Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Logam
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI TAMBAK DESA BINAI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MAGGOT KERING SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN BERDASARKAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MAGGOT KERING SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF IKAN BERDASARKAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FILTRASI LOGAM BESI MENGGUNAKAN ADSORBEN KITOSAN DAN FILTER TERMODIFIKASI PADA AIR SUMUR GALI

2025•

Sumur gali yang berada di Karungan RT. 08 Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan adalah air baku yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan uji pendahuluan kandungan logam besi pada air sumur didapatkan hasil 1,2 mg/L artinya tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kandungan logam besi pada air sumur gali setelah dilakukan pengolahan menggunakan adsorben kitosan dan filter termodifikasi. Filter termodifikasi merupakan kombinasi ijuk, pasir silika, cangkang kapah, kerikil dan arang aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium. Tahapan pengolahan air sumur yaitu sedimentasi, adsorpsi dan filtrasi. Parameter yang diuji yaitu logam Fe dan parameter kualitas air lainnya. Hasil pengujian kandungan Fe setelah sedimentasi adalah 0,21 mg/L dan setelah filtrasi menggunakan filter termodifikasi yaitu 0,09 mg/L. Hasil pengujian parameter fisika untuk TDS awal yaitu 297 mg/L, nilai TDS setelah sedimentasi 262 mg/L dan nilai TDS setelah filtrasi 248 mg/L. Hasil pengukuran untuk parameter fisika kekeruhan air sumur 12,64 NTU, setelah sedimentasi 12,20 NTU, setelah filtrasi 12,25 NTU. Hasil pengukuran parameter warna air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5 TCU. Nilai pH air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5,2-5,8. Parameter kimia nitrat air sumur awal 0,100 mg/L, nilai nitrat setelah sedimentasi 0,098 mg/L dan nilai nitrat setelah filtrasi 0,084 mg/L. Nilai nitrit air sumur dan setelah sedimentasi 0,012 mg/L, nilai nitrit setelah filtrasi 0,012 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan air sumur setelah di filtrasi mengalami peningkatan kualitas air untuk parameter logam besi sehingga media tersebut efektif untuk pengolahan air baku. Namun secara keseluruhan parameter kualitas air sumur belum memenuhi baku mutu untuk keperluan higiene sanitasi berdasarkan Permenkes RI No. 02 Tahun 2023.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Nipah (Nypa fruticans) Sebagai Bioinhibitor Logam Besi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bioinhibitor adalah suatu zat senyawa kimia yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan dapat berfungsi untuk menghambat atau menurunkan pertumbuhan laju korosi pada logam, pada prakteknya jumlah yang di tambahkan secara kontinu maupun periodik. Pemanfaatan ekstrak daun nipah (Nypa fruitcans) sebagai bio inhibitor korosi logam besi penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bioinhibitor logam besi dengan kondisi pH, konsentrasi, temperatur bio inhibitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif Hasil yang didapatkan pada uji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bio inhibitor logam besi larutan HCl 3%, yang ditunjukkan memiliki nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 68,52%. Pengujian konsentrasi yang efektif menghasilkan konsentrasi 0,4 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 85,67%. Pengujian suhu dengan nilai efisiensi tertinggi dihasilkan pada suhu (9ºC) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 94,81 %. Ekstrak (Nypa fruitcans) menunjukkan hasil efisiensi bio inhibitor yang tinggi sehingga memiliki potensi digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) SEBAGAI BIOINHIBITOR LOGAM BESI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan albumin ikan gabus (Channa striata) sebagai bioinhibitor korosi logam besi untuk pertama kalinya telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas albumin ikan gabus sebagai bioinhibitor korosi logam besi pada larutan dengan kondisi asam, netral dan basa, serta mengetahui konsentrasi albumin yang paling efektif sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi albumin dari ikan gabus dan tahap kedua adalah pengujian albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Hasilnya adalah albumin berhasil diekstraksi dari ikan gabus dengan penampakan secara fisik berwarna oren. Uji efektifitas sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil hingga 87% pada larutan asam. Efektifitas albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil yang tidak ada berbeda secara signifikan dengan penambahan albumin sebesar 0,01 gr dan 0,025 gr. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa albumin ikan gabus secara efektif dapat dimanfaatkan sebagai bioinhibitor korosi logam besi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN MINERAL DALAM AIR UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KOLAM TRADISIONAL TARAKAN

2024•

Kota Tarakan mencakup wilayah seluas 657,33 km², dengan lautan seluas 61,8% (atau kira-kira 406,53 km²). Hal ini merupakan prospek yang menarik bagi pengembangan kelautan dan perikanan sumber daya perikanan. Selain pesisir pantai, Tarakan mempunyai potensi perikanan, termasuk tambak tradisional untuk kegiatan budidaya perikanan, khususnya udang windu. Udang macan membutuhkan mineral tetapi dalam jumlah sedikit. Namun, hubungannya Antara ketersediaan mineral dan budidaya udang windu masih kurang diketahui. Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mineral yang terdapat pada tambak udang windu (Penaeus monodon). Penelitian dilakukan antara bulan April dan Juli pada dua tahun lokasi yang berbeda: Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif, dengan pengambilan sampel secara purposif sedang dilaksanakan. Investigasi ini menghasilkan hasil yang terukur nilai magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan besi (Fe), menunjukkan bahwa keduanya sama Kolam 1 dan Kolam 2 memenuhi baku mutu kegiatan budidaya perikanan. Batas kolam 1 nilai magnesium (Mg) 1200-1245 mg/L, nilai kalsium (Ca) 438-480 mg/L, dan kadar zat besi (Fe) kurang dari 0,02 mg/L. Kolam 2 memiliki kadar magnesium (Mg). 1200-1290 mg/L, nilai kalsium (Ca) 432-480 mg/L, dan nilai besi (Fe) 0,02 mg/L, semuanya aman untuk budidaya udang windu. Kualitas air nilai (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) di semua kolam adalah cocok untuk produksi udang windu. Konsentrasi mineral tidak sangat dipengaruhi oleh kualitas air kolam. Kolam 1 menghasilkan 90 kg, sedangkan Kolam 2 tidak melihat panen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI KANDUNGAN KIMIA DAGING TERIPANG KERING (Holothuria sp.) DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teripang merupakan salah satu biota laut yang mempunyai nilai penting dan berpotensi sebagai pangan fungsional. Secara ekonomi teripang mempunyai manfaat penting yakni sebagai sumber biofarmaka potensial dan sebagai makanan kesehatan. Teripang digunakan masyarakat pulau Derawan mengolah dan menjual teripang dalam bentuk kering. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi kandungan kimia (proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam) dari teripang yang ada di pulau Derawan. Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 pengujian meliputi analisis proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam. Teripang memiliki kandungan proksimat yaitu protein 66,25%, kadar air 11%, kadar lemak 1,8%, kadar abu 5,85%, dan karbohidrat 14,46%. Analisis asam amino pada teripang ini menunjukkan jumlah asam amino yang lengkap dengan memiliki 19 jenis asam amino baik esensial maupun asam amino non-esensial dengan asam glutamat 9,54%. Analisis asam lemak sebesar 28,75%. Analisis mineral dan logam pada teripang dengan selenium sebagai mineral teringgi sebesar 46.63 mg/Kg dan merkuri yang dihasilkan sebesar 0.02.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN JUATA PERMAI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pencemaran logam berat yang terdapat di perairan dapat berasal dari kegiatan pembuangan limbah rumah tangga, transportasi dan aktivitas industri. Salah satu logam berat yang bersifat toksik adalah logam kromium (Cr). Keberadaan logam berat Kromium yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan logam berat Kromium (Cr) yang terdapat di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam Kromium (Cr) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH, dan Salinitas yang di ambil pada lima titik stasiun dengan metode purposive sampling kemudian di analisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Kromium (Cr) yang terkandung pada air dan sedimen di lima stasiun penelitian masih berada di bawah limit deteksi yaitu 0,028 mg/L. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kadar logam berat Kromium (Cr) masih berada di bawah nilai baku mutu menurut PP Nomor 22 tahun 2021 dan sedimen menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) tahun 1999.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA AKURASI DAN PRESISI ALAT UJI MUAI PANJANG MATERIAL LOGAM BERBASIS PEMANAS ELEKTRIK DAN DIAL INDIKATOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuaian adalah bertambah ukuran atau besar suatu benda karena kenaikan suhu yang terjadi pada benda tersebut. Setiap zat padat memiliki besaran yang disebut koefisien muai panjang. Koefisien muai panjang suatu zat adalah angka yang menunjukan pertambahan panjang suatu zat apabila suhunya dinaikan sebesar 1°C. Telah dilakukan rancang bangun alat uji pemuaian yang berhasil menunjukan fenomena pemuaian pada spesimen besi, tembaga dan kuningan. Penelitian ini berfokus pada pengujian alat tersebut untuk mengetahui nilai akurasi dan presisinya serta ketidakpastian. Proses dilakukan dengan material besi, tembaga dan kuningan. Pada pengujian berulang menunjukan nilai muai panjang besi 0,000053/°C, tembaga 0,000024/°C dan kuningan 0,000029/°C. Hasilnya menunjukan bahwa akurasi alat pada uji spesimen besi, tembaga dan kuningan berurutan adalah 345 %, 41%, dan -6%. Sedangkan untuk nilai spesimen secara berurutan 75%, 26% dan 29%. Hal tersebut menunjukan nilai akurasi dan presisi yang belum baik. Dikarenakan nilai koefisien refrensi besi, tembaga dan kuningan secara berurutan adalah 0,000012/°C, 0,000017/°C dan 0,000019/°C. Hal tersebut menunjukan bahwa alat ini belum dapat mengamati fenomena pemuaian secara kuantitatif, namun masi dapat dilakukan pengamatan fonomena pemuaian secara kualitatif

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang bangun alat uji muai panjang material logam berbasis pemanas elektrik dan dial indikator

2022•

Telah dilakukan penelitian dengan judul Rancang bangun alat uji muai panjang material logam berbasis pemanas elektrik dan dial indikator. Tujuan dari penelitian ini adalah rancang bangun alat uji muai panjang material logam dan menganalisa kelayakan dari alat uji tersebut. Komponen utama pada alat uji muai ini mengunakan pemanas elektrik atau induksi hiter dan dial indikator, yang mana pemanas elektrik berfungsi sebagai pemanas pada spesimen uji dan dial indikator sebagai penunjuk proses pemuaian panjang yang terjadi pada spesimen. Alat ini diuji mengunakan tiga jenis materil logam yaitu Besi, Kuningan, dan Tembaga. Alat ini sudah cukup baik untuk mengamati proses terjadinya fenomena pemuaian panjang material logam. Pada refrensi menunjukan bahwa nilai koefisien muai panjang material logam berbeda beda seperti pada logam besin yang memiliki nilai koefisien muai 0,000012/℃, Kuningan 0,000019/℃, dan pada logam Tembaga 0,000017/℃. Hasil dari penelitian alat uji yang dibangun ini mendapatkan nilai koefisien pada materil logam besi 0,000045/℃, Kuningan 0,000041/℃, dan Tembaga 0,000030/℃. Meski terdapat perbedaan peda nilai koefisien muai panjang dan nilai pada refrensi, namun pada dasarnya alat ini dapat digunakan untuk mengamati fenomena pemuaian secara kualitatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN LAUT KELURAHAN JUATA PERMAI KOTA TARAKAN

2022•

Salah satu indikator permasalahan lingkungan di laut adalah keberadaan kandungan logam berat yang ada di dalam perairan pesisir yang bersumber dari kegiatan industri, transportasi laut, maupun yang bersumber dari alam. Penyebab utama logam berat menjadi bahan pencemar berbahaya yaitu logam berat tidak dapat di hancurkan (non degradable) oleh organisme hidup dan terakumulasi ke lingkungan. Salah satu logam berat yang berbahaya adalah Timbal (Pb). Timbal yang terdapat di perairan dan sedimen dapat menjadi polutan apabila konsentrasinya melebihi ambang baku mutu yang telah ditentukan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) yang terdapat di Perairan Laut Kelurahan Juata Permai Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengambilan sampel pada lima titik stasiun melalui metode purposive sampling yang dilakukan pada bulan Desember 2021 di Perairan Juata Permai Kota Tarakan. Parameter yang di uji yaitu sampel air dan sampel sedimen terkait logam berat Timbal (Pb) serta parameter kualitas air meliputi suhu, pH dan salinitas. Analisis kandungan logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Pada hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai Timbal (Pb) yang terkandung pada air sebesar 0,0683- 0,1445, pada sedimen sebesar 0,1336- 2,58. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan logam berat Timbal (Pb) pada air di Perairan Juata Permai Kota Tarakan sudah melebihi nilai baku mutu berdasarkan PP Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, sedangkan kandungan logam berat Timbal (Pb) pada sedimen masih di bawah baku mutu berdasarkan SEPA (Swedish Enviromental Protection Agency) Tahun 2000.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA SEDIMEN SUNGAI PAMUSIAN PASAR TENGUYUN KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Logam Cu di lingkungan perairan sungai bervariasi akibat dari berbagai proses seperti pengenceran, adsorpsi oleh partikel, terakumulasi dalam biota dan mengendap di sedimen. Dalam lingkungan perairan ada tiga media yang dapat dipakai sebagai indikator pencemaran logam berat, yaitu air, sedimen dan organisme hidup. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar Cu di sedimen di wilayah perairan sungai pamusian pasar tenguyun Tarakan Tengah Kota Tarakan Kalimantan Utara Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2020 yang terdiri dari kegiatan lapang dan analisis logam berat di laboratorium. Kegiatan lapang mencakup pengukuran kualitas air, pengambilan sampel sedimen untuk analisis Cu dilakukan pada 3 stasiun yang menyebar pada arah barat, utara dan selatan dari timur perairan Sungai Pamusian Pasar Tenguyun sedimen tersebut di ekstrak kemudian dianalisis menggunakan AtomicAbsorption Spectrometry (AAS) untuk mengukur konsentrasi Cu sedimen. Konsentrasi logam Cu pada sedimen berkisar antara 0,15-0,39 mg/L pada ketiga stasiun penelitian. Presentase fraksi sedimen di semua lokasi stasiun penelitian yang dimana menunjukkan presentase tekstur masing-masing yaitu 89,28%, 91,51%, dan 94,47% pada fraksi Pasir, diikuti dengan sisa presentase tekstur debu yaitu 3,02%, 2,13%, 4,28 dan liat yaitu 7,70%, 6,36%, 1,25%. Nilai kualitas perairan Sungai Pamusian Pasar Tenguyun yaitu suhu perairan: 30,5-33,8°C, salinitas: 32,0-33,0 ‰, pH: 7,31-7,99, kekeruhan: 0,19-1,59 NTU. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Cu pada ketiga stasiun masih berada di bawah ambang batas maksimum dari baku mutu yang telah ditetapkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail