Abstrak
Cekaman genangan merupakan kendala yang sering dihadapi petani jagung. Cekaman genangan dapat menyebabkan tanaman menjadi stres akibat ketersediaan O2 di dalam tanah yang terbatas, unsur hara tidak tersedia, meningkatnya konsentrasi etilen dan adanya senyawa oksidan. Metode yang berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan adalah aplikasi rhizobakteri yang mampu mengatasi jumlah etilen berlebih pada tanaman yang tercekam genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat rhizobakteri yang mampu menginduksi toleransi tanaman jagung terhadap cekaman genangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol positif (K+) dengan genangan dan tanpa isolat bakteri, kontrol negatif (K-) tanpa genangan dan tanpa isolat bakteri dan 5 perlakuan isolat bakteri dengan genangan yaitu G1 (isolat B316) ,G2 (isolat B412), G3 (isolat B413), G4 (isolat B54) dan G5 (isolat B58). Hasil penelitian menunjukkan 5 isolat rhizobakteri yang digunakan mampu mendukung pertumbuhan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan. Perlakuan G1 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G2 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G3 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G4 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G5 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering.