BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Latar Belakang: Masa toddler (1-2 tahun) merupakan periode kritis dalam pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak yang memerlukan perhatian khusus. Tidur yang berkualitas menjadi faktor fundamental yang mempengaruhi optimal tidaknya tumbuh kembang anak. Sekitar 40-50% anak usia 1-2 tahun di Indonesia memiliki masalah tidur, namun lebih dari 70% orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada anak toddler sebagai masalah serius. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan asuhan kebidanan komplementer dengan intervensi pijat aromaterapi lavender untuk meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan di Puskesmas Tanjung Lapang. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang memaparkan secara sistematis proses asuhan kebidanan komplementer pada kasus (Anak Z) usia 23 bulan yang mengalami gangguan kualitas tidur, dengan fokus pada intervensi pijat anak dan aromaterapi lavender sebagai terapi komplementer. Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan pijat anak 15-20 menit menggunakan minyak telon aromaterapi lavender, dilakukan 30-60 menit sebelum waktu tidur. Hasil: Setelah intervensi 3 hari, terjadi perbaikan signifikan dengan penurunan durasi tertidur dari rata-rata 51,7 menit menjadi 20 menit (perbaikan 61%), pengurangan frekuensi terbangun malam dari 4,7 kali menjadi 2,3 kali (berkurang 51%), dan peningkatan total tidur malam dari 8 jam menjadi 9 jam 35 menit. Kategori kualitas tidur meningkat dari "Sedang" (2/6 kriteria terpenuhi) menjadi "Baik" (5/6 kriteria terpenuhi). Tidak ditemukan efek samping atau reaksi alergi selama pelaksanaan intervensi. Orang tua menunjukkan respons positif dan berminat melanjutkan terapi di rumah. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komplementer dengan kombinasi pijat dan aromaterapi lavender selama 3 hari terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, mudah diaplikasikan, dan cost-effective untuk mengatasi gangguan kualitas tidur pada anak toddler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Latar Belakang: Masa toddler (1-2 tahun) merupakan periode kritis dalam pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak yang memerlukan perhatian khusus. Tidur yang berkualitas menjadi faktor fundamental yang mempengaruhi optimal tidaknya tumbuh kembang anak. Sekitar 40-50% anak usia 1-2 tahun di Indonesia memiliki masalah tidur, namun lebih dari 70% orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada anak toddler sebagai masalah serius. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan asuhan kebidanan komplementer dengan intervensi pijat aromaterapi lavender untuk meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan di Puskesmas Tanjung Lapang. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang memaparkan secara sistematis proses asuhan kebidanan komplementer pada kasus (Anak Z) usia 23 bulan yang mengalami gangguan kualitas tidur, dengan fokus pada intervensi pijat anak dan aromaterapi lavender sebagai terapi komplementer. Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan pijat anak 15-20 menit menggunakan minyak telon aromaterapi lavender, dilakukan 30-60 menit sebelum waktu tidur. Hasil: Setelah intervensi 3 hari, terjadi perbaikan signifikan dengan penurunan durasi tertidur dari rata-rata 51,7 menit menjadi 20 menit (perbaikan 61%), pengurangan frekuensi terbangun malam dari 4,7 kali menjadi 2,3 kali (berkurang 51%), dan peningkatan total tidur malam dari 8 jam menjadi 9 jam 35 menit. Kategori kualitas tidur meningkat dari "Sedang" (2/6 kriteria terpenuhi) menjadi "Baik" (5/6 kriteria terpenuhi). Tidak ditemukan efek samping atau reaksi alergi selama pelaksanaan intervensi. Orang tua menunjukkan respons positif dan berminat melanjutkan terapi di rumah. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komplementer dengan kombinasi pijat dan aromaterapi lavender selama 3 hari terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, mudah diaplikasikan, dan cost-effective untuk mengatasi gangguan kualitas tidur pada anak toddler.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Latar Belakang: Dukungan suami memiliki peran penting dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil trimester III. Suami yang terlibat aktif dan memberikan dukungan emosional serta praktis dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan siap menghadapi persalinan. Selain itu, dukungan suami juga berkontribusi pada pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dalam situasi darurat, sehingga mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dukungan suami dengan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Metode: Deskriftif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024, bertempat di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. non probability sampling dengan teknik simple random sampling sebanyak 124 orang. Instrumen menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner dukungan suami, kuesioner perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K). Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Diperoleh hasil bahwa dari 40 responden, sebagian besar responden memiliki Diperoleh hasil bahwa dari 124 responden, sebagian besar responden dukungan suami pada ibu hamil trimester III dalam kategori baik sebanyak 64 orang (51,6%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Dukungan suami memiliki peran penting dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil trimester III. Suami yang terlibat aktif dan memberikan dukungan emosional serta praktis dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan siap menghadapi persalinan. Selain itu, dukungan suami juga berkontribusi pada pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dalam situasi darurat, sehingga mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dukungan suami dengan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Metode: Deskriftif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024, bertempat di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. non probability sampling dengan teknik simple random sampling sebanyak 124 orang. Instrumen menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner dukungan suami, kuesioner perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K). Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Diperoleh hasil bahwa dari 40 responden, sebagian besar responden memiliki Diperoleh hasil bahwa dari 124 responden, sebagian besar responden dukungan suami pada ibu hamil trimester III dalam kategori baik sebanyak 64 orang (51,6%)