Abstrak
Tanah marginal memilik tingkat kesuburan tanah yang rendah hal ini dicirikan dengan sifat kimia tanah yaitu C-organik, pH dan N-total rendah. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara yang banyak dibutuhkan oleh tanaman, akan tetapi unsur tersebut mudah terjadi kehilangan baik melalui volatilitas maupun pencucian menyebabkan pemberian pupuk N tidak efisien. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian pembenah tanah dan pupuk hayati penambat nitrogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pembenah tanah dan bakteri penambat nitrogen pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis serta pengaruhnya dalam meningkatkan produktivitas lahan dan menurunkan penggunaan pupuk N anorganik di tanah marginal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu : BO (tanpa perlakuan), B1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP-36), B2 (arang sekam 20 ton/ha+ isolat B5(19) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B3 (arang sekam 20 ton/ha + isolat B5(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B4 (arang sekam 20 ton/ha + isolat B3(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B5 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B5(19) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B6 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B5(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B7 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B3(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B6 memberikan nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan lainnya. Semua perlakuan yang diberikan pembenah tanah plus isolat bakteri penambat nitrogen dengan 50% pupuk urea bisa meningkatkan nilai C-organik, sehingga dapat mempengaruhi produktivitas tanah dan mampu menurunkan penggunaan dosis pupuk N anorganik hingga 50 %.