Analisis Kelayakan Finansial Usaha Sarang Burung Walet (collacalia fuciphaga) di Desa Pelaju Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan (Study Kasus : Usaha Sarang Burung Walet Bapak Jamal)
Budidaya sarang burung walet mempunyai dampak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah khususnya Kecamatan Sembakung Desa Pelaju, kontribusi yang diberikan dari hasil budidaya sarang burung walet dapat berpengaruh secara sosial ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha sarang burung walet bapak Jamal dan kelayakan finansial usaha sarang burung walet bapak Jamal di Desa Pelaju Kecamatan Sembakung. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha selama 5 tahun atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik bapak Jamal yang didirikan tahun 2015 menggunakan modal pribadi dengan modal awal Rp. 75.585.000, dan usaha sarang burung walet bapak Jamal pada tahun 2015 sampai dengan 2020 memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 101.926.677. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp. 133.287.572> 1, maka usaha layak dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar 21%>8%, maka usaha layak untuk melakukan peminjaman apabila membutuhkan modal dipertengahan menjalani usaha. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) yang di peroleh 2.68>1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Gross B/C yang di peroleh 1.65>1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan Payback Period (PP) yaitu selama 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Kata kunci : Budidaya sarang burung walet, pendapatan, kelayakan finansial.