ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
VCO merupakan modifikasi pembuatan minyak kelapa yang terbuat dari daging buah kelapa segar yang diolah dengan suhu rendah atau tanpa pemanasan sehingga kandungan didalamnya tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enzim bromelin dan enzim papain serta lama inkubasi terhadap sifat kimia dan sifat fisik VCO. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dengan dua faktor yaitu jenis enzim (N) sari buah nanas 30%, sari buah nanas 50%, sari buah pepaya 30%, sari buah pepaya 50% dan lama inkubasi (P) 12jam, 24jam, 36jam. Parameter penelitian yaitu parameter kimia terdiri dari nilai rendemen dan kadar air. Uji fisik yang terdiri warna aroma dan rasa. Data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan dikelola menjadi nilai yang kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Dari hasil penelitian diketahui jenis enzim memberikan pengaruh terhadap parameter rendemen, kadar air VCO yang dihasilkan dimana parameter N2P3 (sari buah nanas 50% dan inkubasi 36 jam) memperoleh nilai tertinggi pada uji kimia rendemen dan kadar air. Lama waktu inkubasi 36 jam berpengaruh dominan trhadap karakteristik fisik VCO yang dihasilkan terutama warna VCO pada perlakuan N1 dan N2. Interaksi perlakuan jenis enzim dan lama inkubasi memberikan pengaruh terhadap parameter sifat kimia dan sifat fisik VCO.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, serta mampu beradaptasi pada lingkungan yang ekstrim, namun diantara kelebihan tersebut terdapat kelemahan dalam budidaya ikan lele diantaranya adalah harga pakan yang tinggi dan menghabiskan 60 – 70 % dari total biaya produksi, serta kemampuan dalam menyerap pakan. Maka dari itu diperlukan pakan alternatif dari bahan baku murah dan mampu menunjang pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan buatan dari tepung buah pepaya (Carica papaya) terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan, dimana pada perlakuan 1 diberikan pakan komersial tanpa tambahan tepung buah pepaya, perlakuan 2 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,50 gr tepung buah pepaya, perlakuan 3 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,75 gr tepung buah pepaya, perlakuan 4 diberikan pakan komersial dengan tambahan 5 gr tepung buah pepaya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap berat mutlak, panjang mutlak, SGR, SR, serta FCR pada ikan lele. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa pakan buatan dengan penambahan tepung buah pepaya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan, dimana pengaruh terbaik terdapat pada P2 dengan hasil berat mutlak sebesar (7,6 g), panjang mutlak sebesar (5,87 cm), hasil SGR sebesar (7,85 %), FCR sebesar (1,5 %), dan hasil SR sebesar (93 %). Berdasarkan hasil penambahan tepung buah pepaya terhadap pertumbuhan ikan lele, menunjukkan hasil terbaik pada P2. Nilai FCR terbaik pada P3 dan Nilai SR terbaik pada P4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan merupakan salah satu komoditas penting dalam kegiatan budidaya air tawar. Salah satu masalah yang muncul dalam kegiatan budidaya ikan nila ialah lambatnya pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) karena ikan tidak dapat mencerna energi dalam pakan yang masih kompleks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya) dan viterna sebagai bahan alternatif campuran pelet F-999 untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 40 hari yaitu pada bulan Januari-Februari 2022, dengan hewan uji yakni ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berukuran 2,5-3 cm. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperiemental dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Konsentrasi pembahan tepung buah papaya dan viterna kedalam 500 g pelet F-999 yakni P1 tanpa penambahan tepung buah papaya dan 5 ml viterna, P2 penambahan tepung buah papaya sebanyak 2,25 g dan 5ml viterna, P3 penambahan tepung buah pepaya sebanyak 2,50 g dan 5 ml viterna, serta P4 dengan penambahan tepung buah papaya sebanyak 2,75 g dan 5 ml viterna. Hasil uji proksimat menunjukan kadar protein yang berbeda antar perlakuan, P1 (25,98%), P2 (23,66%), P3 (24%), P4 (25,24%), kadar lemak P1(2%), P2 (1,25), P3 (2,2%), P4 (0,4%), dan kadar air pada P1 (12%), P2 (7%), P3 (8%), P4 (1%). Pertumbuhan berat dan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P4 sebesar (2.80 g dan 2.11 cm), dan SGR terbaik pada P4 sebesar (5.85%), FCR terbaik pada P4 sebesar (1,3), sedangkan SR terbaik pada perlakuan P2 (73,3%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan 2,75 g tepung buah pepaya dan 5 ml viterna dapat mengoptimalkan pertumbuhan berat dan panjang mutlak ikan nila (Oreochromis niloticus).