Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Koloni
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN PREDASI SEMUT OECOPHYLLA SMARAGDINA BERDASARKAN ASAL KOLONI TERHADAP HAMA RAYAP PADA FASE PEMBIBITAN TANAMAN AKASIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teknik introduksi merupakan pendekatan yang digunakan dalam pemanfaatan agens hayati, misalnya semut predator O. smaragdina. Pemanfaatan agens hayati tersebut dilakukan dengan cara memindahkan sarang semut dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun, pengaruh faktor sumber atau asal koloni terhadap perilaku dan tingkat predasi merupakan informasi penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan: (1) mengukur dan menilai perbedaan perilaku semut predator terhadap hama rayap, dan (2) membandingkan kemampuan predasi antar koloni semut predator berdasarkan tingkat kematian pada hama rayap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan satu faktor perlakuan yakni asal koloni semut O. smaragdina. Perlakuan terdiri dari asal koloni tanaman akasia, mangga, ketapang dan nangka. Perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan atau terdapat 24 unit percobaan di laboratorium dan semi lapang. Analisis data menggunakan Anova dan DMRT untuk data yang berdistribusi normal yakni aktivitas pencarian pakan. Sedangkan, data yang tidak berdistribusi normal menggunakan analisis varians non-parametrik uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perilaku semut predator O. smaragdina cenderung memiliki perbedaan berdasarkan asal koloni terhadap aktivitas pencarian, kontak, dan eksplorasi hama rayap. Selain itu, faktor kondisi lingkungan dan keberadaan mangsa lainnya juga mempengaruhi perilaku tersebut; (2) Semut predator O. smaragdina memiliki kemampuan dalam memangsa hama rayap yakni sebesar 26.7% hingga 61.7% pada fase pembibitan tanaman akasia. Selain itu, asal koloni semut predator tidak berpengaruh terhadap tingkat kematian mangsa rayap atau tidak terdapat perbedaan kemampuan predasi antar koloni.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI MORFOLOGI DAN KEPADATAN BAKTERI PADA SISTEM RESIRKULASI PEMELIHARAAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (O. niloticus) merupakan jenis ikan bernilai ekonomis dengan kandungan protein yang tinggi, rasa daging yang enak dan khas, sehingga permintaan benih ikan nila menjadi tinggi. Permasalahan utama dalam pemeliharaan benih ikan nila adalah kematian benih akibat kondisi lingkungan yang berubah-ubah serta membuat kualitas air menurun dan menyebabkan benih ikan nila stress, mudah terserang penyakit bahkan mati sehingga diperlukan penggunaan teknologi sistem resirkulasi. Komponen penting dalam sistem resirkulasi adalah filter contohnya bioball sebagai media pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kepadatan dan morfologi bakteri pada sistem resirkulasi budidaya ikan nila (O. niloticus) dan mengkaji korelasi hubungan keberadaan bakteri terhadap kualitas air. Metode penelitian ini menggunakan metode observasi dengan titik sampling pada wadah filter dan kolam pemeliharaan selama 28 hari. Kualitas air yang diukur suhu, oksigen terlarut, pH, amonia, nitrat. Perhitungan kepadatan bakteri dengan metode TPC, pengamatan morfologi koloni bakteri dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian diperoleh bahwa selama penelitian menunjukkan kenaikan jumlah kepadatan bakteri, yaitu wadah filter cenderung lebih tinggi dibanding kolam pemeliharaan. Hasil pengamatan morfologi koloni bakteri makroskopis memiliki bentuk Round (bulat), tepi koloni Entire (rata) dan warna koloni putih. Pengamatan morfologi koloni bakteri mikroskopi semua isolat termasuk gram positif serta bentuk isolat coccus dan bacill. Kepadatan bakteri menunjukkan korelasi kuat searah terhadap pH, oksigen terlarut pada kolam pemeliharaan, amonia dan nitrat pada kolam pemeliharaan. Kepadatan bakteri berkorelasi kuat terbalik terhadap suhu. Kepadatan bakteri tidak berkorelasi terhadap oksigen terlarut dan nitrat pada wadah filter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis koloni bakteri vibrio sp pada air tambak budidaya udang windu (penaeus monodon) di tambak tradisional kota tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KOLONI BAKTERI Vibrio sp PADA AIR TAMBAK BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN Abstrak Budidaya perikanan tambak merupakan usaha yang dilakukan untuk memelihara, mengembangbiakkan, dan membesarkan biota budidaya perikanan dalam kolam dengan menciptakan kondisi perairan yang menyerupai habitat aslinya. Luas tambak yaitu 1 - 2 Ha yang terbentuk secara alami maupun buatan manusia yang bersifat musiman atau permanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menghitung kelimpahan koloni bakteri Vibrio sp. dari air tambak udang di 2 lokasi yang berbeda yaitu di Kecamatan Tarakan barat dan Tarakan timur Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Isolasi bakteri menggunakan media selektif TCBSA. Perhitungan kelimpahan koloni Vibrio sp. menggunakan metode Total Plate Count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri Vibrio sp. di tambak Kecamatan Tarakan Tengah tergolong aman (104 cfu/ml) yaitu berkisar 1,1 x 103 – 3,0 x 103 CFU/ml. Demikian juga dengan tambak Kelurahan Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur masih berada pada kisaran aman yaitu 1,1 x 103 - 8,30 x 103 CFU/ml. Hasil pengukuran kualitas air tambak menunjukkan kisaran nilai salinitas 17,30-17,88 ppt, suhu 31,4o-32oC, pH air 7,29-7,80; DO 5,29-5,87. Hasil panen yang diperoleh di tambak Tarakan Tengah sebesar 90 kg, sedangkan di tambak di Tarakan Timur mengalami gagal panen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail