Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WAHLIDAH TULJANAH

2 karya publik ditemukan.

2022: 2

Pengaruh Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tarakan

2022 ยท Book ยท Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitan Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas XII MIPA tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas XII MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji regresi linear sederhana dan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol yaitu 76,47 untuk kelas eksperimen dan 49,89 untuk kelas kontrol dalam skala nilai 100. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan ๐‘Œฬ‚ = 49,889 + 26,582๐ท, dimana pada kelas kontrol variabel dummy (๐ท) bernilai 0 karena tidak menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas kontrol adalah sebesar 49,889 + 26,582(0) = 49,889. Sedangkan pada kelas eksperimen variabel dummy (๐ท) bernilai 1 karena menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 49,889 + 26,582(1) = 76,471. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis. Selain itu, hasil uji t diperoleh nilai ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” lebih besar dari ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ (๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” =15,135 > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ =1,998) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Pengaruh yang diberikan ini adalah sebesar 78,2% dan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh di luar variabel penelitian.

Pengaruh Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tarakan

2022 ยท Thesis ยท Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitan Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas XII MIPA tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas XII MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji regresi linear sederhana dan uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol yaitu 76,47 untuk kelas eksperimen dan 49,89 untuk kelas kontrol dalam skala nilai 100. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan ๐‘Œฬ‚ = 49,889 + 26,582๐ท, dimana pada kelas kontrol variabel dummy (๐ท) bernilai 0 karena tidak menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas kontrol adalah sebesar 49,889 + 26,582(0) = 49,889. Sedangkan pada kelas eksperimen variabel dummy (๐ท) bernilai 1 karena menerima perlakuan, maka nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 49,889 + 26,582(1) = 76,471. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis. Selain itu, hasil uji t diperoleh nilai ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” lebih besar dari ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ (๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” =15,135 > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ =1,998) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran CORE terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Pengaruh yang diberikan ini adalah sebesar 78,2% dan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh di luar variabel penelitian.