ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi pernapasan akibat penumpukan sekret di jalan napas. Penumpukan sekret pada saluran pernapasan dapat menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas yang ditandai dengan batuk, sesak, dan kesulitan mengeluarkan dahak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk membantu mobilisasi sekret, meningkatkan kenyamanan, dan memperbaiki pola pernapasan. Penerapan fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan aromaterapi minyak kayu putih dilakukan pada dua pasien dengan diagnosis TB paru masing – masing dilakukan 1 kali sehari dengan durasi waktu 10 menit dan dilakukan selama 3 hari berturut – turut. Hasil pengkajian awal pasien pertama sebelum dilakukan inttervensi frekuensi pernapasan 32 kali/menit setelah dilakukan intervensi selama 3 hari berturut – urut frekuensi napas menjadi 27 kali/menit dan pada pasien kedua dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit. Intervensi memberikan hasil yang baik dalam membantu memperbaiki bersihan jalan napas dan memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat TB paru
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengontrol tekanan darah adalah konsumsi jus tomat. Tomat mengandung kalium, likopen, vitamin C, dan asam folat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap tiga responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi jus tomat selama delapan hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali perhari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi jus tomat efektif sebagai intervensi pelengkap dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi jus tomat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pasien hipertensi sering mengalami tekanan darah yang tidak terkontrol meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah penerapan asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice pada dua pasien hipertensi grade II dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat suhu 38–40°C disertai mendengarkan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada Ny. M tekanan darah menurun dari 178/99 mmHg menjadi 156/92 mmHg, sedangkan pada Tn. A tekanan darah menurun dari 164/96 mmHg menjadi 153/88 mmHg setelah intervensi selama tiga hari. Selain itu, pasien juga melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, segar, serta mengalami penurunan keluhan pusing dan nyeri tengkuk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman efektif sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rekomendasi bagi perawat adalah menjadikan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipertensi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Memperoleh penerapan senam kaki dengan terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an diberikan selama empat hari berturut-turut, satu kali sehari, dengan durasi 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah intervensi setiap hari. Pada kasus pertama terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 297 mg/dL menjadi 131 mg/dL dengan penurunan total sebesar 144 mg/dL. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah setelah setiap sesi intervensi adalah 63,25 mg/dL per hari. Pada kasus kedua terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 245 mg/dL menjadi 140 mg/dL dengan penurunan total sebesar 105 mg/dL dan rata-rata penurunan sebesar 46 mg/dL per hari. Kedua pasien menunjukkan respons yang baik selama pelaksanaan intervensi tanpa ditemukan hambatan berarti. Penerapan kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an sebagai terapi komplementer yang diberikan bersamaan dengan terapi farmakologis menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada kedua pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam pendampingan terapi farmakologis untuk pengendalian kadar glukosa darah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab tingginya morbiditas serta mortalitas di dunia. Apabila tekanan darah tidak dikendalikan dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik. Tujuan penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini adalah menerapkan kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik pada pasien hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Daisy RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Intervensi diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan 1 kali sehari durasi 15 menit setiap sesi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara keseluruhan pada Ny. K sebesar 53/29 mmHg dan pada Tn. I sebesar 62/21 mmHg setelah pemberian intervensi. Kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik memberikan efek relaksasi yang membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi serta dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun, yang memicu peningkatan produksi sekret dan menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Terapi non-farmakologis, seperti penggunaan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint, berpotensi sebagai intervensi pendukung untuk mengencerkan sekret dan memperbaiki pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint dalam menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan subjek dua pasien anak (An. N dan An. K, usia 5 tahun) yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat pneumonia. Intervensi dilakukan selama tiga hari perawatan dengan durasi 15–20 menit per sesi menggunakan diffuser ultrasonik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi selama 3x24 jam, terjadi perbaikan klinis yang signifikan pada kedua pasien. Frekuensi pernapasan (RR) menurun dari rentang 42- 44x/menit menjadi 22x/menit (mendekati rentang normal), saturasi oksigen (SpO2) meningkat dari 94% menjadi 98%, serta suara napas tambahan ronchi berkurang drastis atau hilang. Sputum yang semula kental dan berwarna kuning kehijauan menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint efektif sebagai intervensi pendukung untuk meningkatkan bersihan jalan napas, mengencerkan sekret, dan menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Disarankan bagi tenaga keperawatan untuk mempertimbangkan intervensi ini sebagai bagian dari standar prosedur operasional (SPO) asuhan keperawatan komplementer pada kasus gangguan sistem respirasi anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penurunan aliran darah koroner yang menyebabkan iskemia miokard, ditandai dengan nyeri dada akut dan perubahan status hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kombinasi Deep Breathing Exercise (DBE) dan terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri dada serta perbaikan status hemodinamik pada pasien ACS. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien ACS yang mengalami nyeri dada akut. Pengkajian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran status hemodinamik, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal Surah Ar-Rahman yang dibacakan oleh Muzzammil Hasballah diberikan satu kali setiap sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri serta pengukuran status hemodinamik yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dada yang disertai perbaikan status hemodinamik, ditandai dengan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas yang lebih stabil, peningkatan atau terpeliharanya saturasi oksigen dalam batas normal, perbaikan perfusi perifer, serta penurunan kecemasan. Kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang mendukung terapi farmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dada dan memperbaiki status hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak usia prasekolah akibat lingkungan rumah sakit yang asing, prosedur medis, serta perpisahan dengan lingkungan rumah. Kecemasan yang tidak ditangani dapat menghambat proses perawatan dan penyembuhan anak. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan adalah terapi bermain scrapbook. Karya Ilmiah Akhir Ners ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas dua anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut Dehidrasi Sedang (GEADS) serta masalah keperawatan prioritas ansietas. Tindakan keperawatan diberikan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) rumah sakit dan dikombinasikan dengan terapi bermain scrapbook selama periode 6–8 Juni 2026. Tingkat kecemasan dievaluasi menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sebelum intervensi, pasien I memiliki skor HARS 25 dan pasien II skor HARS 22 yang menunjukkan kecemasan sedang. Setelah penerapan terapi bermain scrapbook disertai tindakan keperawatan sesuai SPO rumah sakit, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan berkurangnya perilaku menangis, gelisah, rasa takut terhadap tenaga kesehatan, penolakan saat pemeriksaan, serta meningkatnya kemampuan anak berinteraksi dengan perawat. Anak tampak lebih rileks, kooperatif selama tindakan keperawatan, dan mampu mengekspresikan perasaan melalui aktivitas bermain. Penerapan terapi bermain scrapbook sebagai intervensi inovasi yang dikombinasikan dengan tindakan keperawatan sesuai SPO rumah sakit efektif membantu menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Terapi ini dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatan anak untuk menciptakan suasana perawatan yang lebih nyaman serta meningkatkan kerja sama anak selama menjalani perawatan di rumah sakit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) merupakan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis, terutama jika tidak ditangani sesuai dengan tahap perkembangannya. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam keperawatan anak karena dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh Biblioterapi menggunakan pop up book merupakan intervensi nonfarmakologis yang membantu anak mengelola kecemasan melalui aktivitas membaca dan interaksi dengan cerita. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan implementasi biblioterapi menggunakan pop up book serta menganalisis perubahan tingkat kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien anak usia pra sekolah yang dirawat di Ruang Anggrek B1 RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 06-08 Juni 2026 dengan diagnosis observasi febris disertai kecemasan akibat hospitalisasi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Intervensi dilaksanakan melalui lima fase, yaitu persiapan, orientasi, kerja, diskusi, dan evaluasi, dengan melibatkan orang tua. Hasil menunjukkan penurunan skor FIS pada An. F dari 4 menjadi 1 dan pada An. M dari 5 menjadi 1, dengan rata-rata penurunan 3,5 poin. Penurunan kecemasan juga ditunjukkan oleh berkurangnya tangisan, meningkatnya kooperatif selama tindakan keperawatan, perbaikan pola tidur, serta normalisasi frekuensi nadi. Biblioterapi menggunakan pop up book efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi (child centered care).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penerapan Terapi Bermain Pada Tingkat Kecemasan Pada Anak Pra Sekolah Selama Terapi Inhalasi Terapi inhalasi adalah pengobatan mukolitik dan bronkodilator dalam bentuk hirupan yang melonggarkan sekresi di saluran pernapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Terapi inhalasi ini umum digunakan pada anak-anak dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun penggunaan masker dan terapi nebulizer yang berlangsung lama dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memicu kecemasan pada anak. Kecemasan pada anak yang muncul karena prosedur terapi inhalasi dapat dicegah dan diminimalisir dengan beberapa penggunaan metode terapi non-farmakologis. Terapi non-farmakologis yang dapat digunakan ialah seperti bermain teraputik. Bermain terapeutik dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi kecemasan pada anak saat menjalani prosedur medis dan pengobatan. Untuk mengurangi dampak kecemasan yang dialami anak usia prasekolah diperlukan media yang dapat mengurangi rasa cemas pada anak usia prasekolah, media tersebut bisa dengan cara terapi bermain menggambar, bercerita, mendengarkan musik, bermain puzzle, dan Pop-it. Berdasarkan hasil evaluasi pada kedua pasien, pemberian terapi bermain Pop-it selama 3 hari saat terapi inhalasi didapatkan penurunan pada score VFAS dari nilai tingkat kecemasan paling tinggi (5) menjadi tingkat kecemasan yang rendah (1). Dari hal tersebut menunjukkan terapi bermain mampu menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah selama terapi inhalasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya (silent killer) dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko tinggi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Pengendalian hipertensi di lingkungan masyarakat masih sangat didominasi oleh terapi farmakologis, sedangkan intervensi non-farmakologis yang bersifat komplementer dan aman belum dimanfaatkan secara optimal oleh perawat maupun keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi setelah pemberian kolaborasi swedish massage dan aromaterapi lavender melalui pendekatan asuhan keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing). Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosa hipertensi grade 2. Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 4 hari, kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah. Tekanan darah Ny. W mengalami penurunan sebesar 32 mmHg, dan Ny. M mencatat penurunan tekanan darah sebesar 12 mmHg. Penerapan kombinasi swedish massage dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keluarga Berencana (KB) adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dalam memenuhi hak reproduksi, membentuk keluarga dengan usia yang ideal, mengatur jumlah kehamilan yang diinginkan, mengatur jumlah anak, serta menentukan usia melahirkan yang sesuai guna membangun kesejahteraan anak (BKKBN, 2021). Kontrasepsi Implan bisa menjadi salah satu pilihan metode pengendalian kehamilan jangka panjang. Implan berbentuk kapsul silastik yang mengandung hormon progestin, dan ditempatkan di bawah kulit. Aromaterapi merupakan metode terapi komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan spiritual. Terapi ini diketahui dapat membantu menurunkan nyeri serta mengurangi tingkat kecemasan (Dewi, 2022). Aromaterapi lavender bekerja melalui stimulasi sistem limbik di otak, yaitu pusat pengatur emosi dan memori yang terhubung dengan indra penciuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan Asuhan kebidananpada akseptor kontrasepsi Implan dengan pemberian Aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pra pemasangan implan di Puskesman Gunung Lingkas Kota Tarakan 2026. Metode penelitian Pada Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus (Case study). Hasil penelitian asuhan kebidanan akseptor KB Implan dengan pemberian Aromaterapi Lavender terjadi penurunan kecemasan dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan pada akseptor KB Implan di Puskemas Gunung Lingkas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu manifestasi gangguan persepsi sensori yang dapat mengganggu fungsi emosi, perilaku, dan kemampuan koping klien, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada farmakoterapi tetapi juga pendekatan nonfarmakologis. Terapi okupasi menggambar menjadi salah satu intervensi yang berperan sebagai media ekspresi emosi dan distraksi adaptif terhadap stimulus internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien, melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi terapi okupasi menggambar diberikan secara terstruktur dan dievaluasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi dilakukan selama 1 hari 1 kali dalam 3 hari secara berturut-turut dengan durasi 30-40 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AHRS pada kedua klien, di mana klien pertama mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 8 (halusinasi ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 12 (halusinasi ringan). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar berkontribusi terhadap penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam mengalihkan perhatian dan mengontrol respons terhadap stimulus halusinasi. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkuat peran perawat dalam penerapan intervensi nonfarmakologis sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi saat ini masih menjadi salah satu masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Hipertensi walaupun tampaknya terlihat seperti masalah kecil, namun penyakit ini menyimpan bahaya yang dapat mengenai siapa saja tanpa memandang latar belakang kesehatan. Tekanan darah pada orang yang menderita hipertensi biasanya berada pada ambang batas normal diantaranya sistolik dari 130 hingga 139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceramah dan demonstrasi terapi genggam jari dan napas dalam untuk menurunkan tekanan darah, alat yang digunakan tensi, serta alat dokumentasi. Implementasi inovasi ini menunjukkan hasil yang cukup baik pada kedua klien. Selama 3 hari intervensi, terjadi peningkatan kemampuan klien dalam memahami dan juga dapat mempraktikan terapi genggam jari dan napas dalam secara mandiri. Kemudian setelah dilakukan terapi genggam jari dan napas dalam selalu ada tanda penurunan tekanan darah pada klien kurang lebih 2-12mmHg. Penelitian ini berpotensi untuk melihat hasil dari penerapan terapi genggam jari dan napas dalam pada tekanan darah orang dengan hipertensi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Kompikasi yang dapat disebabakan oleh hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan dapat menyebabkan kematian. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi terapi jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien kelolaan dengan hipertensi. Penerapan dilakukan terhadap dua pasien dengan hipertensi menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi jus mentimun diberikan selama 5 hari berturut-turut pada pagi hari 15 menit sebelum makan. Hasil evaluasi menunjukan terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien dimana pada pasien pertama tekanan darah hari pertama 173/118 mmHg menjadi 160/100 mmHg pada hari ke lima dan pasien kedua tekanan darah hari pertama 165/121 mmHg menjadi 153/102 mmHg pada hari ke lima. Hasil ini menunjukan bahwa penerapan terapi terapi jus mentimun yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Ibu. Mohon maaf mengganggu waktu nya Ibu. Saya Ayu Lusiana mahasiswa profesi Ners angkatan 4, mahasiswa bimbingan KIAN dengan ibu. Mohon izin bertanya ibu, mengenai KIAN saya Ibu, izin bertanya ibu apakah saya dapat menemui ibu hari ini ibu, untuk meminta tandatangan persetujuan KIAN saya ibu? mohon arahan nya ibu Mohon maaf apabila terdapat salah kata dari saya, Sekian dan terima kasih ibu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT POHON TERAP Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui proses pembuatan komposit polyester berpenguat serat pohon terap (Artocarpus elasticus) dan menganalisis pengaruh variasi komposisi serat terhadap kekuatan tariknya. Serat ini dipilih karena melimpah di Kalimantan, ramah lingkungan, dan ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen menggunakan metode hand lay-up dengan standar ASTM D638. Variasi komposisi serat vs resin polyester yang diuji adalah 5%:95%, 7%:93%, dan 9%:91%. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi serat pohon terap memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik komposit yang dihasilkan. Pada variasi serat 5% diperoleh nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 5 MPa dengan gaya maksimum 0,50 kN. Variasi serat 7% menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 5,33 MPa dengan gaya maksimum 0,51 kN. Sementara itu, variasi serat 9% menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 8 MPa dengan gaya maksimum 0,72 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kandungan serat pohon terap terbukti meningkatkan kekuatan tarik material. Variasi 9% serat merupakan komposisi optimum yang memberikan sifat mekanik terbaik, sehingga berpotensi besar sebagai material komposit alternatif yang ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LEMON (CITRUS) TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI ABSTRAK Nyeri menstruasi merupakan keluhan nyeri haid yang paling umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi nonfarmakologis, seperti aromaterapi lemon (Citrus), telah banyak diteliti sebagai metode komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri.Metode: Studi kasus dilakukan pada Nn. Sr, remaja berusia 14 tahun dengan keluhan nyeri menstruasi (skor nyeri 7 pada Numeric Rating Scale). Intervensi yang diberikan berupa inhalasi aromaterapi lemon sebanyak 6 tetes dalam 200 ml air menggunakan diffuser selama 30 menit, dengan jarak 50–100 cm dari pasien, selama tiga hari berturut-turut. Kualitas nyeri diukur sebelum, selama, dan setelah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Setelah intervensi selama 3 hari berturut-turut , skor nyeri menurun dari 7 menjadi 6 dan 4. Pasien melaporkan rasa nyaman, relaksasi, dan nyeri yang tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari. Penurunan nyeri diduga terkait dengan efek limonene dalam aromaterapi lemon yang merilekskan otot dan menurunkan kecemasan melalui stimulasi sistem limbik dan pelepasan neurokimia analgesik, seperti enkefalin dan serotonin. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi hingga 30–40%.Kesimpulan: Aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri dan dapat menjadi salah satu metode nonfarmakologis yang aman serta mudah diterapkan. Terapi ini mendukung pendekatan holistik dalam asuhan kebidanan dengan memperhatikan keseimbangan fisik, psikologis, dan emosional pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup ibu. Aromaterapi menggunakan minyak esensial jeruk nipis diketahui memiliki efek menyegarkan dan dapat membantu mengurangi rasa mual. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan menurunkan frekuensi mual dan muntah melalui pemberian aromaterapi jeruk nipis. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan intervensi dilakukan pada Ny. A, ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah. Terapi berupa inhalasi aromaterapi jeruk nipis diberikan selama 15 menit setiap dua kai sehari selama 1 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan instrumen PUQE-24 untuk mengukur frekuensi mual dan muntah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, frekuensi mual dan muntah subjek mencapai 13 kali dalam 24 jam dengan kategori berat, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 12 kali dalam 24 jam dengan kategori sedang. Subjek juga melaporkan rasa lebih nyaman, lebih rileks, dan mengurangi ketidaknyamanan akibat mual. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi jeruk nipis terbukti membantu menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil. Terapi ini dapat menjadi salah satu intervensi komplementer dalam pelayanan asuhan kebidanan yang bersifat alami, aman, dan mudah dilakukan.