HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI LOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus) YANGTERTANGKAP JARING INSANG (Gill net) DI PERAIRAN KOTA TARAKAN
ABSTRAK Panulirus ornatus atau biasa disebut lobster mutiara memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan diperdagangkan hingga pasar internasional jika dibandingkan dengan lobster tropis lainnya seperti (P. versicolor, P. Homarus) dan (P. polyphagus). Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi lobster mutiara (P. ornatus) yang tertangkap jaring insang (Gill net) di Perairan Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan analisis hubungan panjang berat, rasio kelamin dan faktor kondisi. Metode pengambilan sampel menggunakan observasi berdasarakan purposive sampling dengan mengikuti nelayan Gill net. Pengambilan sampel dilakukan di perairan bagian Barat Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan selama 5 bulan dengan total tangkapan sebanyak 15 ekor. Pengambilan data berupa Panjang total (PT), berat total (BT). Analisa data menguji pertumbuhan dan faktor kondisi lobster mutiara dengan data pendukung seperti kedalaman, kecerahan dan salinitas. Hasil penelitian didapatkan rasio kelamin jantan dan betina yaitu 1 : 1,14. Pertumbuhan Lobster mutiara jantan dan betina bersifat allometrik negatif. Bentuk tubuh paling banyak di temukan pada lobster mutiara jantan memiliki bentuk tubuh gemuk sedangkan betina memiliki bentuk tubuh gemuk dan kurus.