Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Riffaterre
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ketidaklangsungan Ekspresi dalam Antologi Puisi Berjudul Aku Lelakimu Setia Menunggumu Karya Kang Maman (Kajian Semiotik Riffaterre)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaklangsungan ekspresi dalam antologi puisi yang berjudul Aku Lelakimu Setia Menunggumu karya Kang Maman menggunakan kajian semiotik Riffaterre. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data primer dan sekunder yang melibatkan analisis terhadap ketidaklangsungan ekspresi dalam antologi puisi yang mengandung ketidaklangsungan ekspresi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak dan catat. Teknik analisis data merupakan metode pemaknaan Riffaterre yang terdiri atas ketidaklangsungan ekspresi dengan metode analisis yang diterapkan yaitu menggunakan analisis interaktif yang meliputi penggumpulan data dan klarifikasi data. Berdasarkan analisis data, dari total 3 bagian, yaitu ketidaklangsungan ekspersi terdapat 29 data penggantian arti, terdapat 18 data pada penyimpangan arti, dan terdapat 31 data pada penciptaan arti. Hal ini menunjukkan bahwa dalam puisi Aku Lelakimu Setia Menunggumu banyak mengandung ketidaklangsungan ekspresi yang sengaja disusun oleh penulisnya, sehingga apabila puisi ini dibaca akan memberi kesan menarik untuk para pembacanya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANTOLOGI PUISI SEI KAYAN KARYA M. THOBRONI (KAJIAN SEMIOTIK RIFFATERRE)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan dalam buku antologi puisi Sei Kayan Karya M. Thobroni dengan kajian semiotik Riffaterre. Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Hasil dari kajian semiotik Riffaterre terdiri atas tiga bagian yaitu ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristik dan hermeneutik dan matrix. Dalam bagian ketidaklangsungan ekspresi terdiri penggantian arti, penyimpangan arti dan penciptaan arti. Pada bagian penggantian arti terdiri atas metafora dan metonimi. Gaya bahasa metafora digunakan di delapan puisi yang dipilih sedangkan gaya bahasa metonimia digunakan di semua puisi yang dipilih. Pada bagian penyimpangan arti terdiri atas ambiguitas dan kontradiksi. Aspek ambiguitas muncul pada tiga puisi, aspek kontradiksi muncul pada lima puisi Pada bagian penciptaan arti terdiri atas dua yaitu sajak atau rima dan enjambement. Aspek sajak atau rima digunakan di semua puisi yang dipilih, dan aspek enjambement muncul pada 6 puisi. Hasil dari pembacaan heuristik dan hermeneutik dapat disimpulkan bahwa setiap puisi memiliki nilai estetik tersendiri dengan makna-makna yang berbeda-beda. Kondisi, pengetahuan, dan pengalaman penulis sangat berpengaruh dalam penulisan dan pemilihan diksi pada puisi. Dari kesepuluh puisi yang dikaji, secara umum menggambarkan mengenai kondisi alam dan kondisi sosial yang terjadi di Kalimantan Utara. Masalah-masalah yang muncul di masyarakat dan juga kebiasaan-kebiasaan penduduk adalah materi yang paling banyak disinggung. Matrix atau kata kunci yang sering digunakan dalam kesepuluh puisi yang dipilih peneliti adalah kata–kata sederhana yang sering digunakan sehari-hari, tetapi pemaknaannya dalam setiap puisi berbeda-beda sehingga memunculkan kesan unik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail