Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Bawang Dayak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK IKAN BANDENG (Chanos chanos) DENGAN PENAMBAHAN BUBUK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2025•

Minyak ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu produk hasil perikanan perikanan yang bernilai gizi tinggi, terutama kaya akan EPA dan DHA, namun sangat rentan mengalami oksidasi selama penyimpanan. Oksidasi ini menyebabkan penurunan mutu minyak melalui peningkatan kadar asam lemak bebas dan nilai peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak ikan bandeng dengan penambahan bubuk bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai antioksidan alami selama penyimpanan. Minyak diekstrak dari jeroan ikan bandeng menggunakan metode dry rendering pada suhu 60°C selama 1 jam dan dianalisis nilai rendemennya. Selanjutnya, sampel diberi beberapa perlakuan yaitu 0 gram (tanpa penambahan bubuk bawang dayak) sebagai kontrol, penambahan 1 gram bubuk bawang dayak, dan penambahan 2 gram bubuk bawang dayak per 100 gram minyak. Sampel disimpan selama 16 hari dan dianalisis nilai asam lemak bebas dan nilai peroksidanya. Hasil penelitian menunjukkan rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi jeroan ikan bandeng sebesar 4,1%. Penambahan bubuk bawang dayak berpengaruh dalam menekan laju oksidasi dengan perlakuan terbaik yaitu pada penambahan bubuk bawang dayak sebanyak 2 gram dengan nilai parameter oksidasi asam lemak bebas sebesar 0,44% dan nilai peroksida 1,3 mEq/kg. Nilai ini telah memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA ≤ 1,5 % dan PV ≤ 5 mEq/kg). Dengan demikian, penggunaan bubuk bawang dayak berpotensi dalam menjaga stabilitas minyak ikan bandeng selama penyimpanan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan alami dalam industri pengolahan hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EDIBLE COATING AKTIF GELATIN TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS IKAN BANDENG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bandeng (Chanos chanos) adalah salah satu ikan budidaya yang hidup di air payau atau ikan dari tambak dengan prospek pengembangan yang baik. Kelimpahan produksi ikan bandeng harus disertai dengan pengendalian mutu yang baik. Ikan bandeng mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas bakteri karena itu perlu adanya suatu pengawetan berupa pengawetan secara alami seperti edible coating. Pada penelitian ini edible coating terbuat dari bahan dasar gelatin tulang ikan bandeng. Tujuan penelitian ini untuk menguji kemampuan dan menentukan komposisi terbaik edible coating aktif berbahan dasar gelatin dari tulang ikan bandeng dengan penambahan ekstrak bawang dayak terhadap daya simpan daging ikan bandeng pada suhu dingin. Penelitian diawali dengan pembuatan gelatin melalui 4 tahap yaitu degreasing, demineralisasi, ekstraksi dan pengeringan. Rendemen gelatin yang dihasilkan sebesar 10,6%. Pada penelitian ini pembuatan edible coating dengan konsentrasi ekstrak bawang dayak sebesar 0%, 1%, 2% dan 3%. Pengaplikasian edible coating pada ikan bandeng menggunakan metode perendaman. Tingkat kesegaran ikan bandeng selama penyimpanan dianalisis pada jam ke 0, 24, 48 dan 72 jam yang meliputi pengujian Total Plate Count (TPC), uji Nilai Peroksida/peroxide value (PV), dan pH. Berdasarkan hasil penelitian ini, edible coating aktif berbahan dasar gelatin dari tulang ikan bandeng dengan penambahan ekstrak bawang dayak dengan konsentrasi 0%, 1%, 2% dan 3% memiliki kemampuan dalam mempertahankan kualitas ikan bandeng pada suhu dingin. Hal ini dapat dilihat pada nilai pengujian TPC dengan jumlah koloni bakteri 3,13 logCFU/g , uji PV 2 mEq/kg dan uji pH 6,3-6,4 dimana komposisi terbaik yaitu edible coating gelatin dengan penambahan ekstrak bawang dayak 2%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam dengan penambahan Inhinitor Bawang Dayak Di Lingkungan Air Laut

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan inhibitor ekstrak bawang dayak terhadap laju korosi. Bawang dayak dipilih karena mengandung antioksidan yang kuat sebesar 94% sehingga baik untuk dijadikan inhibitor yang dapat menghambat laju korosi. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah plat baja hitam yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Plat baja hitam direndam pada wadah berisi air laut dengan beberapa variasi penambahan bubuk ekstrak bawang dayak yakni 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Pengamatan dilakukan terhadap laju korosi logam dan efesiensi inhibitor dari uji weight loss selama interval 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 hari. Pengujian mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 200 ppm yaitu 0,09 mm/year, dengan efisiensi terendah 21,41%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 50 ppm yaitu 0,12 mm/year dengan efisiensi tertinggi 35,85%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN JARAK TANAM PADA TANAMAN BAWANG DAYAK (ELEUTHERINE PALMIFOLIA L. MERR)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk memudahkan pengembangan bawang dayak sebagai obat tradisional dengan teknik budidaya yang sesuai. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil bawang dayak adalah dengan menggunakan media tanam yang tepat, yaitu media tanam yang mempunyai sifat fisik tanah yang ringan, gembur dan subur serta memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang dayak dengan memodifikasi dosis komposisi media tanam dan jarak tanam. Penelitian ini dilaksanakan dilahan yang berada didekat rumah peneliti Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor 1 komposisi media tanam dengan 4 taraf dan faktor 2 jarak tanam dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis komposisi media tanam berpengaruh nyata pada komposisi media tanam terbaik perlakuan M4 (Tanah+PKA(pupuk kandang ayam)+mulsa) pada parameter pertumbuhan tinggi tanaman setinggi 128.31 cm, jumlah daun sebesar 24.33 helai daun, panjang daun sepanjang 144.85 cm, jumlah akar sebanyak 196.78 helai akar, jumlah umbi sebesar 30.88 umbi, berat akar seberat 19.41 g dan berat umbi seberat 90.93 g, dan pada perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata pada perlakuan terbaik J2 (15x20 cm) pada parameter tinggi tanaman setinggi 131.39 cm, jumlah daun sebesar 22.75 helai daun, panjang daun sepanjang 115.25 cm, jumlah akar sebanyak 209.33 helai akar, jumlah umbi sebesar 35.38 umbi, berat akar seberat 20.07 g dan berat umbi seberat 105.13 g. Interaksi perlakuan terbaik pada M4J2 (Tanah+PKA(pupuk kandang ayam)+mulsa dengan jarak tanam 15x20cm) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada semua perlakuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail