ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo tayang secara eksklusif di platform streaming KlikFilm pada 24 Januari 2025 dengan durasi sekitar 1 jam 23 menit. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 69 data tindak tutur ekspresif yang terdiri atas 14 data berterima kasih, 3 data memberi selamat, 5 data meminta maaf, 33 data menyalahkan, dan 14 data memuji, sedangkan tindak tutur ekspresif belasungkawa tidak ditemukan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan jenis yang paling dominan karena alur cerita film banyak menampilkan konflik, kekecewaan, dan perbedaan pandangan antar tokoh. Makna dan fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan beragam, antara lain untuk mengungkapkan rasa syukur, penghargaan, dukungan, penyesalan, kekecewaan, serta apresiasi. Selain itu, tindak tutur ekspresif berfungsi menjaga hubungan sosial, memperkuat ikatan emosional, menyampaikan sikap penutur, dan membangun dinamika interaksi antartokoh dalam film. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif sangat dipengaruhi oleh konteks percakapan yang melatarbelakangi tuturan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUHAMMAD NOR GUSTI. Problematika Implementasi Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Terhadap Kebebasan Berpendapat Dan Berekspresi di Media Sosial Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi UU Nomor 1 Tahun 2024, khususnya dari aspek normatif dan penegakan hukum, serta mengkaji implikasinya terhadap perlindungan hak konstitusional warga negara di ruang digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus, terutama dengan menelaah putusan pengadilan yang relevan, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbaikan substansial dalam perumusan beberapa norma, UU Nomor 1 Tahun 2024 masih menyisakan ketentuan yang berpotensi multitafsir dan belum sepenuhnya memenuhi asas kepastian hukum (lex certa). Kondisi tersebut berimplikasi pada munculnya chilling effect yang berpotensi menghambat kebebasan berekspresi dalam negara hukum demokratis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa problematika implementasi UU Nomor 1 Tahun 2024 tidak hanya disebabkan oleh aspek normatif, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor struktur dan kultur hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan berupa penyempurnaan regulasi, konsistensi penerapan putusan Mahkamah Konstitusi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penguatan literasi hukum digital masyarakat guna mewujudkan penegakan hukum siber yang adil, proporsional, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan membaca puisi pada siswa kelas IV-B di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian diawali dengan memilih sampel berdasarkan populasi yang ada, subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan wawancara. Setelah itu peneliti mengolah data hasil membaca puisi dengan cara mereduksi data hasil penelitian berupa hasil tes keterampilan membaca puisi, setelah di reduksi ditemukan sebanyak 7 subjek yang sesuai dengan standar penilaian keterampilan membaca puisi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dari tujuh subjek penelitian yang diteliti secara mendalam, empat siswa (AAS, IAI, RAV, dan AS) memperoleh penilaian "Baik" dalam pelafalan, ditandai dengan vokal yang jelas dan pengucapan kata yang lancar ketika membaca puisi. terdapat tiga siswa (AZR, ANH, dan AAG) yang menunjukkan level pelafalan "Kurang", dengan kesulitan utama pada pengucapan kata-kata yang dianggap sulit dan kecenderungan membaca terputus-putus. Dua siswa (AZR dan AS) menunjukkan kemampuan intonasi yang "Baik", sementara itu, empat siswa (AAS, IAI, ANH, dan RAV) berada pada kategori "Cukup", sedangkan satu siswa (AAG) masih "Kurang" dalam penguasaan intonasi. Aspek ekspresi merupakan komponen keterampilan membaca puisi yang paling lemah dikuasai oleh siswa. menunjukkan bahwa tidak ada satu pun siswa yang mendapat kategori "Baik" dalam aspek ekspresi, dengan tiga siswa (ANH, IAI, dan AS) berada pada kategori "Cukup" dan empat siswa lainnya (AAS, AZR, AAG, dan RAV) masih "Kurang" dalam mengekspresikan puisi melalui mimik wajah dan gerakan tubuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa remaja adalah proses terjadinya pencarian jati diri seseorang, pada masa itu interaksi sering dilakukan di lingkungan rumah maupun sekolah. Namun, di sekolah sering terjadi perbuatan bullying yang berupa tindakan kekerasan fisik mapun verbal. Akibatnya korban merasakan kecemasan yang akan berlanjut hingga masa dewasa sehingga menyebabkan penurunan terhadap kualitas hidup. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh dari metode Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Kecemasan Korban Bullying di SMK Kesehatan Kaltara Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini berasal dari jurusal farmasi sebanyak 22 siswa dan jurusan keperawatan sebanyak 35 siswa total keseluruhan berjumlah 57 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 5 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert untuk mengukur kecemasan korban bullying. Teknik analisis data dalam hasil penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial dengan uji wilcoxon, diperoleh asym sig sebesar 0.043 dengan taraf signifikansi (a) sebesar 5% (0,05). Sehingga dapat diartikan asym sig a atau 0.043 0,5 sehingga menunjukkan bahwa Ha diterima dengan hipotesis terdapat adanya pengaruh terapi menulis ekspresif untuk mengurangi kecemasan korban bullying di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaklangsungan ekspresi dalam antologi puisi yang berjudul Aku Lelakimu Setia Menunggumu karya Kang Maman menggunakan kajian semiotik Riffaterre. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data primer dan sekunder yang melibatkan analisis terhadap ketidaklangsungan ekspresi dalam antologi puisi yang mengandung ketidaklangsungan ekspresi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak dan catat. Teknik analisis data merupakan metode pemaknaan Riffaterre yang terdiri atas ketidaklangsungan ekspresi dengan metode analisis yang diterapkan yaitu menggunakan analisis interaktif yang meliputi penggumpulan data dan klarifikasi data. Berdasarkan analisis data, dari total 3 bagian, yaitu ketidaklangsungan ekspersi terdapat 29 data penggantian arti, terdapat 18 data pada penyimpangan arti, dan terdapat 31 data pada penciptaan arti. Hal ini menunjukkan bahwa dalam puisi Aku Lelakimu Setia Menunggumu banyak mengandung ketidaklangsungan ekspresi yang sengaja disusun oleh penulisnya, sehingga apabila puisi ini dibaca akan memberi kesan menarik untuk para pembacanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum penelitian ini dapat memberikan berbagai informasi dan pengetahuan dibidang pragmatik. yang pertama adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif. dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan pada saat proses praktik pembelajaran penjas berlangsung di lapangan. Sekaligus yaitu untuk Mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan, Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif deskriptif, data penelitian ini adalah bentuk tuturan dari guru kepada peserta didik siswa kelas X.A SMA Hangtuah, adapun Data yang diperoleh yaitu, menggunakan beberapa teknik antara lain teknik rekam, teknik menyimak, dan catat. penentuan data dalam tindak tutur ini adalah berdasarkan pada kontekstuturan, bentuk tindak tutur ilokusi direktif,ekspresif, dan asertif. hasil dari penelitian ini ditemukan 111 data tindak tutur direktif, asertif, dan eskpresif. Guru dengan siswa saat kegiatan praktik pembelajaran berlangsung cenderung lebih banyak menggunakan tuturan yang memiliki tujuan untuk memberi informasi, pengarahan dan pernyataan kepada Mitra tutur
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•
SISI RAHAYU, 2019. Skripsi penggunaan tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019 (kajian pragmatik). Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dab Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Pertama Rita Kumalasari, M.Pd. dan Anggota Pembimbing Siti Fathona, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan yang ada dalam video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat, berupa kalimat tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berasal dari sumber lisan debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat empat jenis tindak tutur ekspresif dan dua jenis implikatur percakapan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu tindak tutur ekspresif mengkritik yang berupa kritikan yang disampaikan oleh penutur kepada lawan tuturnya melalui ujaran biasanya bersifat langsung, ekspresif menyalahkan berupa ujaran yang menyalahkan seseorang dalam tindakan, ekspresif memuji berupa pujian yang disampaikan penutur terhadap lawannya serta implikatur percakapan umum berupa percakapan yang tidak memerlukan konteks khusus dan implikatur percakapan khusus yang memerlukan konteks untuk menjelaskan percakapan yang sedang terjadi.