampak inflasi yang ditimbulkan oleh ekspansi moneter. Di sisi lain, suku bunga berpengaruh positif terhadap inflasi namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mencerminkan keterbatasan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga dalam perekonomian Indonesia. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi sebagai faktor penyeimbang dalam hubungan antara kebijakan moneter dan inflasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter yang tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Peningkatan Pelayanan Publik pada Kantor Kecamatan Malinau Barat, serta menguji peran moderasi Jenis Kelamin dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 37 responden yang merupakan pegawai di Kantor Kecamatan Malinau Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Peningkatan Pelayanan Publik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai berkontribusi langsung pada perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa Jenis Kelamin tidak memoderasi hubungan antara kinerja pegawai dan peningkatan pelayanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai merupakan faktor utama dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas, sementara perbedaan gender tidak memengaruhi hubungan tersebut secara signifikan. Penelitian ini memperkuat pentingnya pengembangan kompetensi dan motivasi pegawai dalam sektor pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.