2026 · Book ·
Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Memperoleh penerapan senam kaki dengan terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an diberikan selama empat hari berturut-turut, satu kali sehari, dengan durasi 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah intervensi setiap hari. Pada kasus pertama terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 297 mg/dL menjadi 131 mg/dL dengan penurunan total sebesar 144 mg/dL. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah setelah setiap sesi intervensi adalah 63,25 mg/dL per hari. Pada kasus kedua terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 245 mg/dL menjadi 140 mg/dL dengan penurunan total sebesar 105 mg/dL dan rata-rata penurunan sebesar 46 mg/dL per hari. Kedua pasien menunjukkan respons yang baik selama pelaksanaan intervensi tanpa ditemukan hambatan berarti. Penerapan kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an sebagai terapi komplementer yang diberikan bersamaan dengan terapi farmakologis menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada kedua pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam pendampingan terapi farmakologis untuk pengendalian kadar glukosa darah
2026 · Thesis ·
Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Memperoleh penerapan senam kaki dengan terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an diberikan selama empat hari berturut-turut, satu kali sehari, dengan durasi 15 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah intervensi setiap hari. Pada kasus pertama terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 297 mg/dL menjadi 131 mg/dL dengan penurunan total sebesar 144 mg/dL. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah setelah setiap sesi intervensi adalah 63,25 mg/dL per hari. Pada kasus kedua terjadi penurunan kadar glukosa darah dari 245 mg/dL menjadi 140 mg/dL dengan penurunan total sebesar 105 mg/dL dan rata-rata penurunan sebesar 46 mg/dL per hari. Kedua pasien menunjukkan respons yang baik selama pelaksanaan intervensi tanpa ditemukan hambatan berarti. Penerapan kombinasi senam kaki diabetik dan terapi murottal Al-Qur'an sebagai terapi komplementer yang diberikan bersamaan dengan terapi farmakologis menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada kedua pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam pendampingan terapi farmakologis untuk pengendalian kadar glukosa darah
2025 · Book ·
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena gejalanya yang tidak khas dan sering tidak disadari penderitanya, hingga menimbulkan komplikasi serius. Tingkat kesadaran diri yang rendah sering kali menjadi faktor utama ketidakpatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan.. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji alternatif mann-withney. Sampel dalam penelitian sebanyak 162 orang dewasa yang telah terdiagnosis hipertensi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat dan kuesioner BASIS untuk menilai tingkat kesadaran diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berusia 50-59 tahun, berpendidikan rendah, dan memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga, serta memiliki kesadaran diri baik dan kepatuhan minum obat dalam katergori sedang. Hasil statistik menunjukkan nilai p= 0.141, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesadaran diri dengan kepatuhan minum obat orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Diharapkan perawat menjalankan perannya sebagai edukator untuk memotivasi pasien dengan hipertesni dalam meningkatkan kesadaran diri, agar kepatuhan minum obat menjadi lebih baik.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena gejalanya yang tidak khas dan sering tidak disadari penderitanya, hingga menimbulkan komplikasi serius. Tingkat kesadaran diri yang rendah sering kali menjadi faktor utama ketidakpatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan.. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian sebanyak 162 orang dewasa yang telah terdiagnosis hipertensi di Puskesmas Karang Rejo. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner BASIS untuk menilai tingkat kesadaran diri dan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berusia 50-59 tahun, berpendidikan rendah, dan memiliki pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga, serta memiliki kesadaran diri baik dan kepatuhan minum obat dalam katergori sedang. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji alternatif spearman rho menunjukkan nilai p= 0.142, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kesadaran diri dengan kepatuhan minum obat orang dewasa dengan hipertensi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti terkait faktor pemungkin kesadaran diri pada pasien hipertensi.