Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: SESA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

THE EFFECT OF DIFFERENTIATED INSTRUCTION TOWARDS SEVENTH GRADERS’ SPEAKING ACHIEVEMENT AT SMPN 3 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

THE EFFECT OF DIFFERENTIATED INSTRUCTION TOWARDS SEVENTH GRADERS’ SPEAKING ACHIEVEMENT AT SMPN 3 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PELAKSANAAN PENGAYAAN PADA PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 2 TARAKAN

2022•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengayaan pada peserta didik mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi data untuk membantu dalam menganalisis dan pemeriksaan keabsahan data. Objek dalam penelitian ini adalah tiga orang tenaga pendidik mata pelajaran IPA di Kelas VII, VIII, IX dan Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tarakan, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMP Negeri 2 Tarakan dan tiga orang peserta didik. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu orang tenaga pendidik telah melaksanakan pengayaan sedangkan kedua tenaga pendidik lainnya tidak melaksanakan pengayaan. Bentuk pelaksanaan pengayaan berupa belajar mandiri, pemberian tugas proyek dan pemberian materi tambahan. Hambatan pelaksanaan pengayaan yaitu waktu pelaksanaan pengayaan tidak memadai, kemampuan atau hasil belajar peserta didik, dan perbedaan karakteristik peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PELAKSANAAN PENGAYAAN PADA PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 2 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengayaan pada peserta didik mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi data untuk membantu dalam menganalisis dan pemeriksaan keabsahan data. Objek dalam penelitian ini adalah tiga orang tenaga pendidik mata pelajaran IPA di Kelas VII, VIII, IX dan Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tarakan, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMP Negeri 2 Tarakan dan tiga orang peserta didik. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu orang tenaga pendidik telah melaksanakan pengayaan sedangkan kedua tenaga pendidik lainnya tidak melaksanakan pengayaan. Bentuk pelaksanaan pengayaan berupa belajar mandiri, pemberian tugas proyek dan pemberian materi tambahan. Hambatan pelaksanaan pengayaan yaitu waktu pelaksanaan pengayaan tidak memadai, kemampuan atau hasil belajar peserta didik, dan perbedaan karakteristik peserta didik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail