Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NURSIMA

6 karya publik ditemukan.

2026: 22023: 22022: 2

Analisis Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Merek Minyak Goreng di Kecamatan Sebatik Utara

2026 · Book ·

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan banyak pilihan merek di pasaran. Di Kecamatan Sebatik Utara. Sebagai wilayah perbatasan, Kecamatan Sebatik Utara memiliki karakteristik konsumsi yang unik, karena masyarakat tidak hanya mengenal produk dalam negeri, tetapi juga produk minyak goreng dari Malaysia. Kondisi ini menjadikan persaingan antar merek semakin ketat, sehingga pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan merek menjadi hal yang penting Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemasaran minyak goreng dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang berada di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Kesadaran Merek (X₁) dan Persepsi Kualitas (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pemilihan Merek (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Namun, secara parsial hanya Persepsi Kualitas yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek, sedangkan Kesadaran Merek tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan kualitas produk dibandingkan tingkat popularitas atau pengenalan merek dalam menentukan pilihan minyak goreng.

Analisis Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Merek Minyak Goreng di Kecamatan Sebatik Utara

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan banyak pilihan merek di pasaran. Di Kecamatan Sebatik Utara. Sebagai wilayah perbatasan, Kecamatan Sebatik Utara memiliki karakteristik konsumsi yang unik, karena masyarakat tidak hanya mengenal produk dalam negeri, tetapi juga produk minyak goreng dari Malaysia. Kondisi ini menjadikan persaingan antar merek semakin ketat, sehingga pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan merek menjadi hal yang penting Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemasaran minyak goreng dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang berada di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Kesadaran Merek (X₁) dan Persepsi Kualitas (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pemilihan Merek (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Namun, secara parsial hanya Persepsi Kualitas yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek, sedangkan Kesadaran Merek tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan kualitas produk dibandingkan tingkat popularitas atau pengenalan merek dalam menentukan pilihan minyak goreng.

Optimalisasi Pendapatan Industri Tahu dan Tempe di Kabupaten Nunukan (Studi Kasus: Industri Tahu dan Tempe Jaya Abadi)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keberlangsungan suatu usaha dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang diperoleh. Besar kecilnya pendapatan salah satunya dapat dipengaruhi oleh kombinasi jumlah produksi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi produksi untuk tingkat pendapatan yang maksimal dari industri tahu dan tempe Jaya Abadi serta mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dari kombinasi tersebut. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi adalah purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu peneliti memilih lokasi penelitian di Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan tepatnya pada Industri pembuatan tahu dan tempe Jaya Abadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah linier Programming. Dimana untuk memperoleh kombinasi produk dan pendapatan maksimal, terlebih dahulu ditentukan faktor kendala dan fungsi tujuannya. Terdapat empat faktor kendala yang digunakan yakni biaya bahan baku kedelai, biaya kayu bakar, biaya tenaga kerja dan kapasitas produksi dengan fungsi tujuan yakni pendapatan dari tiap-tiap produk. Dari hasil analisis, kombinasi produk dengan pendapatan maksimal dalam satu kali produksi untuk produk tahu adalah sebanyak 985,8 Kg tahu atau 87 cetakan tahu dan tempe sebanyak 241,5 Kg atau sebanyak 1.191 bungkus tempe. Kombinasi tersebut memberikan pendapatan sebesar Rp 4.580.093,- Dapat disimpulkan kombinasi produksi hasil analisis lebih besar dibandingkan dengan kombinasi produksi yang dilakukan Jaya Abadi saat ini, dimana perbedaan pendapatannya adalah sebesar Rp 339.697,- per satu kali produksi.

Optimalisasi Pendapatan Industri Tahu dan Tempe di Kabupaten Nunukan (Studi Kasus: Industri Tahu dan Tempe Jaya Abadi)

2023 · Thesis ·

Keberlangsungan suatu usaha dipengaruhi oleh tingkat pendapatan yang diperoleh. Besar kecilnya pendapatan salah satunya dapat dipengaruhi oleh kombinasi jumlah produksi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi produksi untuk tingkat pendapatan yang maksimal dari industri tahu dan tempe Jaya Abadi serta mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dari kombinasi tersebut. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi adalah purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu peneliti memilih lokasi penelitian di Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan tepatnya pada Industri pembuatan tahu dan tempe Jaya Abadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah linier Programming. Dimana untuk memperoleh kombinasi produk dan pendapatan maksimal, terlebih dahulu ditentukan faktor kendala dan fungsi tujuannya. Terdapat empat faktor kendala yang digunakan yakni biaya bahan baku kedelai, biaya kayu bakar, biaya tenaga kerja dan kapasitas produksi dengan fungsi tujuan yakni pendapatan dari tiap-tiap produk. Dari hasil analisis, kombinasi produk dengan pendapatan maksimal dalam satu kali produksi untuk produk tahu adalah sebanyak 985,8 Kg tahu atau 87 cetakan tahu dan tempe sebanyak 241,5 Kg atau sebanyak 1.191 bungkus tempe. Kombinasi tersebut memberikan pendapatan sebesar Rp 4.580.093,- Dapat disimpulkan kombinasi produksi hasil analisis lebih besar dibandingkan dengan kombinasi produksi yang dilakukan Jaya Abadi saat ini, dimana perbedaan pendapatannya adalah sebesar Rp 339.697,- per satu kali produksi.

karakterisasi kandungan kimia gonad bulu babu (Diadema sp) dari perairan pulau derawan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sea urchins are a group of animals that are often found in coastal and marine areas of Indonesia and even throughout the world. Sea urchins are known as food ingredients by some Indonesian people and foreign people. The purpose of this study was to analyze the chemical content (proximate, amino acids, fatty acids, minerals and metals) of the gonads of sea urchins (Diadema sp.) from Derawan island. The research method is divided into 5 tests including analysis of chemical composition, amino acids, fatty acids, minerals and metals using quantitative descriptive analysis. The results of the study of sea urchins (Diadema sp.) had a water content of 74%, ash 1.37%, fat 2.19%, protein 13.13% and carbohydrates 9.32%. The amino acids found in sea urchins consisted of 15 types, namely 9 essential amino acids and 6 non-essential amino acids, the total amino acids of Diadema sp was 34.87%. Fatty acids contained in the gonads of sea urchins Diadema sp by 38.37% and brown sea urchins by 46.38% consisting of 29 types of fatty acids (11 Saturated Fatty Acid, 8 Monounsaturated Fatty Acid, 10 Polyunsaturated Fatty Acid). The total level of omega-3 is 4.18% and the total level of omega-6 is 2.28%. mineral content found in sea urchins gonads consisting of calcium, iron, selenium and zinc. While the metal consisting of mercury.

karakterisasi kandungan kimia gonad bulu babu (Diadema sp) dari perairan pulau derawan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sea urchins are a group of animals that are often found in coastal and marine areas of Indonesia and even throughout the world. Sea urchins are known as food ingredients by some Indonesian people and foreign people. The purpose of this study was to analyze the chemical content (proximate, amino acids, fatty acids, minerals and metals) of the gonads of sea urchins (Diadema sp.) from Derawan island. The research method is divided into 5 tests including analysis of chemical composition, amino acids, fatty acids, minerals and metals using quantitative descriptive analysis. The results of the study of sea urchins (Diadema sp.) had a water content of 74%, ash 1.37%, fat 2.19%, protein 13.13% and carbohydrates 9.32%. The amino acids found in sea urchins consisted of 15 types, namely 9 essential amino acids and 6 non-essential amino acids, the total amino acids of Diadema sp was 34.87%. Fatty acids contained in the gonads of sea urchins Diadema sp by 38.37% and brown sea urchins by 46.38% consisting of 29 types of fatty acids (11 Saturated Fatty Acid, 8 Monounsaturated Fatty Acid, 10 Polyunsaturated Fatty Acid). The total level of omega-3 is 4.18% and the total level of omega-6 is 2.28%. mineral content found in sea urchins gonads consisting of calcium, iron, selenium and zinc. While the metal consisting of mercury.