Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: CORE
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMERINGKATAN JALAN DENGAN METODE STAR RATING MENGGUNAKAN IRAP DEMONSTRATOR PADA RUAS JALAN AMAL LAMA KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keselamatan jalan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi, terutama pada ruas jalan yang digunakan oleh berbagai jenis pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geometrik, fasilitas keselamatan, dan lingkungan pada ruas Jalan Amal Lama Kota Tarakan serta menganalisis tingkat keselamatan jalan menggunakan metode Star Rating dari International Road Assessment Programme (iRAP). Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Amal Lama sepanjang 700 meter yang dibagi menjadi 7 segmen dengan panjang masing-masing 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kondisi aktual jalan, survei volume lalu lintas, pengukuran kecepatan kendaraan, serta pengumpulan atribut keselamatan jalan. Data volume lalu lintas dianalisis menggunakan PKJI 2023, sedangkan atribut jalan dikodekan dan dianalisis menggunakan iRAP Demonstrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume jam puncak tertinggi sebesar 248 smp/jam pada hari Minggu pukul 17.45–18.00, dengan estimasi LHR sebesar 2.756 smp/hari dan kecepatan operasional persentil ke-85 sebesar 40–45 km/jam. Hasil analisis iRAP menunjukkan bahwa kendaraan penumpang memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, 3, 4, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Pengendara sepeda motor memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, dan 4, serta 2 bintang pada segmen 3, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Nilai SRS tertinggi terdapat pada segmen 5, yaitu 26,6698 untuk kendaraan penumpang dan 44,6791 untuk sepeda motor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa segmen 5 memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama terkait kondisi perkerasan, ketahanan selip, marka jalan, tikungan, jarak pandang, dan objek sisi jalan. Rekomendasi penanganan meliputi perbaikan atau rehabilitasi perkerasan, peningkatan ketahanan selip, perbaikan marka, pengamanan objek sisi jalan, serta peningkatan penerangan dan fasilitas bagi pengguna jalan rentan sesuai kebutuhan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD MENGGUNAKAN RANDOM FOREST PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecurangan laporan keuangan (Financial Statement Fraud) merupakan masalah serius yang dapat merugikan investor dan pengguna laporan keuangan. Seiring perkembangan teknologi, metode konvensional dinilai belum optimal sehingga diperlukan pendekatan Machine Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Random Forest dalam mendeteksi Financial Statement Fraud serta mengidentifikasi variabel yang paling berkontribusi berdasarkan Fraud Triangle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Sampel penelitian terdiri atas 73 perusahaan dengan 292 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Deteksi fraud dilakukan menggunakan Beneish M-Score dengan variabel Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, dan Change in Auditor. Data diolah melalui pre-processing, SMOTE, dan pemodelan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest mampu mendeteksi fraud dengan nilai accuracy sebesar 0,7627. Variabel yang paling dominan adalah Nature of Industry, diikuti Financial Target dan External Pressure, sedangkan Change in Auditor memiliki kontribusi paling kecil. Kesimpulannya, Random Forest dapat digunakan sebagai metode dalam mendeteksi Financial Statement Fraud, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Financial statement fraud is a serious issue that can harm investors and users of financial statements. By advancement of technology, conventional methods are considered suboptimal, necessitating a Machine Learning approach. This study aims to determine the ability of Random Forest to detect financial statement fraud and to identify the variables that contribute most significantly based on the Fraud Triangle. This study employed a quantitative approach on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2024. The research sample consisted of 73 companies with 292 observations selected using purposive sampling. Fraud detection was performed using the Beneish M-Score with the variables Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, and Change in Auditor. The data was processed through pre-processing, SMOTE, and Random Forest modeling. The results showed that Random Forest is capable of detecting fraud with an accuracy of 0.7627. The most dominant variable is Nature of Industry, followed by Financial Target and External Pressure, while Change in Auditor has the smallest contribution. In conclusion, Random Forest can be used as a method for detecting Financial Statement Fraud, although further development is still needed.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kinerja Environmental, Social, Governancee (ESG) Terhadap Risiko Kebangkrutan dengan Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan IDX ESGL Tahun 2020-2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POTENSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE ALTMAN ZSCORE PADA SEKTOR KEUANGAN, ENERGI, DAN INDUSTRI PERIODE 2020-2023

2026•

Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama akibat pandemi COVID-19 dan perubahan kebijakan ekonomi internasional, meningkatkan risiko kesulitan keuangan (financial distress) pada berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, analisis terhadap potensi financial distress menjadi penting untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan potensi financial distress pada perusahaan BUMN di sektor keuangan, energi, dan industri selama periode 2020–2023. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Pengukuran potensi financial distress dilakukan menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis perbedaan antar sektor dilakukan menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor energi memiliki nilai Z-Score yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sektor keuangan, yang mengindikasikan kesehatan keuangan yang lebih baik dengan risiko financial distress yang relatif rendah. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sektor keuangan dan sektor industri dalam tingkat potensi financial distress. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi keuangan antar sektor yang diteliti. Di mana sektor energi memiliki kondisi yang relatif lebih stabil dibandingkan sektor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, pihak internal dan eksternal perusahaan dalam menilai kesehatan keuangan serta mengantisipasi potensi risiko financial distress pada perusahaan sektor keuangan, energi, dan industri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PT. FAST FOOD INDONESIA Tbk

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT Fast Food Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang restoran cepat saji yang menghadapi berbagai tekanan yang memengaruhi kinerja operasionalnya, antara lain pandemi COVID-19, perubahan daya beli masyarakat, serta adanya aksi boikot terhadap produk perusahaan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan dan menimbulkan indikasi terjadinya financial distress. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi financial distress pada PT Fast Food Indonesia Tbk selama periode 2019–2023 dengan menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Variabel yang dianalisis meliputi rasio modal kerja terhadap total aset, laba ditahan terhadap total aset, EBIT terhadap total aset, serta nilai pasar ekuitas terhadap total kewajiban. Hasil perhitungan Z-Score kemudian diklasifikasikan ke dalam zona aman, zona abu-abu, dan zona distress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019 perusahaan masih berada dalam kondisi keuangan yang relatif stabil. Namun, sejak tahun 2020 hingga 2023 nilai Z-Score terus mengalami penurunan sehingga perusahaan berada dalam kategori distress. Kondisi ini mencerminkan menurunnya profitabilitas, melemahnya likuiditas, serta meningkatnya tekanan eksternal yang berdampak pada keberlangsungan usaha, sehingga perusahaan perlu melakukan langkah strategis dan perbaikan manajerial untuk memulihkan kondisi keuangan di masa mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DAYA DUKUNG (CARRYING CAPACITY) PERAIRAN DALAM PENGELOLAAN PENGINAPAN LAUT (STILTED OVERWATER ACCOMMODATION) DI PULAU DERAWAN

2025•

Derawan Island remains a popular destination in East Kalimantan, but its coastal ecosystem, especially coral reefs and sea grass, are very vulnerable. The purpose of this study was to check the quality of seawater and the environmental carrying capacity around marine accommodation on Derawan Island. Samples were taken at eleven monitoring points, bith during high and low tide. The parameters analysed included temperature salinity, , brightness, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS), ammonia, orto-phoshate, and oil and fat. The results showed that TSS was stable at a low of 0,0115 mg/L, meaning that sediment from human activities was very minimal. Ammonia was slightly higher during the low tide phase at 0,0022-0,0023 mg/L, possibly due to accumulated organic water, but still below the quality standard limit. Phosphate remained consistent at 0.0011 mg/L and mostly came from natural processes, while oil and fat fluctuated between 0,0002-0,0011 mg/L, with some point having an influence from human activities. The Sea Water Quality Index (IKAL) was recorded at 81.16-95-.93 percent, categorized as good to very good, with TSS as the main determinant. In terms of carrying capacity, the assimilation capacity of the waters is still adequate, although routine monitoring of phosphate and ammonia remains important to prevent eutrophication and accumulation of organic pollutans

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Monitoring Early Warning Score (EWS) Diruang Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Tarakan

2025•

Early Warning Score (EWS) merupakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien melalui pemantauan tanda-tanda vital. Meskipun telah diterapkan di Rumah Sakit X Kota Tarakan, pelaksanaan EWS belum sepenuhnya optimal. Kepatuhan perawat dalam melakukan monitoring EWS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja mental. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja perawat dengan kepatuhan dalam monitoring EWS di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 49 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (85,7%), telah mengikuti pelatihan EWS (71,4%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dalam monitoring EWS (95,9%). Sebagian besar responden juga mempersepsikan beban kerja mental tinggi (63,3%). Hasil uji Gamma menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,182), pelatihan (p = 0,153), dan beban kerja mental (p = 0,885) dengan kepatuhan monitoring EWS. Pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam monitoring Early Warning Score. Diperlukan pendekatan lain dalam meningkatkan kepatuhan, seperti supervisi rutin, evaluasi implementasi EWS, dan perbaikan sistem pendokumentasian.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis prediksi kebangkrutan dengan menggunakan metode altman z-score, springate dan grover pada perusahaan pt garuda Indonesia (persero) tbk

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk periode 2019–2023 dengan menggunakan tiga metode analisis, yaitu Altman Z-Score, Springate, dan Grover. Ketiga metode ini diterapkan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten berada dalam kategori berisiko tinggi mengalami kebangkrutan, terutama selama periode pandemi COVID-19. Lebih lanjut, dari ketiga metode tersebut, variabel X1, yaitu modal kerja yang sebagian besar dibiayai melalui utang, diidentifikasi sebagai faktor utama penyebab potensi kebangkrutan perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinerja Peusahaan Umum Daerah Tarakan Media Telekomunikasi Berdasarkan Balanced Scorecard

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non- keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalam mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROA dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang kurang efektif, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang kurang baik karena produktivitas karyawan mengalami fluktuasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Bank Tabungan Negara Cabang Tarakan)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PT Bank Tabungan Negara Cabang Tarakan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Pendekatan ini mengevaluasi kinerja perusahaan dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui laporan keuangan dan kuesioner yang disebarkan kepada nasabah dan pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang diukur menggunakan rasio ROA, NIM, dan NPL berada dalam kategori sangat sehat. Perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang baik, yang diukur berdasarkan pangsa pasar, akuisisi pelanggan, retensi pelanggan, kepuasan pelanggan, dan profitabilitas pelanggan. Kemudian perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil sangat baik melalui pengukuran indikator layanan, efisiensi, kualitas, dan tingkat inovasi. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan juga menunjukkan hasil sangat baik berdasarkan indikator kepuasan pegawai, peluang pelatihan, pengembangan, kemampuan dan motivasi karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard Pada PDAM Kota Tarakan

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non-keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalm mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PDAM Kota Tarakan diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROI dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan dan kemampuan menarik pelanggan baru baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang baik karena inovasi; kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air; serta lama penanganan pengaduan mendapatkan hasil yang baik, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang memuaskan karena hasil dari tingkat kepuasan pegawai baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, DAN GROVER (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Tembakau di BEI)

2024•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Consumer Non Cyclicals. Sedangkan untuk sampel, adalah perusahaan sub sektor tembakau yang ditentukan dengan teknik Non Probability Sampling dan pendekatan purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil antara metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau. Metode Grover merupakan metode yang memiliki tingkat akurasi tertinggi senilai 100% dan tingkat eror 0%. Sedangkan pada metode Altman Z-Score dan Springate memiliki tingkat akurasi eror yang sama, yaitu 75%, dengan tingkat eror untuk metode Altman Z-Score adalah 20% dan tingkat eror untuk metode Springate adalah 25%. Pada metode Grover dan Springate tidak mengklasfikasikan perusahaan dalam kategori grey area (perusahaan tidak dapat ditentukan apakah sehat atau bankrut). Namun, pada metode Altman Z-Score, mengklasifikasikan perusaahaan dalam posisi grey area. Adapun tingkat grey area pada metode Altman Z-Score adalah 5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PREDIKSI TINGKAT KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN Z-SCORE PADA SUB SEKTOR PAKAIAN DAN BARANG MEWAH YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebangkrutan pada sub sektor pakaian dan barang mewah periode 2019-2022. Altman Z-Score memberikan indikasi dini mengenai kemungkinan kebangkrutan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan korektif lebih awal sebelum situasi memburuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada 18 perusahaan sub sektor pakaian dan barang mewah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun (2019-2022). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs www.idx.co.id. Teknik yang digunakan adalah metode prediksi kebangkrutan Altman Z-Score Revisi dengan 3 kriteria penilaian yaitu zona sehat, rawan bangkrut dan bangkrut. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 9 perusahaan berkategori bangkrut, 8 perusahaan berkategori rawan bangkrut, dan 1 perusahaan berkategori sehat selama periode penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitan Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas XII MIPA tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas XII MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji regresi linear sederhana dan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol yaitu 76,47 untuk kelas eksperimen dan 49,89 untuk kelas kontrol dalam skala nilai 100. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan 𝑌̂ = 49,889 + 26,582𝐷, dimana pada kelas kontrol variabel dummy (𝐷) bernilai 0 karena tidak menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas kontrol adalah sebesar 49,889 + 26,582(0) = 49,889. Sedangkan pada kelas eksperimen variabel dummy (𝐷) bernilai 1 karena menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 49,889 + 26,582(1) = 76,471. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis. Selain itu, hasil uji t diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =15,135 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 =1,998) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Pengaruh yang diberikan ini adalah sebesar 78,2% dan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh di luar variabel penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN CABAI RAWIT DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract Cayenne pepper is one of the potential commodities in Juata Laut Tarakan. The research objectives were (1) to investigate the income of cayenne pepper farming; (2) to describe the marketing channel of cayenne pepper, (3) to identify the marketing margin of cayenne pepper (4) to describe the level of marketing efficiency of cayenne pepper farming. The researcher employed simple random sampling with 30 cayenne pepper farmers. The research instruments were observation, interviews, and documentation. The data analysis methods used income analysis, marketing output analysis, marketing margin analysis, farmer's share, and marketing efficiency analysis. The research revealed that: (1) farmers' average total income per growing season was Rp. 9,496,158, (2) There were two marketing channels. First, cayenne pepper farmers-traders collectors-consumers. Second, cayenne pepper farmers-collectors-traders-retailers-consumers. Based on the margin calculation, the first and second total marketing margins had the same value, Rp. 40,000 per kilogram with a farmer's share was 67%, so both marketing channels can be revealed to be efficient because the percentage value of the farmer's share was more than 50%. Based on the calculation of the marketing efficiency of cayenne pepper. It can be concluded that marketing channels I and II obtained 33% efficiency score.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

COMPARATIVE STUDY ON ENGLISH NATIONAL EXAMINATION AND LOCAL EXAMINATION BETWEEN KSP AND K-13 JUNIOR HIGH SCHOOL IN TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research aimed at determining any significant difference on students' English national examination and local examination results between KTSP and K-13 at Junior High Schools in Tarakan. This research employed a causal-comparative design. The sample of this research was taken using a purposive sampling technique where two schools which implemented different curriculum were chosen, in this case, SMPN 6 Tarakan with KTSP and SMPN 8 Tarakan with K-13. The data were taken from documents of English National Examination and Local Examination results of both schools from 2015 to 2019. The data were then analyzed using Mann-Whitney U test. This test was used because the data were not normal nor homogeneous. Based on the results of data analysis, it was found that the results of students' English National Examination from both curricula which showed significant differences were in 2016, 2017, and 2018 where KTSP was dominant; while the results in 2015 and 2019 showed no any significant difference, but the mean scores of KTSP were higher than that of K-13. It indicated the trends that KTSP tended to provide students with better English National Examination results that that of those in K-13. Meanwhile, the results of students' English Local Examination from both curricula which showed significant differences were in 2015 and 2017 where K-13 was in a lead; while the results in 2016, 2018, and 2019 showed no any significant difference, where the mean score of K-13 was higher in 2016, and was slightly smaller in 2018 and 2019. It inferred that the students who treated with K-13 got relatively higher English Local Examination scores than those who learnt with KTSP.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) PADA SISWA KELAS VIII-5 SMP NEGERI 5 TARAKAN

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematika siswa melalui model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Tarakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 pada kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 5 Tarakan tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 14 orang perempuan dan 18 orang laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan representasi matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data keterlaksanaan pembelajaran guru dan hasil tes kemampuan representasi matematika siswa. Penelitian ini dilaksanan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa kemampuan representasi matematika siswa pada siklus I sebesar 68,75% siswa berada pada kategori minimal baik dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,75% siswa berada pada kategori minimal baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dapat meningkatkan kemampuan representasi matematika siswa pada materi persamaan linear dua variabel pada kelas VIII-5 SMP Negeri 5 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi penelian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian, yaitu kelas XI MIPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang seba gai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan tes kemampuan koneksi matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistik dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 83,24 dan pada kelas kontrol adalah 61,20. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan atau model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematika. Abstract This current research was a quasi-experimental research with a posttest only control design. The population was all students of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan. The simple random sampling technique was employed and was obtained class XI MIPA 1 with 30 students as the experimental class and class XI MIPA 2 with 29 students as the control class. The data were collected using mathematical connection ability test (posttest) and were then analyzed using statistical analysis with the help of SPSS software version 23.0 for windows. The results of the descriptive statistical analysis showed that the mean score of the students’ mathematical connection ability in the experimental class was 83.24 and that of in the control class was 61.20.The results of inferential statistical analysis for the students’ mathematical connection ability using in independent sample t-test at the level of significance 5% (α = 0.05) was obtained a p-value of 0.000, so that H0 was rejected. Thus, it was concluded that the students who were treated using the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model got significantly higher mean score of the mathematical connection ability than those who were taught using conventional learning model. In other words, the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending ( CORE ) learning model effected the mathematical connection ability for the student of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail