Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Hubungan panjang-berat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sifat Pertumbuhan Ikan Hiu Martil (Sphyrna Lewini) yang Didaratkan di Lingkas Ujung, Kota Tarakan Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SIFAT PERTUMBUHAN IKAN HIU MARTIL (Sphyrna lewini) YANG DIDARATKAN DI LINGKAS UJUNG, KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan hiu bagian dari kelompok Elasmobranchii, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat pertumbuhan ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lingkas Ujung, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian yaitu ikan hiu martil (Sphyrna lewini). Hasil penilitian karakter morfologi memiliki bentuk kepala yang khas yaitu pipih dan berbentuk martil, bentuk ujung kepala yang sedikit melengkung kebelakang, insang di setiap sisi kepala berbentuk cerutu dan memiliki 5-7 celah dengan berjarak sekitar 1 cm, memiliki sirip anus yang lebih pendek dari sirip pangkal ekor. Untuk hubungan PT-BT, nilai a eksponensial adalah 0.014 dan a logaritmik linier adalah 1,837. Hubungan PC-BT, nilai a eksponensial adalah 0,109 dan a logaritmik linier adalah 0,961. Sedangkan hubungan PS-BT, nilai a eksponensial adalah 3,94 dan a logaritmik linier adalah 0,595. Hasil uji t pada PT-B, PC-B, dan PS-B menunjukkan bahwa nilai t hitung secara konsisten lebih kecil dari t. Masing-masing nilai t hitung adlah -25,2169 (PT-B), -25,4270 (PC-B), dan -25,5786 (PC-B) sementara nilai t tabel adalah 1,666914. Nilai K yang tinggi mencerminkan ikan memiliki tubuh yang relatif gemuk dan sehat, sedangkan nilai K yang rendah menunjukkan tubuh yang lebih kurus dan mungkin mengalami stres lingkungan atau kekurangan pakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Uji t mengindikasikan bahwa secara statistik pertumbuhan mendekati isometrik, meskipun secara biologis cenderung allometrik negatif. Faktor kondisi juga memperlihatkan perbedaan antar jantan dan betina, dengan mayoritas jantan berbeda yang di kategorikan kurus, sedangkan betina memiliki kondisi fisiologis lebih baik dan proporsi tubuh yang lebih seimbang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI PADA IKAN KUWE (Caranx ignobilis) DI PERAIRAN TANJUNG BUKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hubungan panjang-berat dan faktor kondisi sangat penting dalam studi penilaian perikanan, karena memberikan informasi tentang pertumbuhan ikan, kesejahteraan secara umum, dan kesehatannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis di perairan Tanjung Buka, Bulungan. Sampel ikan diambil dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan kelong (guiding barrier). Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei – Juli 2023. Spesimen yang diperiksa sebanyak 130 ekor, 102 ekor jantan dan 28 ekor betina. Hubungan panjang-berat dianalisis menggunakan persamaan W = a.Lb . Faktor kondisi jenis ikan ditentukan dengan menggunakan persamaan FK = W/aLb. Hubungan panjang-berat menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif, baik ikan jantan (b = 2,78) maupun ikan betina (b = 2,85). Faktor kondisi berfluktuasi antara 0,72 dan 1,27 dengan rata-rata 1,003 yang menunjukkan bahwa ikan ini dalam keadaan sejahtera di lingkungannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAIS (Kryptopterus limpok) DI SUNGAI KAYAN KECAMATAN PESO, KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aliran sungai Kayan di Provinsi Kalimantan Utara memiliki panjang sekitar 23.000 km. Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh sungai Kayan. Penelitian ini mengenai hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Lais yang merupakan salah satu sumberdaya ikan yang hidup di sungai ini. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari pada bulan Agustus 2020. Jumlah sampel ikan 55 ekor. Hubungan panjang-berat ikan memenuhi persamaan W=0,0102.L2,69 yang menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik negatif. Koefisien determinasi dari persamaaan ini adalah R²=0,98 yang berarti bahwa 56% berat ikan dapat diprediksi berdasarkan panjangnya dan sebaliknya. Faktor kondisi ikan berkisar antara 0,936 dengan nilai rata-rata 1,002 yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan masih baik dan memberi makanan yang cukup bagi ikan Lais.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail