ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika di sekolah dasar yang masih didominasi oleh penggunaan buku paket dan belum didukung oleh perangkat pembelajaran yang kontekstual serta mengintegrasikan konteks kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menilai kelayakan perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan pada siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk yang dihasilkan berupa modul ajar, LKPD, dan media konkret berbasis kewirausahaan. Uji coba dilakukan pada 27 siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen perangkat pembelajaran memenuhi kategori sangat valid dan sangat praktis. Dari aspek materi, modul ajar memperoleh persentase sebesar 90%, LKPD sebesar 92,50%, dan media konkret sebesar 95%. Sementara itu, dari aspek media, modul ajar memperoleh persentase sebesar 95%, LKPD sebesar 90%, dan media konkret sebesar 97,50%. Hasil penilaian praktisi memperoleh persentase sebesar 90,37%, sedangkan hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan pada uji coba lapangan sebesar 84%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas V SD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy terhadap kinerja perangkat desa di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan perangkat desa dari 12 desa aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perangkat desa. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pada masing masing variabel tersebut akan diikuti oleh peningkatan kinerja aparatur desa. Secara simultan, keempat variabel independen juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perangkat desa, yang menunjukkan bahwa faktor perilaku individu dan organisasi memiliki peran penting dalam menentukan efektivitas kinerja. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan variasi kinerja perangkat desa, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja perangkat desa dapat dilakukan melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan motivasi, pembangunan komitmen organisasi, serta pengembangan self-efficacy. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya manusia di tingkat desa guna meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy terhadap kinerja perangkat desa di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan perangkat desa dari 12 desa aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perangkat desa. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pada masing masing variabel tersebut akan diikuti oleh peningkatan kinerja aparatur desa. Secara simultan, keempat variabel independen juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perangkat desa, yang menunjukkan bahwa faktor perilaku individu dan organisasi memiliki peran penting dalam menentukan efektivitas kinerja. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan variasi kinerja perangkat desa, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja perangkat desa dapat dilakukan melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan motivasi, pembangunan komitmen organisasi, serta pengembangan self-efficacy. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya manusia di tingkat desa guna meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Tidung di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kalimantan Utara. (2) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku Tidung. (3) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku tidung dalam penyusunan perangkat pembelajaran Biologi di SMA Kelas X. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkompeten dalam pengetahuan tumbuhan obat dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tidung di desa mansalong kecamatan lumbis sebanyak 30 jenis yang tergolong kedalam 18 famili. Famili tanaman yang umum digunakan yaitu Famili Zingiberaceae. Bagian organ yang banyak digunakan yaitu daun sebanyak 29%. Hasil penelilitian dianalisis kedalam perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Dari hasil analisis yang dilakukan, hasil penelitian dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Lundayeh yang ada di Desa Long Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi pada pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian ini merupakan Deskriptif Kualitatif dengan metode yaitu Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tumbuhan obat yang ditemukan sebanyak 51 jenis yang tergolong kedalam 33 famili. (1) Famili yang sering digunakan yaitu famili Euphorbiaceae. (2) Tumbuhan yang ditemukan paling banyak digunakan untuk mengobati luka dan organ tumbuhan yang sering dimanfaatkan terdapat pada daun. (3) Hasil analisis dalam kurikulum 2013 dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam division berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. 4.7 menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian antara rancangan penilaian mata pelajaran biologi, perangkat penilaian mata pelajaran biologi, dan pelaksanaan penilaian mata pelajaran biologi dengan standar penilaian kurikulum 2013. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pengujian validitas instrument oleh validator ahli. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan angket, dokumentasi, dan wawancara. Subjek pada penelitian ini terdiri dari dua guru mata pelajaran biologi, waka kurikulum, kepala sekolah, dan siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data angket yang diberikan kepada guru pada aspek perencanaan penilaian termasuk ke dalam kategori baik dengan nilai 69.50, aspek perangkat penilaian termasuk kategori sangat baik dengan nilai 45.50, dan aspek pelaksanaan penilaian termasuk kategori sangat baik dengan nilai 53. Adapun angket yang diberikan kepada siswa pada aspek pelaksanaan penilaian termasuk ke dalam kategori kurang baik dengan nilai 50.82, dapat disimpulkan bahwa perencanaan penilaian merupakan penerapan dari pelatihan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Aspek yang direncanakan meliputi aspek penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan keterampilan. Perangkat penilaian tenaga pendidik menggunakan bentuk tes yang ditampilkan pada e-learning yang dikarenakan sistem pembelajaran secara daring. Instrumen pada program pengayaan tidak dilampirkan dikarenakan dokumen penilaian yang tidak terdokumentasi secara rapi. Pelaksanaan penilaian menggunakan perangkat penialaian yang telah direncanakan sebelum memulai pembelajaran. Secara keseluruhan implementasi penilaian kurikulum 2013 telah terlaksana sesuai dengan standar penilaian kurikulum 2013.