2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak anak sebagai korban penelantaran di Kota Tarakan dalam perspektif viktimologi serta mengkaji kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam menangani kasus tersebut. Latar belakang penelitian didasari oleh masih maraknya kasus penelantaran anak, yang mencerminkan pengabaian peran perlindungan dari berbagai pihak, padahal hak anak telah dijamin oleh hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Dinas Sosial dan DP3AP2KB Kota Tarakan, observasi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak korban penelantaran di Kota Tarakan dilaksanakan melalui pendekatan komprehensif yang berorientasi pada pemulihan korban dan restorasi keluarga, sesuai dengan prinsip viktimologi. Unsur-unsur pemenuhan hak meliputi jaminan keselamatan darurat, akses terhadap layanan dasar, dan pendampingan psikososial. Faktor penyebab utama penelantaran adalah kemiskinan struktural, pola migrasi orang tua, serta rendahnya pengetahuan tentang pengasuhan anak. Secara kelembagaan, penelitian menemukan bahwa kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah telah dijalankan berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dinas Sosial berperan sebagai leading sector dengan fokus pada rehabilitasi, sementara DP3AP2KB menekankan fungsi pencegahan melalui KIE dan pendampingan korban. Tantangan utama yang dihadapi adalah mengatasi akar masalah struktural seperti kemiskinan dan mengubah persepsi masyarakat.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak anak sebagai korban penelantaran di Kota Tarakan dalam perspektif viktimologi serta mengkaji kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam menangani kasus tersebut. Latar belakang penelitian didasari oleh masih maraknya kasus penelantaran anak, yang mencerminkan pengabaian peran perlindungan dari berbagai pihak, padahal hak anak telah dijamin oleh hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Dinas Sosial dan DP3AP2KB Kota Tarakan, observasi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak korban penelantaran di Kota Tarakan dilaksanakan melalui pendekatan komprehensif yang berorientasi pada pemulihan korban dan restorasi keluarga, sesuai dengan prinsip viktimologi. Unsur-unsur pemenuhan hak meliputi jaminan keselamatan darurat, akses terhadap layanan dasar, dan pendampingan psikososial. Faktor penyebab utama penelantaran adalah kemiskinan struktural, pola migrasi orang tua, serta rendahnya pengetahuan tentang pengasuhan anak. Secara kelembagaan, penelitian menemukan bahwa kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah telah dijalankan berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dinas Sosial berperan sebagai leading sector dengan fokus pada rehabilitasi, sementara DP3AP2KB menekankan fungsi pencegahan melalui KIE dan pendampingan korban. Tantangan utama yang dihadapi adalah mengatasi akar masalah struktural seperti kemiskinan dan mengubah persepsi masyarakat.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania. Serta untuk mengetahui Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan pihak terkait yaitu Kepolisian Resor Tarakan dan Psikologis RSUD H JUSUF SK Kota Tarakan. Hasil dari penelitian ini adalah Tindak Pidana yang dilakukan oleh seorang yang mengalami gangguan psikologis yaitu kleptomania tidak dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum pidana karena pada kasus Tindak Pidana Pencurian yang dialami oleh seorang yang mengidap Kleptomania pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa karena kegagalan menahan rekuen implus atau dorongan yang tak tertahankan yang muncul pada dirinya, hal ini juga dikuatkan pada pasal 44 KUHP yang menerangankan bahwa cacat jiwanya tidak dapat dipidana karena alasan pemaaf, dalam hal ini termasuk penderita kleptomania. Penderita kleptomania dikatakan cacat jiwanya, karena dalam melakukan tindak pidana pencurian tidak menyadari perbuatan yang dilakukannya. Selain itu untuk menentukan apakah seorang penderita kleptomania tersebut dapat dipidana atas tindakan pencurian yang dilakukannya. Hakimlah dalam hal ini yang akan nantinya memutuskan orang tersebut dapat dimintai pertanggungjawabannya atau tidak. Putusan yang akan diambil, tentunya dengan meminta pendapat dari dokter ahli penyakit jiwa (psikiater/psikolog)
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania. Serta untuk mengetahui Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan pihak terkait yaitu Kepolisian Resor Tarakan dan Psikologis RSUD H JUSUF SK Kota Tarakan. Hasil dari penelitian ini adalah Tindak Pidana yang dilakukan oleh seorang yang mengalami gangguan psikologis yaitu kleptomania tidak dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum pidana karena pada kasus Tindak Pidana Pencurian yang dialami oleh seorang yang mengidap Kleptomania pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa karena kegagalan menahan rekuen implus atau dorongan yang tak tertahankan yang muncul pada dirinya, hal ini juga dikuatkan pada pasal 44 KUHP yang menerangankan bahwa cacat jiwanya tidak dapat dipidana karena alasan pemaaf, dalam hal ini termasuk penderita kleptomania. Penderita kleptomania dikatakan cacat jiwanya, karena dalam melakukan tindak pidana pencurian tidak menyadari perbuatan yang dilakukannya. Selain itu untuk menentukan apakah seorang penderita kleptomania tersebut dapat dipidana atas tindakan pencurian yang dilakukannya. Hakimlah dalam hal ini yang akan nantinya memutuskan orang tersebut dapat dimintai pertanggungjawabannya atau tidak. Putusan yang akan diambil, tentunya dengan meminta pendapat dari dokter ahli penyakit jiwa (psikiater/psikolog)
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendidikan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh besar yang mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif yaitu dengan penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dan tidak menarik, salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yaitu melalui model pembelajaran. Pembelajaran kreatif model Treffinger ini dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah, membantu dalam menguasai konsep – konsep materi yang diajarkan, serta memberikan kepada peserta didik untuk menunjukkan potensi – potensi kemampuan yang dimilikinya termasuk kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Pretest – Posttest non equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini ialah peserta didik pada kelas VIII 3 dan VIII 4 SMP Negeri 4 Tarakan sebanyak 64 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa Observasi, Tes Soal dan Dokumentasi. Untuk mengukur pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, data dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain dan uji Independent Sample T-test. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan berpikir kreatif antara kelas kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger. Berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen (model Treffinger) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (model konvensional). Hal ini diketahui dari hasil uji Independet Sample T-Test yang signifikan yaitu sebesar 0,000 ≤ 0,05.
2024 · Thesis ·
Pendidikan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh besar yang mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif yaitu dengan penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dan tidak menarik, salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yaitu melalui model pembelajaran. Pembelajaran kreatif model Treffinger ini dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah, membantu dalam menguasai konsep – konsep materi yang diajarkan, serta memberikan kepada peserta didik untuk menunjukkan potensi – potensi kemampuan yang dimilikinya termasuk kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Pretest – Posttest non equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini ialah peserta didik pada kelas VIII 3 dan VIII 4 SMP Negeri 4 Tarakan sebanyak 64 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa Observasi, Tes Soal dan Dokumentasi. Untuk mengukur pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, data dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain dan uji Independent Sample T-test. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan berpikir kreatif antara kelas kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger. Berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen (model Treffinger) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (model konvensional). Hal ini diketahui dari hasil uji Independet Sample T-Test yang signifikan yaitu sebesar 0,000 ≤ 0,05.
2024 · Book ·
Kitosan dari cangkang kepiting bakau memiliki banyak manfaat yang dapat diaplikasikan dalam bidang kosmetik. Salah satu sediaan kosmetik yang dapat diaplikasikan adalah produk make-up remover. Modifikasi ukuran kitosan menjadi nanopartikel dilakukan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ukuran nanopartikel kitosan cangkang kepiting bakau dan mendapatkan karakteristik fisikokimia dan mikrobiologi sediaan make-up remover berbasis nanopartikel kitosan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada analisis ukuran nanokitosan dan karakteristik fisikokimia makeup- remover. Karakteristik mikrobiologi berupa uji aktifitas antibakteri make-up remover menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan nanopartikel kitosan pada taraf F0 (0%), F1 (0,1%), F2 (0,3%), F3 (0,5%). Hasil penelitian menunjukkan ukuran nanopartikel kitosan sebesar 67,07 nm. Make-up remover pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% tidak berwarna (bening), aroma jasmine dan berbentuk cair. Make-up remover pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% menghasilkan nilai pH 5,01 – 5,08 sesuai dengan standar SNI 16-4380-1996. Seluruh konsentrasi formula make-up remover mengandung logam berat merkuri (Hg) 0,02 mg/kg, arsen (As) 0,0008 mg/kg, kadmium (Cd) 0,00011 mg/kg, dan timbal (Pb) 0,05 mg/kg. Semua formulasi tidak melebihi batas maksimum cemaran logam berat yang ditetapkan oleh Peraturan Badan BPOM No. 12 Tahun 2019. Sediaan Make up remover nanopartikel kitosan mampu menghambat bakteri gram positif Propionibacterium acnes dengan menghasilkan zona hambat pada F0 (0%) 18,6±3,51 mm, F1 (0,1%) 24,3±4,04 mm, F2 (0,3%) 22,8±1,15 dan F3 (0,5%) 16±1,25. Aktivitas antibakteri make-up remover nanopartikel kitosan terhadap Propionibacterium acnes pada penelitian ini termasuk kategori kuat hingga sangat kuat.
2024 · Thesis ·
Kitosan dari cangkang kepiting bakau memiliki banyak manfaat yang dapat diaplikasikan dalam bidang kosmetik. Salah satu sediaan kosmetik yang dapat diaplikasikan adalah produk make-up remover. Modifikasi ukuran kitosan menjadi nanopartikel dilakukan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ukuran nanopartikel kitosan cangkang kepiting bakau dan mendapatkan karakteristik fisikokimia dan mikrobiologi sediaan make-up remover berbasis nanopartikel kitosan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada analisis ukuran nanokitosan dan karakteristik fisikokimia makeup- remover. Karakteristik mikrobiologi berupa uji aktifitas antibakteri make-up remover menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan nanopartikel kitosan pada taraf F0 (0%), F1 (0,1%), F2 (0,3%), F3 (0,5%). Hasil penelitian menunjukkan ukuran nanopartikel kitosan sebesar 67,07 nm. Make-up remover pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% tidak berwarna (bening), aroma jasmine dan berbentuk cair. Make-up remover pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% menghasilkan nilai pH 5,01 – 5,08 sesuai dengan standar SNI 16-4380-1996. Seluruh konsentrasi formula make-up remover mengandung logam berat merkuri (Hg) 0,02 mg/kg, arsen (As) 0,0008 mg/kg, kadmium (Cd) 0,00011 mg/kg, dan timbal (Pb) 0,05 mg/kg. Semua formulasi tidak melebihi batas maksimum cemaran logam berat yang ditetapkan oleh Peraturan Badan BPOM No. 12 Tahun 2019. Sediaan Make up remover nanopartikel kitosan mampu menghambat bakteri gram positif Propionibacterium acnes dengan menghasilkan zona hambat pada F0 (0%) 18,6±3,51 mm, F1 (0,1%) 24,3±4,04 mm, F2 (0,3%) 22,8±1,15 dan F3 (0,5%) 16±1,25. Aktivitas antibakteri make-up remover nanopartikel kitosan terhadap Propionibacterium acnes pada penelitian ini termasuk kategori kuat hingga sangat kuat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pengawasan Ombdusman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan Di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK. Pertama, Bagaimana Pengawasan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK dan Kedua, Kendala pengawasan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait peraturan perundang-undangan. Data yang digunakan dalam Skripsi ini terdiri dari Data Primer ialah data yang diperoleh dengan analisis peraturan perundang-undangan. Data Sekunder ialah data yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, wawancara, data-data internet, dan kamus. Selain itu, wawancara juga merupakan salah satu dari teknik bahan hukum yang menunjang teknik dokumenter dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Pengawasan Ombudsman Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK dilakukan dengan 2 (dua) metode, metode pertama, mencakup pengawasan ketika adanya pengaduan/laporan dari masyarakat itu sendiri karena adanya suatu praktek maladministrasi, dan metode kedua, pengawasan dari inisiatif sendiri pihak Ombudsman. Kedua, Kendala Pengawasan Ombudsman Terhadap Penyelenggaraaan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK terbagi dalam dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pengawasan Ombdusman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan Di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK. Pertama, Bagaimana Pengawasan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK dan Kedua, Kendala pengawasan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait peraturan perundang-undangan. Data yang digunakan dalam Skripsi ini terdiri dari Data Primer ialah data yang diperoleh dengan analisis peraturan perundang-undangan. Data Sekunder ialah data yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, wawancara, data-data internet, dan kamus. Selain itu, wawancara juga merupakan salah satu dari teknik bahan hukum yang menunjang teknik dokumenter dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Pengawasan Ombudsman Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK dilakukan dengan 2 (dua) metode, metode pertama, mencakup pengawasan ketika adanya pengaduan/laporan dari masyarakat itu sendiri karena adanya suatu praktek maladministrasi, dan metode kedua, pengawasan dari inisiatif sendiri pihak Ombudsman. Kedua, Kendala Pengawasan Ombudsman Terhadap Penyelenggaraaan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK terbagi dalam dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Budidaya ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Kota Tarakan adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) semakin berkembang menunjukkan bahwa minat masyarakat dalam mengkomsumsi ikan meningkat. Penyakit bakterial adalah penyakit yang biasa menyerang ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis patogen bakteri dan dampak dari serangan bakteri yang ada pada ikan lele dumbo yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel ikan lele dumbo dilakukan secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret- Agustus 2022. Isolat bakteri diperoleh dari bagian tubuh ikan yang luka, lendir, hati, ginjal dan usus. Bakteri ditumbuhkan pada media TSA dan diidentifikasi menggunakan uji KOH 3%, Katalase, Oksidase, O/F, MIO, dan Glukosa. 45 sampel ikan lele dumbo dari 3 lokasi budidaya didapatkan hasil identifikasi bakteri yang menyerang ikan lele dumbo yaitu sebanyak 4 jenis bakteri dari Aeromonas sp. Plesiomonas sp. Vibrio sp, dan Enterobacter sp. Dampak dari serangan bakteri membuat 25% produksi ikan lele di tiga lokasi budidaya berkurang. Parameter kualitas air di tiga lokasi budidaya selama penelitian menunjukkan bahwa Suhu berkisar 30 oC, pH berkisar 6,8-8,8, dan Amoniak berkisar 2,1-2,8 mg/L yang diperoleh masih dapat berada pada batas optimum, sedangkan oksigen terlarutnya rendah berkisar 0,46-2,76 mg/l.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Kota Tarakan adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) semakin berkembang menunjukkan bahwa minat masyarakat dalam mengkomsumsi ikan meningkat. Penyakit bakterial adalah penyakit yang biasa menyerang ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis patogen bakteri dan dampak dari serangan bakteri yang ada pada ikan lele dumbo yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel ikan lele dumbo dilakukan secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret- Agustus 2022. Isolat bakteri diperoleh dari bagian tubuh ikan yang luka, lendir, hati, ginjal dan usus. Bakteri ditumbuhkan pada media TSA dan diidentifikasi menggunakan uji KOH 3%, Katalase, Oksidase, O/F, MIO, dan Glukosa. 45 sampel ikan lele dumbo dari 3 lokasi budidaya didapatkan hasil identifikasi bakteri yang menyerang ikan lele dumbo yaitu sebanyak 4 jenis bakteri dari Aeromonas sp. Plesiomonas sp. Vibrio sp, dan Enterobacter sp. Dampak dari serangan bakteri membuat 25% produksi ikan lele di tiga lokasi budidaya berkurang. Parameter kualitas air di tiga lokasi budidaya selama penelitian menunjukkan bahwa Suhu berkisar 30 oC, pH berkisar 6,8-8,8, dan Amoniak berkisar 2,1-2,8 mg/L yang diperoleh masih dapat berada pada batas optimum, sedangkan oksigen terlarutnya rendah berkisar 0,46-2,76 mg/l.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstract This study aimed to describe the problem grammar equivalence found in the translation of descriptive texts. This research used a qualitative approach. Data were collected by giving tests to students and the collected data were analyzed using a descriptive method. Using stratified random sampling, 54 students from the English education department of the University of Borneo Tarakan were taken as the study samples. The result of the study showed that the most common problem was in the category of person in the form of possessive adjective and personal pronoun. Then, followed by the number category where the problem was in the translation of plural SL into singular TL. For the gender category, the problem found was in translating SL masculine to TL because it was not in context. For the tense category, there were no structural differences in the Indonesian language and the problem faced by the translators was on the use of time information. In the voice category, there were no structural changes in both English and Indonesian, just a matter of choosing the wrong words.
2020 · Thesis ·
Abstract This study aimed to describe the problem grammar equivalence found in the translation of descriptive texts. This research used a qualitative approach. Data were collected by giving tests to students and the collected data were analyzed using a descriptive method. Using stratified random sampling, 54 students from the English education department of the University of Borneo Tarakan were taken as the study samples. The result of the study showed that the most common problem was in the category of person in the form of possessive adjective and personal pronoun. Then, followed by the number category where the problem was in the translation of plural SL into singular TL. For the gender category, the problem found was in translating SL masculine to TL because it was not in context. For the tense category, there were no structural differences in the Indonesian language and the problem faced by the translators was on the use of time information. In the voice category, there were no structural changes in both English and Indonesian, just a matter of choosing the wrong words.