ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DI DESA BINAI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR
Jeruk Nipis merupakan salah satu hortikultura yang digemari masyarakat karena selain dapat dikonsumsi secara langsung juga mempunyai banyak kegunaan seperti obat-obatan, sebagai bahan campuran kosmetik dan merupakan bahan pelengkap utama dalam menunjang gizi makanan keluarga karena buah jeruk kaya akan vitamin A dan C. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui karakteristik usahatani jeruk nipis di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur (2) Untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani jeruk nipis di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur. Penelitian ini di lakukan di Desa Binai Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 40 petani jeruk nipis. Data yang terkumpul di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa R/C ratio sebesar 1,26. Nilai R/C ratio tersebut lebih besar dari pada 1, sehingga menurut kriteria usahatani jeruk nipis di desa binai kecamatan tanjung palas timur layak untuk diusahakan. Pada analisis kelayakan finansial BEP Produksi sebesar 118 kg. Nilai tersebut masih dibawah produksi rata-rata petani, dimana rata-rata hasil produksi yang diperoleh petani adalah sebesar 660 kg, sehingga usahatani jeruk nipis layak untuk diusahakan secara BEP produksi. Pada analisis kelayakan finansial BEP harga adalah sebesar Rp 5.053. Harga tersebut masih dibawah harga jual rata-rata petani jeruk nipis, dimana rata-rata harga jual jeruk nipis adalah sebesar Rp 6.000 per kg, sehingga usahatani jeruk nipis layak untuk dijalankan secara BEP Harga. Pada analisis kelayakan finansial BEP Penerimaan adalah sebesar Rp 708.683. Jumlah tersebut masih dibawah rata-rata jumlah penerimaan petani jeruk nipis, dimana rata-rata penerimaan petani jeruk nipis adalah sebesar Rp 3.960.000, sehingga usahatani jeruk nipis layak dijalankan secara BEP Penerimaan