ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teripang merupakan salah satu biota laut yang mempunyai nilai penting dan berpotensi sebagai pangan fungsional. Secara ekonomi teripang mempunyai manfaat penting yakni sebagai sumber biofarmaka potensial dan sebagai makanan kesehatan. Teripang digunakan masyarakat pulau Derawan mengolah dan menjual teripang dalam bentuk kering. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi kandungan kimia (proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam) dari teripang yang ada di pulau Derawan. Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 pengujian meliputi analisis proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam. Teripang memiliki kandungan proksimat yaitu protein 66,25%, kadar air 11%, kadar lemak 1,8%, kadar abu 5,85%, dan karbohidrat 14,46%. Analisis asam amino pada teripang ini menunjukkan jumlah asam amino yang lengkap dengan memiliki 19 jenis asam amino baik esensial maupun asam amino non-esensial dengan asam glutamat 9,54%. Analisis asam lemak sebesar 28,75%. Analisis mineral dan logam pada teripang dengan selenium sebagai mineral teringgi sebesar 46.63 mg/Kg dan merkuri yang dihasilkan sebesar 0.02.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Derawan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, salah satunya adalah teripang. Teripang mengandung komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang bermanfaat untuk respon metabolisme tubuh, dan senyawa yang terdapat dalam teripang telah terbukti secara ilmiah memiliki sifat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rendemen ekstrak teripang, menganalisis aktivitas antioksidan, dan membandingkan komponen bioaktif dan toksisitas menggunakan pelarut metanol, etil asetat, n-heksana. Metode penelitian ini menggunakan proses ekstraksi dengan maserasi bertingkat pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji lanjut duncan. Analisis komponen bioaktif menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Uji Toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Tets (BSLT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen ekstrak pasta teripang pada pelarut metanol sebesar 2,43%, etil asetat sebesar 0,66% dan n-heksana sebesar 0,47%. Aktivitas antioksidan ekstrak teripang menunjukkan ekstrak metanol sangat kuat (IC50 20,62 µg/mL), ekstrak etil asetat kuat (IC50 60,71 µg/mL), dan ekstrak n-heksana lemah (IC50 162,92 µg/mL). Hal ini didukung oleh komponen bioaktif yang terkandung pada ekstrak teripang yakni pada alkaloid, steroid, flavonoid, dan saponin. Uji Toksisitas mendapatkan nilai LC50 yaitu ekstrak metanol 109,63 µg/mL, ekstrak etil asetat 197,44 µg/mL, dan ekstrak n-heksana 499,22 µg/mL dikategorikan toksik.