Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: Panjang Berat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Sungai Kayan Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi Barbonymus gonionotus telah dilakukan pada bulan Agustus 2020 di Sungai Kayan Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat dengan persamaan W= 0,0046.L3,36 dan R2= 0,97. Hasil uji-t terhadap nilai b menunjukan bahwa nilai b ≠ 3. Pola pertumbuhan ikan adalah allometrik positif. Hasil analisis faktor kondisi berkisar antara 0,7 - 1,3 dengan rata-rata 0,9 nilai ini mengindikasikan bahwa kondisi ikan memiliki bobot tubuh yang ramping hingga agak gemuk.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Pada Ikan Ose (Congresox talabonoides) di Wilayah Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MORFOMETRIK MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT PARI LORENG (Himantura undulata) YANG DIDARATKAN DI PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•

Kota Tarakan memiliki perikanan tangkap, salah satunya berasal dari alat tangkap rawai senggol (modifikasi rawai dasar). Alat tangkap ini efektif menangkap berbagai jenis ikan pari, salah satunya adalah ikan pari loreng (Himantura undulata). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik, meristik dan rasio ukuran serta hubungan panjang berat pari loreng hasil tangkapan rawai senggol yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling selama 3 bulan dari periode November 2024 hingga Januari 2025, dengan total sebanyak 54 ekor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pari loreng memiliki bentuk tubuh quadrangular dengan sirip dada membulat, rostrum runcing, warna dorsal coklat bercorak menyerupai sarang lebah, ventral putih polos, serta ekor panjang dengan 1-2 duri beracun. Rasio lebar cakram terhadap total sebesar 0,57, sedangkan panjang cakram terhadap panjang total sebesar 0,53. Hubungan panjang dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif. Hubungan panjang cakram dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik positif. Pola pertumbuhan tidak seimbang (allometrik) di pengaruhi oleh faktor ekologi, ketersediaan makanan, dan tekanan penangkapan. Hasil penelitian ini memberikan data ilmiah penting bagi khalayak ramai dalam pengelolaan sumberdaya pari secara berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut di perairan Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Kondisi Ikan Yang Tertangkap di Perairan Pulau Bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu terletak di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan utara. Keberadaan tambang batu bara di Perairan Pulau Bunyu diduga mencemari perairan yang mengakibatkan menurunnya kondisi air laut. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan menurunnya kondisi ikan yang baik. Hubungan panjang berat ikan adalah salah satu informasi yang perlu diketahui dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, seperti penentuan selektifitas alat tangkap ikan agar ikan yang tertangkap hanya ikan yang memiliki ukuran layak tangkap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesehatan fisik ikan yang tertangkap, termasuk ukuran, berat, dan kondisi lingkungan hidup ikan, guna mengetahui dampak dari penangkapan dan habitat ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan analisis data penelitian meliputi analisis hubungan panjang berat ikan dengan rumus W=〖aL〗^b (King,2007). Faktor kondisi adalah keadaan atau kondisi ikan yang menyatakan kegemukan ikan berdasarkan data panjang dan berat yang dinyatakan dengan angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 300 sampel dengan 10 jenis ikan diperoleh nilai koefisien korelasi (b) berkisar 2,5408-3,3398. Hubungan panjang-berat ikan ini menunjukkan bahwa ikan dalam sampel tersebut memiliki pertumbuhan yang sehat, dengan berat yang sebanding dengan panjangnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTER MORFOMETRIK MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN BAWAL (Pampus sp.) HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarakan memiliki potensi perikanan yang cukup besar terkait aktivitas perikanan tangkap di perairan Juata Laut dengan ragam alat tangkap yang digunakan, salah satunya alat tangkap pukat hela (trawl). Alat tangkap trawl merupakan alat penangkapan ikan berkantong dilengkapi papan pembuka mulut jaring. Salah satu ikan yang ditangkap oleh nelayan trawl di Juata Laut adalah ikan bawal (Pampus sp). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukuran ikan Pampus sp serta Hubungan Panjang Berat (HPB). Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan dari objek penelitian terkait ciri morfometrik, meristik dan ukuran ikan, yang digunakan dalam analisis rasio ukuran mendeskripsikan aspek morfometrik meristik dan analisis Hubungan Panjang Berat (HPB) menggambarkan sifat pertumbuhan dari sampel ikan Pampus sp. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara morfometrik meristik ikan Pampus sp. memiliki karakter bentuk tubuh besar-gepeng membulat, bagian atas tubuh berwarna putih keperakan, terdapat bintik kecil berwarna hitam, sirip perut dan dubur berujung putih kekuningan dan jari-jari sirip punggung terakhir sejajar panjang, satu sirip punggung (dorsal), bagian depan sirip dorsal dan anal memanjang, serta ukuran Panjang Standar (PS) sebesar 0,86 kali dari ukuran Panjang Total (PT) dan ukuran Tinggi Badan (TB) sebesar 0,53 kali dari ukuran Panjang Total (PT). Karakteristik tersebut mengarah pada genus Pampus sp dengan indikasi jenis ikan bawal putih (P. argenteus). Regresi hubungan Panjang Total (PT) dan Panjang Standar (PS) terhadap Berat (B) sampel ikan Pampus sp. menghasilkan pola pertumbuhan allometrik positif (b = 3,579), bermakna pertumbuhan panjang lebih lambat dibandingkan dengan pertambahan berat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Dan Sifat Pertumbuhan Ikan Putih/ Kuwe (Caranx Sp) Yang Didaratkan Di Pos Mario Lingkas Ujung Kota Tarakan

2024•

Kota Tarakan adalah kota di provinsi Kalimantan Utara dengan luas wilayah 249,65 km² secara geografis berada pada 3014′23”-3026′37” Lintang Utara dan 117040′12” Bujur Timur. Secara administrasi terdiri dari dua pulau yaitu pulau Tarakan dan pulau Sadau. Kota Tarakan dengan karakter pulau kecil mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang cukup berlimpah. Salah satu potensi sumberdaya ikan yaitu ikan putih/ kuwe (Caranx sp) yang ditangkap menggunakan alat tangkap pukat hela dengan fishing base di Kelurahan Lingkas Ujung. Penelitian bertujuan menguraikan tentang model dan sifat pertumbuhan Caranx sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di tempat pendaratan ikan di Kelurahan Lingkas Ujung sebanyak 12 kali sampling dalam 3 bulan. Selama sampling menghasilkan total sampel 900 ekor. Hasil analisis menghasilkan model pertumbuhan dalam bentuk persamaan Lt = 30,006 (1-2.17828-0,338 (t – 0728257)), dengan nilai parameter pertumbuhan: dugaan panjang maksimal yang mampu dicapai (L∞) sebesar 30,006 cm; koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,0038 cm/hari dan dugaan umur saat ukuran panjang teoritis null (t0) sebesar -0,728 hari. Sifat pertumbuhan yang dihasilkan dari analisis Hubungan Panjang Berat (HPB) sampel ikan Caranx sp. adalah allometrik negatif yang berarti pertumbuhan panjang dan berat tidak seimbang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model dan sifat pertumbuhan ikan Bawal putih (Pampus argenteus) yang didaratkan di tangkahan CV Mentari Pagi Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan bawal putih merupakan salah satu ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di perairan Sebatik yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet) di daerah penangkapan di perairan Sei. Taiwan Sebatik. Analisis model dan sifat pertumbuhan Ikan bawal putih (P. argenteus) di pulau Sebatik diperlukan untuk kelengkapan data ilmiah tentang sumberdaya ikan di pulau Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan dan menjelaskan model pertumbuhan Von Bertalanffy dan sifat pertumbuhan terkait dengan panjang berat pada ikan bawal putih (P. argenteus) yang didaratkan di pos pembelian ikan CV. Mentari Pagi Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi. Tahapan penelitian dimulai dengan pengukuran panjang dan berat sampel ikan bawal putih hingga pengolahan data panjang berat ikan sehingga menghasilkan model dan sifat pertumbuhan Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023-Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 24 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan model pertumbuhan ikan bawal putih (P. argenteus) menghasilkan persamaan Lt = 66,672 {1 - 2.71828 -0.0183 (t - 0.909)} dengan parameter pertumbuhan panjang infinitive atau dugaan ukuran panjang maksimal ikan yang mampu dicapai (L∞) = 66,672 cm, koefisien pertumbuhan K = 0,0183 cm/hari dan nilai dugaan umur teoritis pada panjang nol (t0) = -0,909 hari. Hubungan panjang berat ikan bawal putih (P. argenteus) bersifat allometric negative yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat dengan nilai faktor kondisi (Kn) sebesar 0,443-2,900 yang apabila nilai Kn diatas 1 maka faktor kondisi ikan bawal putih (P. argenteus) dalam kondisi yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR KONDISI IKAN KURAU (Polynemus Plebeius) DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hubungan panjang berat ikan merupakan salah satu parameter biologi perikanan yang perlu diketahui. Pengukuran panjang dan berat ikan berguna sebagai petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, produktivitas dan kondisi fisiologis ikan. Pulau Tibi menjadi lokasi penelitian dan Ikan Kurau (Polynemus plebeius) menjadi target tangkapan nelayan sekaligus menjadi sampel penelitian. Pada penelitian ini, sampel ikan diambil dari hasil tangkapan Jaring Insang (Gill net). Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Pukat Kurau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dan factor kondisi ikan Kurau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Februari 2024. Sampel ikan sebanyak 30 ekor. Persamaan hubungan Panjang berat ikan Kurau menunjukkan persamaan W = 0,059x2.595 dengan nilai R2 = 0,971. Hasil uji -t terhadap nilai b menunjukkan bahwa b ≠ 3, thitung (5,3) > ttabel (1,2) dengan selang kepercayaan 95%. Hal ini menunjukan bahwa pola pertumbuhan ikan Kurau bersifat alometrik negatif. Nilai faktor kondisi menunjukkan 90% ikan dalam kondisi normal dan persentase ikan dengan kondisi gemuk lebih besar daripada ikan dengan kondisi kurus. Hal ini mengindikasikan kesesuaian antara ikan dengan lingkungannya. Lingkungan daerah penangkapan ikan Kurau menyediakan makanan yang cukup bagi populasi ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN INDEKS KONDISI IKAN OTEK (Arius sp) DI PERAIRAN TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN PELIAN (Tor tambroides) YANG DIDARATKAN DI WILAYAH KABUPATEN MALINAU DAN SIAP UNTUK DI EKSPOR

2023•

Ikan pelian sangat di gemari oleh masyarakat Kebupaten Malinau dan sekitarnya selain rasanya dagingnya yang gurih juga mempunyai kandungan minyak ikan yang tinggi, ikan Tor tambroides atau yang biasa dikenal dengan nama ikan pelian merupakan keluarga dari cyprinidae, ikan yang hidupnya di perairan sungai berarus deras ini masuk dalam ketegori terancam punah dan keberadaanya masuk daftar merah. Tingginya nilai permintaan ikan ini berpotensi terjadi over exploitasi sehingga ketersediaan ikan di alam akan terus berkurang bahkan hingga mengalami kepunahan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan panjang berat Ikan Pelian (Tor tambroides). Metode penelitian didekati dengan model hubungan panjang berat ikan dan faktor kondisi ikan. Hasil pengolahan data penelitian ikan pelian didapatkan pola pertumbuhan bersifat isometrik (b = 3,2247), dengan persamaan regresi Y = 0,0054x3,2247 dengan nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 0,9247. Nilai faktor kondisi dengan nilai Wr di dapatkan kisaran 101 dengan bentuk tubuh yaitu kategori nilai 90-110 bentuk tubuh normal dengan presentase tertinggi (61,54%). Jenis ikan Tor tambroides yang di daratkan di pasar inai Kebupaten Malinau memiliki rata-rata panjang 35,26 cm dan berat 1098,46 gr. Hasil menumjukan pola pertumbuhan bersifat isometric dengan persamaan W=0,0054.L3.2247 dan faktor kondisi berada pada kisaran rata-rata 1,016273.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model dan sifat pertumbuhan ikan kerapu lumpur (Epinephelus sp.) Hasil tangkapan bubu dasar (Bottom fish pots) Di Perairan Bunyu Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu mempunyai luas 192.32 km2 memiliki potensi hasil perikanan tangkap berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya yaitu sumberdaya ikan kerapu lumpur (Epinepheluss sp.). Epinephelus sp. merupakan ikan dikenal dengan “groupers” memiliki sifat hidup soliter, memangsa ikan dan krustase serta komoditas perikanan mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian bertujuan tentang model dan sifat pertumbuhan Epinephelus sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di pos penjualan ikan pulau Bunyu selama 2 bulan (Febuari-Maret 2023) dengan 8 kali sampling, menghasilkan total sampel sebanyak 240 ekor. Analisis model pertumbuhan menghasilkan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif, (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) pendekatan von Bertalanffy. Hasil penelitian menghasilkan struktur umur dengan persamaan y = 0.0142x + 2.85353 dan nilai R2 = 0.5826. Model pertumbuhan persamaan model Von Bertalanffy adalah Lt = 131.608 {1 - 2.71828-0.0194(t - 0.801835)}. Parameter pertumbuhan panjang infinitive mencapai (L∞) = 131,608 cm diperkirakan terjadi ketika ikan kerapu (Epinephelus sp.) mencapai umur 918 hari. Koefisien pertumbuhan (K) 0,0194 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (to) = -0,801 hari. Sifat pertumbuhan diekspresikan dalam hubungan panjang berat Epinephelus sp. menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif dalam total sampling. Hal ini berarti pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang atau kondisi tubuh ikan kerapu cenderung gemuk atau montok.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL DAN SIFAT PERTUMBUHAN IKAN SELAR TETENGKEK (Megalaspis cordyla) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MODEL DAN SIFAT PERTUMBUHAN IKAN SELAR TETENGKEK (Megalaspis cordyla) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pulau Bunyu berbentuk pulau kecil dengan luas 198.32 km² punya potensi hasil perikanan yang berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya sumberdaya ikan selar tetengkek yang secara morfologis bernama ilmiah Megalaspis cordyla. Megalaspis cordyla adalah ikan pelagis kecil tergolong hewan carnivora dan sumberdaya ikan pelagis bernilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian tentang model dan sifat pertumbuhan ikan Megalaspis cordyla dilakukan karena belum tersedia data ilmiah pertumbuhan biologi ikan selar dan melengkapi informasi tentang sumberdaya ikan di pulau Bunyu, agar pengelolaan sumberdaya perikanan di pulau Bunyu bisa lestari dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini berkaitan dengan model dan sifat pertumbuhan ikan Megalaspis cordyla. Analisis model pertumbuhan menjelaskan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) dengan pendekatan von Bertalanffy. Analisis sifat pertumbuhan menggunakan metode hubungan panjang berat pola kubik. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali sampling total di perairan Bunyu terhadap sampel ikan Megalaspis cordylla. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif dengan pendekatan metode samplingnya purposive sampling. Total sampel penelitian 192 ekor ikan Megalaspis cordylla. Model perubahan panjang per umur pada grafik pergeseran struktur umur ikan Megalaspis cordylla yaitu a = -0,0305 dan nilai b = 2,0437 dengan nilai koefesien determinasi R² = 0,7581 atau melebihi dari 75,81%. Model pertumbuhan dalam bentuk persamaan model von bertalanffy adalah Lt = 67,007 ( 1-2,14266 -0,031 (t - 0,679)). Parameter pertumbuhan dengan panjang infinitive mencapai (L∞) = 67,007 cm diperkirakan terjadi pada umur 530 hari (1 tahun 5 bulan 4 hari), koefesien pertumbuhan (K) = 0,031 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (t0) = 0,679 hari. Hubungan panjang dan berat (panjang total, standar dan cagak dengan berat) menghasilkan nilai b ≠ 3 atau b 3 berarti pertumbuhannya allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan berat, yang didukung dengan hasil analisa uji t (thitung ttabel, terima H0) dengan nilai determinasi 73.9% - 76.4%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT UDANG GALAH (Macrobrachium. spp) HASIL TANGKAPAN BUBU DI SUNGAI KAYAN KABUPATEN BULUNGAN

2023•

Macrobrachium. spp atau biasa disebut dengan udang galah memiliki nilai harga ekonomis yang tinggi dibandingkan dengan jenis udang tawar lainnya. Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran dan hubungan panjang berat udang galah (Macrobrachium. spp) yang tertangkap oleh alat tangkap bubu di sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dilakukan di sungai Kayan dan pos penjualan udang galah daerah Tanjung Palas selama 2 bulan (februari – Maret 2023) dengan total sampel sebanyak 360 ekor. Pengamatan dan pengukuran sampel menghasilkan data berupa Panjang Total (PT), Berat (B), Panjang Karapas (PKr), dan Panjang Abdomen (PAb). Hasil analisa data komposisi ukuran diketahui terbentuk 9 kelas dengan kisaran kelas, ukuran panjang total 8,4 – 26,3 cm, panjang karapas 2,9 – 10,0 cm, panjang abdomen 5,4 – 14,3 dan komposisi berat 25,4 – 254,8 gram. Pertumbuhan udang galah sampel total, jantan dan betina bersifat allometrik positif. Sifat pertumbuhan pada udang galah jantan maupun betina yaitu pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan panjang atau ekspresi bentuk tubuh udang galah selama penelitian cenderung gemuk atau montok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SENANGIN ( Eleutheronema tetradactylum) DI PERAIRAN BANGKUDULIS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penangkapan nelayan Juata Laut berada di Perairan Pulau Bangkudulis yang berhadapan dengan Pulau Tarakan dan Pulau Tibi, sehingga Pulau Bangkudulis ini diketahui memiliki potensi keanekaragaman jenis spesies ikan salah satunya yaitu ikan Senangin. Ikan Senangin memiliki harga ekonomis yang tinggi sehingga berpotensi secara berlebihan yang pada akhirnya mengarah kepada kepunahan. Salah satu upaya dalam rangka mengatasi kepunahan, perlu dilakukan penelitian tentang aspek biologi perikanan hubungan panjang berat da faktor kondisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Senangin di Perairan Bangkudulis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Februari 2022. Ikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 592 ekor yang terdiri atas jantan 525 ekor dan betina 63 ekor. Persamaan hubungan panjang berat ikan Senangin memenuhi persamaan jantan W= 0,069Lx3,49 dan betina W= 0,004Lx3,24 pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik positif. Nilai faktor kondisi ikan jantan >1 51,61 48,38 dan betina >1 44,78 1 55,22 Hasil nilai faktor kondisi menunjukan bahwa kondisi di perairan pulau Bangkudulis ikan Senangin jantan lebih besar kegemukan dibandingkan ikan betina

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR UKURAN DAN PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DARI PERAIRAN ESTUARIA BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu biota di estuaria yang sering tertangkap pada kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan adalah ikan kakap putih (Lates calcarifer). Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan struktur ukuran dan pertumbuhan ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan dan menjelaskan struktur ukuran panjang dan berat, menerangkan model pertumbuhan dengan pendekatan von Bertalanffy, menerangkan pola/sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021-Maret 2022 di perairan estuaria sungai Kayan (perairan muara Ancam, perairan muara Bulungan dan perairan muara Mapat) menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) memiliki panjang dominan pada kisaran 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2 – 728,4 gram (total), 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2-728,4 gram (jantan), dan 37,4-39,8 cm dengan berat 701,8-804,6 gram (betina). Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada sampel ikan kakap putih (Lates calcarifer) menghasilkan persamaan Lt = 91.208 {1 - 2.71828 -0.016 ( t - 0.935 )}. Hubungan panjang berat ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara keseluruhan, jantan dan betina bersifat allometrik negative dan memiliki nilai faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan kakap putih jantan dan betina dalam kondisi atau bentuk tubuh yang cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PERTUMBUHAN HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG BERASAL DARI PERAIRAN DESA SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah merupakan mata pencaharian dan hasil tangkapan utama oleh nelayan bubu kerana memiliki harga jual yang tinggi, dan disenangi oleh semua kalangan di Desa Salimbatu. Perairan Sungai Mengkedumun Salimbatu merupakan habitat alami dari udang galah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sifat pertumbuhan hubungan panjang berat dan faktor kondisi udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian ini menggunakan metode survei, dilakukan dengan cara observasi secara langsung di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2020. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sempling mengikuti nelayan yang menangkap menggunakan alat tangkap bubu di Perairan Mengkedumun Desa Salimbatu. Hasil total keseluruhan udang galah sebanyak 302 ekor, udang jantan sebanyak 130 ekor, dan udang betina sebanyak 172 ekor. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali trip. Berdasarkan sifat pertumbuhan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya, dengan hasil kolerasi yang beragam, kolerasi sangat rendah hingga sangat kuat. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina diperoleh hasil yang didominasi bentuk tubuh gemuk dan kurus. Serta lingkungan perairan dalam kondisi yang cukup baik dalam keberlansungan hidup udang galah diperairan sungai Mengkedumun Desa Salimbatu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Gulamah (Johnius belangerii) di Perairan Tarakan Kalimantan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Johnius belangerii merupakan potensi sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi segar dan sebagai olahan tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Gulamah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2021 di Perairan Tarakan Kalimantan Utara. Ikan yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari hasil tangkapan nelayan dan sampel yang diukur sebanyak 320 ekor. Analisa hubungan panjang berat menggunakan persamaan W=aLb, sedangkan Analisa faktor kondisi menggunakan persamaan CF=Wm/Wp. Hasil penelitian menunjukkan persamaan hubungan panjang berat J. belangerii dengan persamaan W = 0,016.L2,896 dan R2 = 0,91. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung > ttabel, dimana nilai b≠3. Hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Hasil Analisa faktor kondisi didapatkan kisaran nilai 0,79-1,34. Rata-rata nilai faktor kondisi 1,01 Hal ini menunjukkan bahwa J. belangerii memiliki kondisi tubuh yang ideal/proposional dengan kondisi perairan yang baik untuk mendukung pertumbuhan J. belangerii.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI Lutjanus sp. Dan Pomadasys sp. HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nelayan perikanan tangkap di perairan Kota Tarakan, salah satu nya menggunakan alat tangkap rawai dasar (bottom longline). Rawai adalah alat tangkap yang memiliki banyak variasi dalam hal tujuan, ukuran, struktur dan jenis ikan. Penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar dinilai masih kurang, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar yang berhubungan dengan hubungan panjang berat dan faktor kondisi hasil tangkapan rawai dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data panjang - berat dan menjelaskan hubungan panjang berat serta faktor kondisi ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dan ikan arut (Pomadasys sp.) hasil tangkapan rawai dasar di Perairan Tarakan. Penelitian ini di laksanakan ± 3 bulan dari bulan Januari – Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan ikan kakap merah jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu b 3 yang dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Pola pertumbuhan ikan arut jantan memiliki pola pertumbuhan allomerik positif yaitu b > 3 yang dimana pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Ikan kakap merah jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.02 dan untuk ikan kakap merah betina memilki nilai faktor kondisi 1.03, sedangkan untuk ikan arut jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.04 dan untuk ikan arut betina memiliki nilai faktor kondisi 1.39.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN TANJUNG BUKA KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan di Perairan Tanjung Buka dengan tujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan faktor kondisi Anadara granosa. Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi Anadara granosa dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2020 di Perairan Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Analisa hubungan panjang berat menggunakan persamaan W = aLb. Analisa faktor kondisi menggunakan persamaan CF = W/Wp. Sampel yang diukur sebanyak 500 individu. Hasil penelitian menunjukkan persamaan hubungan panjang berat kerang darah dengan peramaan w = 5,61.L2,79 r2 = 0,8. Hasil uji t menunjukan bahwa nilai b≠3. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kerang darah bersifar allometrik negatif. Nilai faktor kondisi kerang darah berkisar antara 0,6 – 1,8 dengan rata rata 1,0. Nilai ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan masih mendukung hidup kerang darah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN PELIAN (Tor sp) DI SUNGAI BULU, DESA LONG BULU KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat serta faktor kondisi dari ikan pelian di Bungai Bulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 – Oktober 2020 di sungai Bulu Desa Long Bulu Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan Kalimantau Utara dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak 3 kali. Metode penelitian pengambilan sampel dilakukan langsung dilokasi penelitian menggunakan jala, ikan yang tertangkap dikumpulkan kemudian di ukur panjang dan bobotnya menggunakan penggaris dan timbangan digital. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu, pH, kecerahan dan kecepatan arus pengukuran parameter kualitas air dilakukan sebelum penebaran alat tangkap. Hasil dari tiga kali pengambilan sampel dan dianalisis, penulis menyimpulkan bahwa didapatkan pola pertumbuhan ikan bersifat alometrik negatif dimana nilai (b3) dengan hasil tangkapan sampling pertama 29 ekor ikan, sampling kedua 23 ekor ikan dan sampling ketiga 41 ekor ikan. Adapun nilai faktor kondisi yang didapatkan dari hasil analisis data yaitu, sampling pertama 1,10, sampling kedua 1,04 dan sampling ketiga 0,4.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail