Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode Bahasa Toraja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan alih kode Bahasa Toraja dalam khotbah ibadah di Gereja Toraja Jemaat Elim Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan pengkhotbah dalam ibadah hari minggu pagi dan malam serta ibadah persekutuan PPGT yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pendeta dan majelis yang mengambil peran dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai pengkhotbah di Gereja Toraja jemaat Elim Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode simak beserta teknik selanjutnya yaitu, teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode. Dalam penelitian ini ditemukan data alih kode sebanyak 46 data yang terdapat dalam 9 khotbah. Berbagai alih kode yang ditemukan yaitu, alih kode situasional dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial, intra-sentensial dan tag-switching sebanyak 20 data dan alih kode metaforis dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial dan intra-sentensial ditemukan sebanyak 26 data. Alih kode yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu alih kode metaforis. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode antara lain: faktor penutur dalam bentuk menghormati lawan tutur, menekankan poin penting, menunjukkan keakrban, dan membangkitkan rasa rumor serta topik pembicaraan/topik pembahasan