ThesisOpen AccessMetadata saja
•
SRI SUHARTINI. 2020. Usaha tani jagung manis di Kota Tarakan merupakan usaha tani yang dilakukan di lahan garapan dengan kondisi lahan yang kering. Kondisi utama di daerah penelitian yaitu rendahnya pendapatan yang diperoleh petani dengan terjadinya penurunan harga hasil produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung manis, dan menganalisis kelayakan usaha tani jagung manis di Kota Tarakan. Metode yang di gunakan untuk menganalisis kelayakan usaha tani jagung adalah analisis BEP (Break Even Point), R/C Ratio (Revenue Cost), dan B/C Ratio (Benefit Cost). Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendapatan petani jagung manis di Kota Tarakan dikategorikan yaitu sebesar Rp. 6.122.526/musim tanam. Usaha tani jagung di Kota Tarakan dikategorikan layak diusahakan secara finansial dilihat dari BEP penerimaan yaitu sebesar Rp. 639.070, BEP produksi yaitu sebesar 94 kg, BEP harga yaitu sebesar Rp. 4.125/kg, R/C yaitu sebesar 2,76 dan B/C yaitu sebesar 1,76. Adapun saran dari penelitian ini adalah Kepada petani, sebaiknya saling memberikan informasi kepada petani yang lain mengenai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kepada pemerintah, diharapkan agar dapat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada para petani jagung terutama dalam hal harga hasil produksi maupun harga input produksi. Kepada mahasiswa lainnya, diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi usahatani jagung seperti faktor harga hasil produksi dan harga input produksi terhadap pendapatan petani jagung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani jambu kristal membutuhkan biaya produksi yang relatif besar, sementara penerimaannya bergantung pada kemampuan produksi selama periode usaha, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan finansialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial usahatani jambu kristal milik Bapak Cecep. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) karena usahatani telah berjalan sejak 2019, dikelola langsung oleh pemiliknya, dan telah menghasilkan produksi serta penerimaan yang dapat dianalisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan Bapak Cecep sebagai informan kunci (key informan). Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Periode analisis mencakup tahun 2019-2030, terdiri atas data aktual tahun 2019-2025 dan data proyeksi tahun 2026-2030. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan Net B/C Ratio, Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period dengan tingkat diskonto 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2019-2030 total biaya usahatani sebesar Rp793.077.620, total penerimaan sebesar Rp1.830.667.143, dan total pendapatan sebesar Rp1.037.589.523. Net B/C Ratio sebesar 6,9, NPV sebesar Rp631.995.412, IRR sebesar 19,98%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Nilai BEP produksi sebesar 23.941 kg lebih rendah daripada total produksi sebesar 61.022 kg, BEP harga sebesar Rp12.997/kg lebih rendah daripada harga jual sebesar Rp30.000/kg, dan BEP penerimaan sebesar Rp718.223.788 lebih rendah daripada total penerimaan. Dengan demikian, usahatani jambu kristal Bapak Cecep layak secara finansial untuk dijalankan selama periode analisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jeruk siam di Desa Mara I, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode sensus (Total Sampling) terhadap seluruh populasi petani jeruk siam yang berjumlah 9 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi perhitungan biaya total, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), serta kriteria kelayakan investasi jangka panjang (NPV, Net B/C Ratio, IRR, dan Payback Period) untuk periode umur ekonomis 15 tahun dengan tingkat diskonto 4,75%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan per petani selama umur ekonomis adalah sebesar Rp22.334.614, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp364.491 dan biaya variabel sebesar Rp21.970.123. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani dari hasil produksi 4.734 kg dengan harga Rp10.000/kg adalah sebesar Rp47.672.222, sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan sebesar Rp25.337.608. Nilai rata-rata R/C Ratio sebesar 2,13 mengindikasikan usahatani ini menguntungkan. Berdasarkan analisis kelayakan investasi jangka panjang, diperoleh nilai rata-rata Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp14.174.255, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 3,15 (Net B/C > 1), Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,81% (di atas tingkat suku bunga 4,75%), serta Payback Period (PP) selama 7 tahun 4 bulan. Kesimpulannya, budidaya jeruk siam di Desa Mara I secara finansial dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jagung milik Bapak Masrudi di Desa Gunung Putih, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai April 2026 dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis pendapatan, uji nonparametrik Friedman Test dan Kendall’s W, serta analisis kelayakan finansial melalui R/C Ratio, B/C Ratio, Return on Investment (ROI), dan Break even point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung memberikan keuntungan pada seluruh lahan yang dianalisis. Pendapatan tertinggi diperoleh pada lahan ke-6 sebesar Rp5.558.128, sedangkan pendapatan terendah terdapat pada lahan ke-2 sebesar Rp1.218.141. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung. Nilai Kendall’s W sebesar 1,000 menunjukkan tingkat kesepakatan yang sangat kuat. Berdasarkan nilai mean rank, pengolahan tanah menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi pendapatan, diikuti benih, pupuk, pestisida, dan luas lahan. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usahatani jagung layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio > 1, B/C Ratio > 0, nilai ROI yang tinggi, serta nilai BEP yang berada di bawah kondisi produksi aktual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Usaha bumbu masak rumahan milik Ibu Salbiah merupakan salah satu usaha bumbu siap pakai di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Produk yang dihasilkan meliputi bumbu kari, bumbu rendang, bumbu soto, dan bumbu bistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian kelayakan finansial spesifik pada usaha bumbu masak rumahan, sehingga belum diketahui tingkat kelayakan usaha serta ketahanannya terhadap perubahan kondisi usaha, seperti fluktuasi harga bahan baku dan volume produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan profitabilitas, analisis kelayakan finansial, serta analisis sensitivitas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis struktur biaya, profitabilitas, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan enam skenario. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap, dengan bahan baku sebagai komponen biaya terbesar. Total biaya produksi mencapai Rp13.124.708 per tahun dengan penerimaan sebesar Rp22.320.000 per tahun sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp9.159.292 per tahun. Tingkat profitabilitas usaha ditunjukkan oleh nilai GPM sebesar 46,61% dan NPM sebesar 41,20%. Hasil kelayakan finansial menunjukkan NPV sebesar Rp36.437.435, Payback Period selama 4,8 bulan, dan B/C Ratio sebesar 1,60. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha memperoleh hasil terbaik pada skenario kenaikan harga jual sebesar 20%, sedangkan penurunan volume produksi sebesar 20% merupakan skenario yang paling memengaruhi tingkat kelayakan usaha. Berdasarkan seluruh skenario yang dianalisis, usaha tetap memenuhi kriteria kelayakan finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani semangka (Citrullus lanatus) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan menjadi salah satu wilayah pengembangan semangka, namun petani masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya produksi, keterbatasan transportasi, dan ketergantungan pada pengepul. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetauhi Penerimaan dan pendapatan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah (2) Untuk Mengetahui kelayakan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan metode survei terhadap 15 petani semangka yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan indikator biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani semangka sebesar Rp19.164.357 per musim tanam, dengan total penerimaan Rp49.200.000 sehingga menghasilkan pendapatan Rp30.035.643. Nilai R/C Ratio sebesar 3,03 menunjukkan bahwa usahatani semangka layak dan menguntungkan. Analisis BEP menunjukkan BEP produksi sebesar 3.194 kg, BEP harga Rp2.275 per kg, dan BEP penerimaan Rp5.355.126. Nilai tersebut berada di bawah produksi aktual 8.200 kg, harga jual Rp6.000 per kg, dan penerimaan aktual, sehingga usahatani semangka telah melampaui titik impas dan memberikan keuntungan bagi petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan finansial usaha budidaya usaha burung walet (Collocalia Fuchipahge) yang dikelola oleh bapak Gimarzuki di Desa Salan, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sarang burung walet Bapak Gimarzuki layak secara finansial untuk dijalankan dan dikembangkan. Ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp 26.000.539,56 (>0), IRR sebesar 22% (>tingkat suku bunga 5,75%), Net B/C sebesar 1,52 (>1), Gross B/C sebesar 1,45 (>1), dan Payback Period selama 3,39 tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Kecil Menengah (UKM) Lapis Tarakan merupakan salah satu UKM di kota Tarakan yang terkenal dengan produk olahan kue lapis dari buah terap. Olahan kue lapis dari buah terap ini merupakan inovasi baru dalam menghasilkan produk pangan olahan lokal khas dari kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis kelayakan finansial produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan, 2) Menganalisis nilai tambah produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi langsung, wawancara dengan pemilik UKM Lapis Tarakan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu, R/C Ratio, BEP (Break Even Point) dan metode Hayami, hal ini untuk menghitung kelayakan finansial dan nilai tambah dari UKM Lapis Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Adapun kelayakan finansial produk kue lapis terap yaitu R/C Ratio sebesar 1,41. BEP Harga produk kue lapis terap sebesar Rp. 71.043 yang dimana lebih dari harga jual, BEP Produksi sebesar 0,53 kg lebih dari hasil produksi dan BEP Penerimaan sebesar Rp. 52.667 lebih dari total penerimaan, maka dari hasil ini produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan layak untuk dijalankan. 2) Adapun nilai tambah bahan baku buah terap yang telah diolah menjadi kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.927.790 per kg. Rasio nilai tambah 96% lebih > dari 40%, maka rasio ini tergolong tinggi. Dan margin keuntungan produk kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.990.000 yang telah didistribusikan menjadi beberapa faktor seperti pendapatan tenaga kerja sebesar 4%, sumbangan input lain sebesar 3% dan keuntungan 93%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, kelayakan dan strategi pengembangan usaha industri papan ucapan di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pengrajin usaha industri papan ucapan di Kota Tarakan sebanyak 5 pengrajin dengan teknik penentuan sampel Snowball Sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih dari setiap usaha selama 1 tahun yaitu Karangan Bunga Tarakan sebesar Rp. 267.162.760, Gian Dekor Rp. 34.470.100, Sahabat Dekor Rp. 34.995.700, Anam Dekor sebesar Rp. 82.100.700 dan Pelangi Kaltara Rp. 68.077.305. Dari perhitungan analisis kelayakan, nilai R/C ratio Karangan Bunga Tarakan senilai 2,01 dan BCR 1,01. Gian Dekor memiliki R/C ratio senilai 1,54 dan BCR 0,54. Sahabat Dekor memiliki R/C ratio senilai 1,69 dan BCR 0,69. Anam Dekor memiliki R/C ratio senilai 1,57 dan BCR 0,57. Dan Pelangi Kaltara memiliki R/C ratio senilai 2,13 dan BCR 1,13. Berdasarkan kriteria uji kelayakan R/C ratio, kelima usaha tersebut layak dijalankan. Sementara itu, kriteria uji kelayakan BCR Karangan Bunga Tarakan dan Pelangi Kaltara juga layak dijalankan. Sedangkan, Gian Dekor, Dekor dan Anam Dekor tidak layak dijalankan karena nilai BCR 1. Dari analisis pengembangan usaha yang didapatkan bahwa, rata-rata strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha oleh setiap usaha papan ucapan di kota Tarakan adalah strategi SO (Strength-Opportunity) dengan penerapan strategi agresif yang berarti memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki guna memaksimalkan peluang yang ada.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Budidaya sarang burung walet mempunyai dampak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah khususnya Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan kontribusi yang diberikan dari hasil budidaya sarang burung walet dapat berpengaruh secara sosial ekonomi, dan budaya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha Sarang burung bapak Bogo dan kelayakan finansial usaha sarang burung walet bapak bogo di Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha 6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik bapak Bogo. dan usaha sarang burung walet Bapak Bogo memperoleh pendapatan sebesar Rp 154.687.000 dan penerimaan sebesar Rp 261.000.000 Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp 138.379.469 > 1, maka usaha layal dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar -29% >8%, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Gross B/C yang diperoleh 2.12 >1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu selama 6 tahun jangka waktunya yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekonomi terhadap adanya kebun minyak kayu putih di Kota Tarakan dengan menganalisis kelayakan finansial dan strategi usaha bagi instansi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini mengambil 30 responden. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif dan analisis SWOT. Dari hasil penelitian yang diakukan terdapat beberapa hasil analsis. SWOT SO, memanfaatkan kualitas minyak kayu putih cap burung kenawai yang baik dapat lebih memperluas jaringan distribusi yang telah ada, selain itu adanya pembinaan yang di lakukan juga dapat membantu proses kelancaran pengelolaan minyak kayu putih, WO, meningkatkan reputasi brand minyak kayu putih cap burung kenawai dengan memanfaatkan jaringan distribusi yang luas dan memanfaatkan minyak kayu putih cap burung kenawai sebagai brand baru yang mampu bersaing secara efektif dan kompetitif, ST, lain. Memaksimalkan strategi usaha minyak kayu putih cap burung kenawai sebagai brand baru agar dapat menjadi pesaing dengan harga yang sesuai dengan kualitas dan memaksimalkan pembinanaan kelompok tani hutan untuk membuat minyak kayu putih cap burung kenawai dapat dipercaya oleh masyarakat karena dikelola pada kelompok yang telah melakukan pelatihan khusus untuk pengelolaan minyak kayu putih cap burung kenawai.WT, Menciptakan reputasi minyak kayu putih cap burung kenawai agar lebih dikenal dan mempertahankan kualitas minyak kayu putih cap burung kenawai guna menjadi produk yang terpercaya di kalangan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis finansial dengan perhitungan berbagai faktor yaitu, R/C, B/C, IRR dan Payback Period, usaha minyak kayu putih cap burung kenawai cenderung tidak layak untuk dilanjutkan berproduksi. Kata kunci :Minyak Kayu Putih, SWOT dan Analisis Kelayakan Finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Budidaya sarang burung walet mempunyai dampak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah khususnya Kecamatan Sembakung Desa Pelaju, kontribusi yang diberikan dari hasil budidaya sarang burung walet dapat berpengaruh secara sosial ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha sarang burung walet bapak Jamal dan kelayakan finansial usaha sarang burung walet bapak Jamal di Desa Pelaju Kecamatan Sembakung. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha selama 5 tahun atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik bapak Jamal yang didirikan tahun 2015 menggunakan modal pribadi dengan modal awal Rp. 75.585.000, dan usaha sarang burung walet bapak Jamal pada tahun 2015 sampai dengan 2020 memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 101.926.677. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp. 133.287.572> 1, maka usaha layak dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar 21%>8%, maka usaha layak untuk melakukan peminjaman apabila membutuhkan modal dipertengahan menjalani usaha. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) yang di peroleh 2.68>1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Gross B/C yang di peroleh 1.65>1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan Payback Period (PP) yaitu selama 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Kata kunci : Budidaya sarang burung walet, pendapatan, kelayakan finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN FINANSIAL HOME INDUSTRI BAKPIA DI KABUPATEN TANA TIDUNG Rahmat Dani Charitin Devi S.E., M.Sc [email protected] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan finansial yang digunakan dalam pengembangan usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui rata-rata keuntungan atau pendapatan usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung adalah sebesar Rp 4.130.372 dalam sebulan. Rata-rata harga bakpia perbuah sebesar Rp 2000 dengan total kue bakpia sebanyak 8970 buah, dan rata-rata penjualan sebesar Rp 17.940.000. Sedangkan untuk perhitungan kelayakan finansial usaha dilihat dari R/C Ratio sebesar 1,29. Dari perhitungan BEP diperoleh yaitu, BEP Produksi sebesar 6905 buah dan BEP Harga sebesar Rp 1.539, hasil perhitungan ROI sebesar 29,9%. Berdasarkan hasil kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha bakpia di Kabupaten Tana Tidung layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Analisis Kelayakan Finansial: Break Even Point (BEP), Return On Invesment (ROI), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA SARANG BURUNG WALET (Collocalia Fuciphaga) (Studi Kasus Pada Usaha Burung Walet Bapak Hamidan Di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung) ABSTRAK Usaha sarang burung walet memiliki potensi yang cukup besar sehingga banyak diminati oleh masyarakat Desa Bebatu. dengan adanya harga sarang burung walet yang tidak stabil dan semakin banyaknya pesaing, maka berpengaruh pada finansial usaha. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui besar pendapatan usaha sarang walet milik Bapak Hamidan di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. (2) Untuk mengetahui kelayakan finansial usaha sarang walet milik Bapak hamidan di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan key informan dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha sarang burung walet selama 5 tahun atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukan usaha sarang burung walet milik bapak Hamidan yang didirikan pada tahun 2016 menggunakan modal pribadi dengan modal usaha Rp 217.741.000. Pada tahun 2016 – 2022 bapak Hamidan memperoleh pendapatan sebesar Rp 29.838.906. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp 50.343.765 > 1, maka usaha layak dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar 9% > 8%, maka usaha layak untuk melakukan peminjaman apabila membutuhkan modal dipertengahan menjalani usaha. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) yang diperoleh sebesar 1,07 > 1 maka usaha sarang burung walet layak dijalankan. Payback Period (PP) yaitu selama 6 tahun 9 bulan jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jeruk Nipis merupakan salah satu hortikultura yang digemari masyarakat karena selain dapat dikonsumsi secara langsung juga mempunyai banyak kegunaan seperti obat-obatan, sebagai bahan campuran kosmetik dan merupakan bahan pelengkap utama dalam menunjang gizi makanan keluarga karena buah jeruk kaya akan vitamin A dan C. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui karakteristik usahatani jeruk nipis di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur (2) Untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani jeruk nipis di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur. Penelitian ini di lakukan di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 40 petani jeruk nipis. Data yang terkumpul di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa R/C ratio sebesar 1,26. Nilai R/C ratio tersebut lebih besar dari pada 1, sehingga menurut kriteria usahatani jeruk nipis di desa binai kecamatan tanjung palas timur layak untuk diusahakan. Pada analisis kelayakan finansial BEP Produksi sebesar 118 kg. Nilai tersebut masih dibawah produksi rata-rata petani, dimana rata-rata hasil produksi yang diperoleh petani adalah sebesar 660 kg, sehingga usahatani jeruk nipis layak untuk diusahakan secara BEP produksi. Pada analisis kelayakan finansial BEP harga adalah sebesar Rp 5.053. Harga tersebut masih dibawah harga jual rata-rata petani jeruk nipis, dimana rata-rata harga jual jeruk nipis adalah sebesar Rp 6.000 per kg, sehingga usahatani jeruk nipis layak untuk dijalankan secara BEP Harga. Pada analisis kelayakan finansial BEP Penerimaan adalah sebesar Rp 708.683. Jumlah tersebut masih dibawah rata-rata jumlah penerimaan petani jeruk nipis, dimana rata-rata penerimaan petani jeruk nipis adalah sebesar Rp 3.960.000, sehingga usahatani jeruk nipis layak dijalankan secara BEP Penerimaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Usaha sarang burung walet juga merupakan salah satu usaha yang mempunyai prospek yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini. Selain itu, saluran pemasaran menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam aspek usaha sarang burung walet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gambaran umum usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (2) menganalisis kelayakan usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (3) menganalisis saluran pemasaran sarang burung walet (collacalia fuciphaga) di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria usaha minimal sudah berjalan 5 tahun dengan produksi yang rutin, orang yang pertama kali mendirikan rumah burung walet didaerah tersebut, sulitnya mendapatkan data sehingga responden yang dipilih adalah keluarga karena ada beberapa data rahasia yang tidak bisa diberikan kepada orang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik Bapak Agus R. ini dibangun pada tahun 2014 menggunakan modal pribadi dengan modal awal usaha sebesar Rp. 176.318.000,-. pada tahun 2017 hingga 2021 Pak Agus memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 635.470.000,-. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebesar Rp. 184.944.553 > 0, maka usaha layak untuk dijalankan. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C Ratio) pada penelitian ini yaitu sebesar 1,86 > 1, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu sebesar 4 atau 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Saluran pemasaran yang terjadi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Petani (Produsen I) Pengepul Eksportir Importir. Kata kunci : Sarang burung walet, kelayakan finansial, saluran pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Tingkat kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usahatani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan petani. Penerimaan yang berkurang akan diikuti dengan semakin rendahnya pendapatan yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial perkebunan karet rakyat di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu pemilihan sengaja dengan kriteria yang telah penulis tentukan, yaitu: Petani yang berusahatani komoditas perkebunan karet lebih dari 5 tahun dan luas lahan perkebunan karet rakyat 1 Ha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif yaitu menganalisis data dengan cara mendesripsikan atau menggambarkan data sebagaimana adanya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kelayakan finansial yang terdiri dari NPV, Net B/C, IRR, PP, dan BEP. Hasil analisis kelayakan finansial usaha karet rakyat ini dinyatakan layak, terbukti dengan NPV yang positif pada diskon faktor 6%, IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (6%), dan nilai Net B/C Ratio lebih besar dari satu. Payback period-nya menunjukkan bahwa usaha ini akan mengembalikan investasinya dalam waktu 12 tahun 2 bulan 4 hari. Usaha ini akan mengalami peluang pokok pada saat volume produksi karet mencapai 1.987 kg perproduksi, atau dengan harga jual sebesar Rp 2.245 per kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ABSTRAK ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUKET BUNGA DI KOTA TARAKAN Jumrati Safitri Sulistya Rini Pratiwi,.S.E..M.Sc Muhammad Tharmizi Junaid, S.E.M.Ak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha buket bunga di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha buket bunga yang ada di Kota Tarakan baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 5 unit home industry usaha buket bunga dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha buket bunga di Kota Tarakan adalah sebesar Rp.4.505.534,- dalam satu bulan. Rata-rata per rangkaian sebesar Rp.80,000 sebanyak 94 rangkaian per bulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp.7.520.000. Sedangkan untuk perhitungan analisis kelayakan finansial dilihat dari (R/C ratio) sebesar 2,49, Benefit Cost of Ratio (BCR) sebesar 1,4, financial rate of teturn (FRR) sebesar 93,83%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha buket bunga di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Analisis Kelayakan Finansial: Financial Rate Of Teturn (Frr) , Benefit Cost Of Ratio (Bcr), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio).