ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan yang kaya akan nutrisi, termasuk vitamin dan mineral. Namun, proses pengolahan dapat berpengaruh terhadap nutrisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin A, kadar vitamin B12, serta mineral (kalsium, natrium, kalium, besi, dan seng) ikan bandeng yang diolah secara deep frying. Metode penelitian terdiri dari dua tahap yaitu: preparasi sampel dan penggolahan secara deep frying. Pada preparasi sampel, ikan bandeng difillet tanpa menghilangkan kulit (skin on) dan di ukur panjang serta lebarnya. Panjang fillet skin on 8,5 cm dan lebar 2,5 cm. Penggolahan secara deep frying dilakukan pada suhu 170°C selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin A sebesar 73,75 mcg/100g, sedangkan vitamin B12 tidak terdeteksi. kalsium (Ca) sebesar 217,99, natrium (Na) sebesar 125,53 mg/100g, kalium (K) sebesar 660,51 mg/100g, besi (Fe) sebesar 1,25 mg/100g dan seng sebesar (Zn) 2,53 mg/100g. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperoleh data terkait kandungan nutrisi pada ikan bandeng yang diolah secara deep frying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teripang merupakan salah satu biota laut yang mempunyai nilai penting dan berpotensi sebagai pangan fungsional. Secara ekonomi teripang mempunyai manfaat penting yakni sebagai sumber biofarmaka potensial dan sebagai makanan kesehatan. Teripang digunakan masyarakat pulau Derawan mengolah dan menjual teripang dalam bentuk kering. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi kandungan kimia (proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam) dari teripang yang ada di pulau Derawan. Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 pengujian meliputi analisis proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam. Teripang memiliki kandungan proksimat yaitu protein 66,25%, kadar air 11%, kadar lemak 1,8%, kadar abu 5,85%, dan karbohidrat 14,46%. Analisis asam amino pada teripang ini menunjukkan jumlah asam amino yang lengkap dengan memiliki 19 jenis asam amino baik esensial maupun asam amino non-esensial dengan asam glutamat 9,54%. Analisis asam lemak sebesar 28,75%. Analisis mineral dan logam pada teripang dengan selenium sebagai mineral teringgi sebesar 46.63 mg/Kg dan merkuri yang dihasilkan sebesar 0.02.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sea urchins are a group of animals that are often found in coastal and marine areas of Indonesia and even throughout the world. Sea urchins are known as food ingredients by some Indonesian people and foreign people. The purpose of this study was to analyze the chemical content (proximate, amino acids, fatty acids, minerals and metals) of the gonads of sea urchins (Diadema sp.) from Derawan island. The research method is divided into 5 tests including analysis of chemical composition, amino acids, fatty acids, minerals and metals using quantitative descriptive analysis. The results of the study of sea urchins (Diadema sp.) had a water content of 74%, ash 1.37%, fat 2.19%, protein 13.13% and carbohydrates 9.32%. The amino acids found in sea urchins consisted of 15 types, namely 9 essential amino acids and 6 non-essential amino acids, the total amino acids of Diadema sp was 34.87%. Fatty acids contained in the gonads of sea urchins Diadema sp by 38.37% and brown sea urchins by 46.38% consisting of 29 types of fatty acids (11 Saturated Fatty Acid, 8 Monounsaturated Fatty Acid, 10 Polyunsaturated Fatty Acid). The total level of omega-3 is 4.18% and the total level of omega-6 is 2.28%. mineral content found in sea urchins gonads consisting of calcium, iron, selenium and zinc. While the metal consisting of mercury.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah yaitu metode analisis koefisien regresi linier berganda yang dioperasikan didalam program eviews 10, berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Secara parsial (uji t) Dana Bagi Hasil MIGAS terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Dana Bagi Hasil MINERBA berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, dan Dana Bagi Hasil Kehutanan terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan simultan (uji f), bahwa jumlah Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara.