BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 62 siswa yaitu 31 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas V1II-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan pretest-posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 pada hasil posttest yaitu sebesar 4,625 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu sebesar 1,671 (dengan 𝑑𝑓 = 62 − 2 = 60). Dapat dilihat bahwa 4,625 > 1,671 sehingga keputusan yang diambil adalah 𝐻0 ditolak dan 𝐻1diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan posttest hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Sedangkan pada hasil pretest siswa yaitu sebesar 1,317 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu sebesar 1,671 dengan (dengan 𝑑𝑓 = 62 − 2 = 60). Dapat dilihat bahwa 1,3171,671 sehingga keputusan yang diambil adalah 𝐻0 diterima dan 𝐻1 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pretest hasil belajar siswa kelas eksperimen dan pretest hasil belajar siswa kelas kontrol. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata tes hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tes hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Sikap sosial merupakan kesadaran individu yang memengaruhi tindakan nyata dalam aktivitas sosial terhadap objek sosial, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Sikap ini mencerminkan kesiapan seseorang untuk merespons secara konsisten terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap sosial siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV-A SDN 050 Tarakan. Fokus penelitian ini mencakup tiga indikator sikap sosial, yaitu disiplin, toleransi, dan sopan santun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitat if dengan metode deskript if. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam indikator sikap disiplin, 64,29% siswa menunjukkan perilaku disiplin, sementara 35,71% masih kurang disiplin. Pada indikator toleransi, sebanyak 71,43% siswa telah menunjukkan sikap toleran, dan 28,57% menunjukkan kurang toleransi. Sedangkan pada indikator sopan santun, hanya 21,43% siswa yang menunjukkan sikap sopan, sementara 78,57% lainnya masih perlu pembinaan dalam aspek tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan sikap sosial siswa, namun masih diperlukan penguatan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan, khususnya pada aspek sopan santun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Sikap sosial merupakan kesadaran individu yang memengaruhi tindakan nyata dalam aktivitas sosial terhadap objek sosial, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Sikap ini mencerminkan kesiapan seseorang untuk merespons secara konsisten terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap sosial siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV-A SDN 050 Tarakan. Fokus penelitian ini mencakup tiga indikator sikap sosial, yaitu disiplin, toleransi, dan sopan santun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitat if dengan metode deskript if. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam indikator sikap disiplin, 64,29% siswa menunjukkan perilaku disiplin, sementara 35,71% masih kurang disiplin. Pada indikator toleransi, sebanyak 71,43% siswa telah menunjukkan sikap toleran, dan 28,57% menunjukkan kurang toleransi. Sedangkan pada indikator sopan santun, hanya 21,43% siswa yang menunjukkan sikap sopan, sementara 78,57% lainnya masih perlu pembinaan dalam aspek tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan sikap sosial siswa, namun masih diperlukan penguatan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan, khususnya pada aspek sopan santun.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap literasi sains siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-A dan XI-C yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap literasi sains siswa, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 taraf signifikasi α= 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) berpengaruh terhadap literasi sains siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap literasi sains siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-A dan XI-C yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap literasi sains siswa, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 taraf signifikasi α= 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) berpengaruh terhadap literasi sains siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 62 siswa yaitu 31 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas V1II-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan pretest-posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 pada hasil posttest yaitu sebesar 4,625 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu sebesar 1,671 (dengan 𝑑𝑓 = 62 − 2 = 60). Dapat dilihat bahwa 4,625 > 1,671 sehingga keputusan yang diambil adalah 𝐻0 ditolak dan 𝐻1diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan posttest hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Sedangkan pada hasil pretest siswa yaitu sebesar 1,317 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu sebesar 1,671 dengan (dengan 𝑑𝑓 = 62 − 2 = 60). Dapat dilihat bahwa 1,3171,671 sehingga keputusan yang diambil adalah 𝐻0 diterima dan 𝐻1 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pretest hasil belajar siswa kelas eksperimen dan pretest hasil belajar siswa kelas kontrol. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata tes hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tes hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai religius dalam novel Bu Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini karya Boy Chandra yang memiliki fokus pada empat aspek yang mencakup 1) hubungan antara individu dengan Tuhan, 2) hubungan antara individu dengan diri sendiri, 3) hubungan antara individu dengan orang lain, dan 4) hubungan antara individu dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan fokus pada cara tokoh yang menggambarkan nilai religius dalam aktivitas mereka sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai religius tidak hanya mengajarkan untuk taat pada agama, melainkan mengajarkan manusia untuk memiliki rasa syukur, melakukan refleksi diri, memiliki rasa empati, dan tanggung jawab terhadap sesama manusia serta belajar untuk mencintai lingkungan. Novel ini mengajarkan pembaca untuk memiliki hidup yang seimbang antara spiritual, refleksi diri, sosial hingga menjaga lingkungan. Berdasarkan kajian sosiologi sastra, novel ini menunjukkan adanya kontribusi yang menyeluruh dari keempat aspek tersebut agar dapat menghasilkan hubungan yang harmonis di dalam kehidupan manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai religius dalam novel Bu Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini karya Boy Chandra yang memiliki fokus pada empat aspek yang mencakup 1) hubungan antara individu dengan Tuhan, 2) hubungan antara individu dengan diri sendiri, 3) hubungan antara individu dengan orang lain, dan 4) hubungan antara individu dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan fokus pada cara tokoh yang menggambarkan nilai religius dalam aktivitas mereka sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai religius tidak hanya mengajarkan untuk taat pada agama, melainkan mengajarkan manusia untuk memiliki rasa syukur, melakukan refleksi diri, memiliki rasa empati, dan tanggung jawab terhadap sesama manusia serta belajar untuk mencintai lingkungan. Novel ini mengajarkan pembaca untuk memiliki hidup yang seimbang antara spiritual, refleksi diri, sosial hingga menjaga lingkungan. Berdasarkan kajian sosiologi sastra, novel ini menunjukkan adanya kontribusi yang menyeluruh dari keempat aspek tersebut agar dapat menghasilkan hubungan yang harmonis di dalam kehidupan manusia.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa kelas X di SMAN 2 Tarakan. Sikap sopan santun merupakan perilaku seseorang yang menghargai, tidak sombong dan berakhlak mulia dengan cara menghormati orang yang lebih tua, menyapa jika bertemu dengan orang lain, berbicara dengan nada lembut dan bahasa yang santun. Ciri cirinya tidak permisi atau menegur saat berpapasan dengan guru, memanggil teman dengan nama binatang dan menyanggah guru ketika sedang berbicara, dan Self-Regulation merupakan proses metakognisi yang mengatur proses perencanaan, pemantauan/monitoring, dan evaluasi diri dalam aktivitas belajar seperti cara berfikir, pemantauan proses belajar, mengulangi pelajaran agar tercapai tujuan belajar, penguasaan pengetahuan dan keterampilan bagi individu serta pengaturan jadwal belajar guna untuk mencapai tujuan dalam belajar. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design, dengan populasi sebanyak 100 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling sebanyak 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap sopan santun. Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung -6.688 1.833. Sehingga ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa Kelas X di SMAN 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa kelas X di SMAN 2 Tarakan. Sikap sopan santun merupakan perilaku seseorang yang menghargai, tidak sombong dan berakhlak mulia dengan cara menghormati orang yang lebih tua, menyapa jika bertemu dengan orang lain, berbicara dengan nada lembut dan bahasa yang santun. Ciri cirinya tidak permisi atau menegur saat berpapasan dengan guru, memanggil teman dengan nama binatang dan menyanggah guru ketika sedang berbicara, dan Self-Regulation merupakan proses metakognisi yang mengatur proses perencanaan, pemantauan/monitoring, dan evaluasi diri dalam aktivitas belajar seperti cara berfikir, pemantauan proses belajar, mengulangi pelajaran agar tercapai tujuan belajar, penguasaan pengetahuan dan keterampilan bagi individu serta pengaturan jadwal belajar guna untuk mencapai tujuan dalam belajar. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design, dengan populasi sebanyak 100 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling sebanyak 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap sopan santun. Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung -6.688 1.833. Sehingga ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa Kelas X di SMAN 2 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK KONTRIBUSI DAN PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PEREKONOMIAN KELUARGA KAWASAN KULINER SEBENGKOK KOTA TARAKAN Juliana Ernawati Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kontribusi dan Peran Ibu Rumah Tangga dalam Perekonomian Keluarga Kawasan Kuliner Sebengkok Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah Perempuan atau Ibu Rumah Tangga yang berada pada Kawasan Kuliner Sebengkok Kota Tarakan. Hal ini di pilih karena dinilai dapat memahami kondisi di wilayah tersebut sehingga mudah untuk mendapatkan data yang diperlukan. Jumlah sample 53 orang. Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga terhadap Pendapatan Keluarga berada pada kategori rendah sebanyak 2 orang, pada kategori sedang sebanyak 7 orang, pada kategori tinggi, sebnyak 17 orang, dan pada kategori sangat tinggi sebanyak 27 orang. Tingginya kontribusi ibu rumah tangga terhadap pendapatan keluarganya menunjukkan bahwa ibu rumah tangga mempunyai keinginan yang tinggi dalam membantu suami dan anggota keluarga yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Peranan ibu rumah tangga dalam keluarga terutama dalam bidang ekonomi, ibu rumah tangga tidak dipandang sebagai pengurus rumah tangga saja, tetapi dipandang sebagai partner dalam usaha ekonomi di dalam keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KONTRIBUSI DAN PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PEREKONOMIAN KELUARGA KAWASAN KULINER SEBENGKOK KOTA TARAKAN Juliana Ernawati Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kontribusi dan Peran Ibu Rumah Tangga dalam Perekonomian Keluarga Kawasan Kuliner Sebengkok Kota Tarakan. Populasi dalam penelitian ini adalah Perempuan atau Ibu Rumah Tangga yang berada pada Kawasan Kuliner Sebengkok Kota Tarakan. Hal ini di pilih karena dinilai dapat memahami kondisi di wilayah tersebut sehingga mudah untuk mendapatkan data yang diperlukan. Jumlah sample 53 orang. Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga terhadap Pendapatan Keluarga berada pada kategori rendah sebanyak 2 orang, pada kategori sedang sebanyak 7 orang, pada kategori tinggi, sebnyak 17 orang, dan pada kategori sangat tinggi sebanyak 27 orang. Tingginya kontribusi ibu rumah tangga terhadap pendapatan keluarganya menunjukkan bahwa ibu rumah tangga mempunyai keinginan yang tinggi dalam membantu suami dan anggota keluarga yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Peranan ibu rumah tangga dalam keluarga terutama dalam bidang ekonomi, ibu rumah tangga tidak dipandang sebagai pengurus rumah tangga saja, tetapi dipandang sebagai partner dalam usaha ekonomi di dalam keluarga.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berfokus pada penggunaan metode goal programming berbasis qm for windows dalam melakukan perencanaan produksi pada UMKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah produk yang dihasilkan oleh UMKM Kobidh berdasarkan metode goal programming agar tercapainya keuntungan yang maksimal dan untuk mengetahui implementasi perencanaan produksi dengan menggunakan metode goal programming pada UMKM Keripik Kobidh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka pada industri rumahan Keripik Kobidh. Adapun hasil penelitian yang didapatkan bahwa untuk mencapai beberapa tujuan, UMKM Keripik Kobidh hendaknya memproduksi sesuai dengan kondisi optimalnya yaitu X1 sebanyak 250 kemasan dan X2 146 kemasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini berfokus pada penggunaan metode goal programming berbasis qm for windows dalam melakukan perencanaan produksi pada UMKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah produk yang dihasilkan oleh UMKM Kobidh berdasarkan metode goal programming agar tercapainya keuntungan yang maksimal dan untuk mengetahui implementasi perencanaan produksi dengan menggunakan metode goal programming pada UMKM Keripik Kobidh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka pada industri rumahan Keripik Kobidh. Adapun hasil penelitian yang didapatkan bahwa untuk mencapai beberapa tujuan, UMKM Keripik Kobidh hendaknya memproduksi sesuai dengan kondisi optimalnya yaitu X1 sebanyak 250 kemasan dan X2 146 kemasan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Kasus perubahan jenis kelamin yang dilakukan oleh kaum transeksual di Indonesia cukup banyak. Transeksual ini memiliki konsekuensi diberbagai aspek khususnya mengenai perkawinan. Suatu perkawinan harus dilakukan berdasarkan syarat dan rukun nikah. Namun, tidak semua perkawinan dilakukan sesuai dengan apa yang sudah disyariatkan oleh agama kepada masing-masing pemeluknya. Pasca melakukan operasi perubahan jenis kelamin ini cenderung akan menimbulkan permasalahan baru terhadap akibat hukum atas perubahan jenis kelamin bagi transksual dalam kaitannya dengan perkawinan dan bagaimana status sahnya perkawinan bagi transeksual. Dalam membantu dan menjawab permasalahan ini, digunakan metode penelitian yang bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pada penelitian ini, akibat hukum yang harus ditanggung atas perubahan jenis kelamin bagi transeksual adalah berupa data kepandudukan. Dalam kaitannya dengan perkawinan transeksual merupakan suatu perkawinan yang haram dan tidak sah karena bertentangan dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam pasal 4 KHI, pasal 1 dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Akan tetapi, dimungkinkan terjadinya perkawinan transeksual yang dicatatkan apabila yang bersangkutan memiliki penetapan pengadilan dan telah merubah dokumen kependudukannya di kantor pencatatan sipil. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada bagian proses pencatatan perkawinan hanya menyebutkan syarat objektifnya saja berupa dokumen-dokumen kependudukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kasus perubahan jenis kelamin yang dilakukan oleh kaum transeksual di Indonesia cukup banyak. Transeksual ini memiliki konsekuensi diberbagai aspek khususnya mengenai perkawinan. Suatu perkawinan harus dilakukan berdasarkan syarat dan rukun nikah. Namun, tidak semua perkawinan dilakukan sesuai dengan apa yang sudah disyariatkan oleh agama kepada masing-masing pemeluknya. Pasca melakukan operasi perubahan jenis kelamin ini cenderung akan menimbulkan permasalahan baru terhadap akibat hukum atas perubahan jenis kelamin bagi transksual dalam kaitannya dengan perkawinan dan bagaimana status sahnya perkawinan bagi transeksual. Dalam membantu dan menjawab permasalahan ini, digunakan metode penelitian yang bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pada penelitian ini, akibat hukum yang harus ditanggung atas perubahan jenis kelamin bagi transeksual adalah berupa data kepandudukan. Dalam kaitannya dengan perkawinan transeksual merupakan suatu perkawinan yang haram dan tidak sah karena bertentangan dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam pasal 4 KHI, pasal 1 dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Akan tetapi, dimungkinkan terjadinya perkawinan transeksual yang dicatatkan apabila yang bersangkutan memiliki penetapan pengadilan dan telah merubah dokumen kependudukannya di kantor pencatatan sipil. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada bagian proses pencatatan perkawinan hanya menyebutkan syarat objektifnya saja berupa dokumen-dokumen kependudukan.