Abstrak
Kota Tarakan mencakup wilayah seluas 657,33 km², dengan lautan seluas 61,8% (atau kira-kira 406,53 km²). Hal ini merupakan prospek yang menarik bagi pengembangan kelautan dan perikanan sumber daya perikanan. Selain pesisir pantai, Tarakan mempunyai potensi perikanan, termasuk tambak tradisional untuk kegiatan budidaya perikanan, khususnya udang windu. Udang macan membutuhkan mineral tetapi dalam jumlah sedikit. Namun, hubungannya Antara ketersediaan mineral dan budidaya udang windu masih kurang diketahui. Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mineral yang terdapat pada tambak udang windu (Penaeus monodon). Penelitian dilakukan antara bulan April dan Juli pada dua tahun lokasi yang berbeda: Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif, dengan pengambilan sampel secara purposif sedang dilaksanakan. Investigasi ini menghasilkan hasil yang terukur nilai magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan besi (Fe), menunjukkan bahwa keduanya sama Kolam 1 dan Kolam 2 memenuhi baku mutu kegiatan budidaya perikanan. Batas kolam 1 nilai magnesium (Mg) 1200-1245 mg/L, nilai kalsium (Ca) 438-480 mg/L, dan kadar zat besi (Fe) kurang dari 0,02 mg/L. Kolam 2 memiliki kadar magnesium (Mg). 1200-1290 mg/L, nilai kalsium (Ca) 432-480 mg/L, dan nilai besi (Fe) 0,02 mg/L, semuanya aman untuk budidaya udang windu. Kualitas air nilai (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) di semua kolam adalah cocok untuk produksi udang windu. Konsentrasi mineral tidak sangat dipengaruhi oleh kualitas air kolam. Kolam 1 menghasilkan 90 kg, sedangkan Kolam 2 tidak melihat panen.