Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: FIOLETA YULDIANA LUKAS
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan pada Balita Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Menggunakan Teknik Clapping Dada dan Terapi Uap Minyak Kayu Putih di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang

2025•

Riset di negara berkembang menunjukkan bahwa 20 – 35 % kematian bayi dan anak balita disebabkan oleh ISPA. Diperkirakan 2 – 5 juta bayi dan anak balita diberbagai negara setiap tahun mati karena infeksi saluran pernafasan akut. ISPA merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan atas maupun bawah yang berlangsung hingga 14 hari dengan beberapa gejala yang muncul yaitu demam, batuk, pilek. Clapping atau Chest Percussion adalah fisioterapi dada yang dilakukan dengan cara menepuk dengan telapak tangan membentuk seperti cup pada bagian tulang dada anterior (depan) dan posterior (belakang) dengan tujuan mengeluarkan secret yang terperangkap di saluran pernapasan anak. Sedangkan terapi uap minyak kayu putih merupakan salah satu upaya nonfarmakologi dalam penanganan ISPA yaitu dengan memberikan beberapa tetes minyak kayu putih dalam air hangat cenderung panas sekitar 45 ° C selanjutnya akan dihirup oleh anak selama 10 menit. Terapi uap minyak kayu putih dapat melegakan pernapasan, mengurangi hidung tersumbat, secret lebih encer sehingga mudah dikeluarkan. Minyak kayu putih bersifat dekongestan sehingga meningkatkan bersihan jalan napas pada penderita ISPA. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah ingin melihat bagaimana pengaruh pemberian clapping dada dan terapi uap minyak kayu putih terhadap frekuensi pernapasan, bunyi tambahan dan pengeluaran secret pada anak. Jenis penelitian ini adalah studi kasus berupa asuhan kebidanan pada balita dengan Infeksi Saluran pernapasan akut menggunakan Teknik clapping/perkusi dada dan terapi uap minyak kayu putih. Hasil asuhan kebidanan ini ditemukan bahwa ada perbaikan frekuensi nafas, pengurangan bunyi nafas tambahan dan pengeluaran sputum yang lebih encer pada anak setelah mendaparkan perlakuan selama tiga hari berturut-turut dan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan pada Balita Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Menggunakan Teknik Clapping Dada dan Terapi Uap Minyak Kayu Putih di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Riset di negara berkembang menunjukkan bahwa 20 – 35 % kematian bayi dan anak balita disebabkan oleh ISPA. Diperkirakan 2 – 5 juta bayi dan anak balita diberbagai negara setiap tahun mati karena infeksi saluran pernafasan akut. ISPA merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan atas maupun bawah yang berlangsung hingga 14 hari dengan beberapa gejala yang muncul yaitu demam, batuk, pilek. Clapping atau Chest Percussion adalah fisioterapi dada yang dilakukan dengan cara menepuk dengan telapak tangan membentuk seperti cup pada bagian tulang dada anterior (depan) dan posterior (belakang) dengan tujuan mengeluarkan secret yang terperangkap di saluran pernapasan anak. Sedangkan terapi uap minyak kayu putih merupakan salah satu upaya nonfarmakologi dalam penanganan ISPA yaitu dengan memberikan beberapa tetes minyak kayu putih dalam air hangat cenderung panas sekitar 45 ° C selanjutnya akan dihirup oleh anak selama 10 menit. Terapi uap minyak kayu putih dapat melegakan pernapasan, mengurangi hidung tersumbat, secret lebih encer sehingga mudah dikeluarkan. Minyak kayu putih bersifat dekongestan sehingga meningkatkan bersihan jalan napas pada penderita ISPA. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah ingin melihat bagaimana pengaruh pemberian clapping dada dan terapi uap minyak kayu putih terhadap frekuensi pernapasan, bunyi tambahan dan pengeluaran secret pada anak. Jenis penelitian ini adalah studi kasus berupa asuhan kebidanan pada balita dengan Infeksi Saluran pernapasan akut menggunakan Teknik clapping/perkusi dada dan terapi uap minyak kayu putih. Hasil asuhan kebidanan ini ditemukan bahwa ada perbaikan frekuensi nafas, pengurangan bunyi nafas tambahan dan pengeluaran sputum yang lebih encer pada anak setelah mendaparkan perlakuan selama tiga hari berturut-turut dan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 0 - 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang

2024•

Praktik pijat bayi merupakan sebuah kearifan lokal turun temurun yang dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu. Jadi dapat dikatakan bahwa, pijat bayi merupakan salah satu teknik yang umum diberikan pada bayi atau anak yang sedang sakit untuk membantu penyembuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan Motorik Kasar bayi umur 0 s/d 11 bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pendekatan pre and post test design without control group. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Nilai rata-rata berat badan bayi sebelum perlakuan pijat adalah 6016, 6667 dengan standar deviasi 2113, 33302 sedangkan nilai rata-rata berat badan bayi setelah menerima perlakuan pijat bayi selama 4 minggu atau 8 kali adalah 6680, 5556 dengan standar deviasi 1918,72651 dengan nila P Value 0,05 yaitu 0,000. Sedangkan untuk nilai rata-rata perkembangan motori kasar setelah perlakuan adalah 2,22 dengan standar deviasi 0,428 dengan hasil uji Wilcoxon didapatkan P value 0,05 yaitu 0,025. Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada hasil Asymp. Sig. (2-tailed) 005 artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan dan perkembangan motorik kasar bayi. Kata kunci : Pijat bayi, berat badan, motorik kasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan motorik kasar pada bayi usia 0 - 11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Praktik pijat bayi merupakan sebuah kearifan lokal turun temurun yang dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu. Jadi dapat dikatakan bahwa, pijat bayi merupakan salah satu teknik yang umum diberikan pada bayi atau anak yang sedang sakit untuk membantu penyembuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan Motorik Kasar bayi umur 0 s/d 11 bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pendekatan pre and post test design without control group. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Nilai rata-rata berat badan bayi sebelum perlakuan pijat adalah 6016, 6667 dengan standar deviasi 2113, 33302 sedangkan nilai rata-rata berat badan bayi setelah menerima perlakuan pijat bayi selama 4 minggu atau 8 kali adalah 6680, 5556 dengan standar deviasi 1918,72651 dengan nila P Value 0,05 yaitu 0,000. Sedangkan untuk nilai rata-rata perkembangan motori kasar setelah perlakuan adalah 2,22 dengan standar deviasi 0,428 dengan hasil uji Wilcoxon didapatkan P value 0,05 yaitu 0,025. Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada hasil Asymp. Sig. (2-tailed) 005 artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan dan perkembangan motorik kasar bayi. Kata kunci : Pijat bayi, berat badan, motorik kasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail