EDIBLE COATING AKTIF GELATIN TULANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) DAN EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS IKAN BANDENG
Bandeng (Chanos chanos) adalah salah satu ikan budidaya yang hidup di air payau atau ikan dari tambak dengan prospek pengembangan yang baik. Kelimpahan produksi ikan bandeng harus disertai dengan pengendalian mutu yang baik. Ikan bandeng mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas bakteri karena itu perlu adanya suatu pengawetan berupa pengawetan secara alami seperti edible coating. Pada penelitian ini edible coating terbuat dari bahan dasar gelatin tulang ikan bandeng. Tujuan penelitian ini untuk menguji kemampuan dan menentukan komposisi terbaik edible coating aktif berbahan dasar gelatin dari tulang ikan bandeng dengan penambahan ekstrak bawang dayak terhadap daya simpan daging ikan bandeng pada suhu dingin. Penelitian diawali dengan pembuatan gelatin melalui 4 tahap yaitu degreasing, demineralisasi, ekstraksi dan pengeringan. Rendemen gelatin yang dihasilkan sebesar 10,6%. Pada penelitian ini pembuatan edible coating dengan konsentrasi ekstrak bawang dayak sebesar 0%, 1%, 2% dan 3%. Pengaplikasian edible coating pada ikan bandeng menggunakan metode perendaman. Tingkat kesegaran ikan bandeng selama penyimpanan dianalisis pada jam ke 0, 24, 48 dan 72 jam yang meliputi pengujian Total Plate Count (TPC), uji Nilai Peroksida/peroxide value (PV), dan pH. Berdasarkan hasil penelitian ini, edible coating aktif berbahan dasar gelatin dari tulang ikan bandeng dengan penambahan ekstrak bawang dayak dengan konsentrasi 0%, 1%, 2% dan 3% memiliki kemampuan dalam mempertahankan kualitas ikan bandeng pada suhu dingin. Hal ini dapat dilihat pada nilai pengujian TPC dengan jumlah koloni bakteri 3,13 logCFU/g , uji PV 2 mEq/kg dan uji pH 6,3-6,4 dimana komposisi terbaik yaitu edible coating gelatin dengan penambahan ekstrak bawang dayak 2%.