Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: FARASIAN MAGDALENA SISCA SIHOTANG
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGGUNAAN SKOR APACHE II DAN APACHE IV DALAM MEMPREDIKSI LAMA RAWAT INAP PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

2023•Koleksi Perpustakaan

Sistem skoring ini digunakan untuk memperkirakan faktor risiko prognosis pasien yang dapat keluar perawatan ICU dengan keadaan sembuh atau pasien dalam keadaan meninggal. Menurut data demografis, fisiologi dan klinis sistem skoring yang paling sering digunakan adalah APACHE (Acute Physiologi And Chronic Health Evaluation). Makin tinggi skor maka makin lama rawat inap. Lama rawat inap di ICU berdampak pada pasien dalam hal pembiayaan. Semakin panjang lama rawat, semakin tinggi biaya yang ditanggung pasien dan keluarga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini merupakan observasional karena peneliti hanya mengobservasi tanpa melakukan perlakuan terhadap obyek yang akan diteliti. Desain penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah rancangan penelitian komparatif pada 76 responden dengan membandingkan skor APACHE II dan IV pada pasien ICU. Dari hasil uji statistik skor APACHE II dan skor APACHE IV mempunyai korelasi yang bermakna dan dari perbandingan kedua korelasi, APACHE IV mempunyai nilai sigifikansi lebih tinggi dibanding APACHE II, APACHE IV lebih efektif penggunaanya dibanding APACHE II dalam memperdiksi lama rawat pasien di ruang ICU. Penggunaan asesmen yang akurasi lebih baik dalam memprediksi lama rawat di ruang ICU yakni menggunakan sistem penilaian APACHE IV untuk memprediksi mortalitas pada pasien kritis karena sistem penilaian tersebut mempunyai validasi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGGUNAAN SKOR APACHE II DAN APACHE IV DALAM MEMPREDIKSI LAMA RAWAT INAP PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem skoring ini digunakan untuk memperkirakan faktor risiko prognosis pasien yang dapat keluar perawatan ICU dengan keadaan sembuh atau pasien dalam keadaan meninggal. Menurut data demografis, fisiologi dan klinis sistem skoring yang paling sering digunakan adalah APACHE (Acute Physiologi And Chronic Health Evaluation). Makin tinggi skor maka makin lama rawat inap. Lama rawat inap di ICU berdampak pada pasien dalam hal pembiayaan. Semakin panjang lama rawat, semakin tinggi biaya yang ditanggung pasien dan keluarga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini merupakan observasional karena peneliti hanya mengobservasi tanpa melakukan perlakuan terhadap obyek yang akan diteliti. Desain penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah rancangan penelitian komparatif pada 76 responden dengan membandingkan skor APACHE II dan IV pada pasien ICU. Dari hasil uji statistik skor APACHE II dan skor APACHE IV mempunyai korelasi yang bermakna dan dari perbandingan kedua korelasi, APACHE IV mempunyai nilai sigifikansi lebih tinggi dibanding APACHE II, APACHE IV lebih efektif penggunaanya dibanding APACHE II dalam memperdiksi lama rawat pasien di ruang ICU. Penggunaan asesmen yang akurasi lebih baik dalam memprediksi lama rawat di ruang ICU yakni menggunakan sistem penilaian APACHE IV untuk memprediksi mortalitas pada pasien kritis karena sistem penilaian tersebut mempunyai validasi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail