ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena itu ada dua macam yaitu radar phased array (PA), dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama pada radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi dimana dari semua elemen antena cuma dapat mengirim satu sinyal (waveform) saja, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity gain yang tinggi dimana dari setiap elemen antena yang dipasang maka masing–masing elemen antena itu memiliki sinyal sendiri–sendiri. Banyak sekali sinyal yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO, salah satu yang terpenting adalah fungsi ambiguitas (FA) yang menentukan posisi, jangkauan (range), dan kecepatan (velocity) dari target yang terdeteksi. Kinerja FA sangat bergantung pada waveform yang digunakan oleh radar dimana pada studi ini mengusulkan waveform berjenis linear frequency modulation (LFM). Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada FA dari radar dengan waveform tersebut terutama untuk kedua jenis radar yang ditentukan berdasarkan time delay, frekuensi Doppler, sudut target, dan jumlah antena pada transmitter-receiver (Tx-Rx). FA berperan penting dalam deteksi dan resolusi target terutama untuk target yang masuk. Untuk melengkapi keefektifan dari kinerja FA ini maka dikomparasikan kinerjanya yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, hasil simulasi menunjukkan untuk K = L = 8 maka diperoleh PSLR nya sekitar 21 dan 31 dB dan jarak yang didapatkan maksimal 37,5 m sedangkan untuk kecepatannya 75 km/det.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar Overlapped Equal Subarray Transmit (OEST) adalah jenis radar multi antena yang menggabungan karakteristik dari jenis radar lainnya yakni radar Phased Array (PA) dan radar Multiple-Input Multiple-Output (MIMO). Subarray pada antena transmit radar OEST memungkinkannya untuk berperan sebagaimana radar PA maupun MIMO tergantung dengan kondisi target dan kebutuhan pengguanan. Signal-to-noise ratio (SNR) merupakan komponen penting dalam sistem radar, dimana tingkat SNR menjadi salah satu faktor penentu kinerja radar oleh karena itu pentingnya kemampuan dalam mendeteksi tingkat SNR oleh radar. Pada penelitian ini akan diusulkan deteksi SNR dengan radar OEST yang memiliki variasi jumlah subarray pada antena transmit-nya kemudian akan dibandingkan dengan jenis radar lainnya yakni radar PA dan MIMO untuk mengetahui keunggulan dan kinerja dari radar OEST dalam mendeteksi SNR serta mengetahui pengaruh jumlah subarray pada antena transmit dalam hal deteksi. Pada tingkat SNR 10 dB radar OEST mampu menyamai kinerja radar PA dengan nilai deteksi sebesar 1,999 dan mengungguli radar MIMO dalam kemampuan deteksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar yang bersifat elektronik ada berbagai macam antara lain radar phased array (PA), radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output), radar OEST (Overlapped equal subarray transmitter), dan radar OESTR (Overlapped equal subarray transmitter-receiver). Masing-masing memiliki kelebihan seperti pada radar PA yang keunggulannya menghasilkan nilai coherent gain yang yang tinggi pada arah tertentu, radar MIMO dapat mendeteksi target yang banyak karena element antena memiliki sinyal sendiri sendiri sehingga menghasilkan keragaman bentuk gelombang. Radar OEST radar yang memiliki keunggulan radar PA dan MIMO dengan cara mensubarraykan element antena di transmitter, dan radar OESTR adalah kelanjutan dari teknologi dari radar OEST yang tidak hanya mensubarraykan di transmitter melainkan di receiver juga, sehingga radar ini memiliki keunggulan tingkat ke fleksibilitasnya lebih baik dari radar lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena itu ada dua macam yaitu radar phased array (PA), dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama pada radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi dimana dari semua elemen antena cuma dapat mengirim satu sinyal (waveform) saja, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity yang tinggi dimana dari setiap elemen antena yang dipasang maka masing–masing elemen antena itu memiliki sinyal sendiri–sendiri. Parameter yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO ada banyak sekali yang salah satunya adalah parameter yang berkaitan dengan jumlah target deteksi. Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada pendekatan estimasi parameter yaitu amplitudo and phase estimation (APES) yang disebut forward-bacward APES (FBAPES). Formulasi dan evaluasi kinerjanya yang dilakukan berdasarkan faktor-faktor yaitu berbagai sudut kedatangan sinyal direction of arrival (DoA), variasi radar cross section (RCS), resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena di Tx-Rx. Untuk melengkapi keefektifan dari kinerja metode ini dibandingkan dengan kinerja estimasi LS yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, dimana kemampuan mendeteksi DoA untuk kedua metode APES lebih akurat dibanding dengan metode LS. Kemudian untuk resolusi sudut deteksi FBAPES lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk M = N = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.Radar multi-antena umumnya ada dua macam yaitu radar Phased Array (PA) dan Multiple-input Multiple-Output (MIMO) yang masing-masing memiliki kelebihan utama berturut-turut yaitu gain koheren yang tinggi dan gain peragaman sinyal (waveform) yang tinggi. Tidak seperti radar PA dimana dari semua elemen antena hanya dapat mengirim satu waveform saja, maka pada radar MIMO semua elemen antena akan memiliki waveform yang unik, bersifat independen, dan ortogonal satu dengan lainnya. Salah satu parameter terpenting dari berbagai parameter kinerja radar adalah estimasi parameter karena hal ini terkait dengan penentuan jumlah target yang mampu diidentifikasi oleh radar. Penelitian ini mengusulkan estimasi parameter radar dengan metode Generalized-Likelihood Ratio Test (GLRT) untuk radar multi-antena tersebut. Formulasi dan evaluasi kinerja dari metode tersebut dilakukan berdasarkan beberapa faktor seperti variasi sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA), variasi radar cross section (RCS) dari target, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode GLRT ini dibandingkan dengan kinerja estimasi least squares (LS). Resolusi sudut deteksi yang diperoleh untuk estimator ini lebih baik dari estimator LS baik pada antenna PA dan MIMO, dimana untuk antena PA dengan K = L = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o. Untuk antenna MIMO semua estimator, yaitu LS dan GLRT bekerja dengan baik jika di terapakan pada radar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar multi-antena umumnya terdiri atas radar phased-array (PA) dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama dari radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi sehingga bisa mendeteksi target yang memiliki sinyal echo lemah dan radar cross section (RCS) kecil, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity yang tinggi sehingga mampu meningkatkan jumlah target terdeteksi. Salah satu yang terpenting dari parameter kinerja radar adalah estimasi parameter yaitu estimasi terhadap jumlah target terkait sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA) dan amplitudonya. Amplitudo sinyal echo tersebut proporsional dengan RCS dari target. Penelitian yang diusulkan ini merupakan perluasan pada pendekatan estimasi parameter radar multi-antena dengan metode Approximate Maximum Likelihood (AML). Metode ini menjanjikan adanya perbaikan resolusi terhadap estimasi parameter dari amplitudo dan DoA yang dipantulkan oleh target pada radar tersebut dibanding dengan metode estimasi konvensional seperti estimator least squares (LS). Formulasi dan evaluasi dari kinerja parameter yang dilaksanakan dengan memperhatikan faktor-faktor antara lain yaitu banyak DoA, besar RCS, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena di Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode ini juga diterapkan baik pada radar PA dan MIMO sekaligus dibandingkan dengan kinerja estimator LS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa resolusi sudut deteksi untuk estimator ini superior dibanding estimator yang sudah ada, untuk kondisi jumlah antena di pemancar-penerima yaitu K = L = 8 maka resolusi sudut diperoleh berturut-turut adalah 2o dan 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena umumnya berupa radar Phased Array (PA) dan Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) yang masing-masing memiliki kelebihan utama berturut-turut yaitu gain koheren yang tinggi dan gain peragaman sinyal (waveform) yang tinggi. Pada radar PA dimana dari semua elemen antena hanya dapat mengirim satu waveform saja sedangkan pada radar MIMO semua elemen antena akan memiliki waveform bersifat independen dan ortogonal satu dengan lainnya. Parameter terpenting dari berbagai parameter kinerja radar salah satu diantaranya adalah estimasi parameter dimana hal ini terkait dengan kemampuan dalam menentukan jumlah target oleh radar. Pada penelitian ini diusulkan suatu estimasi parameter untuk radar dengan metode Forward-Backward Capon (FBCapon) untuk radar multi-antena tersebut. Formulasi dan evaluasi kinerjanya dilakukan berdasarkan faktor-faktor yaitu berbagai sudut kedatangan sinyal (Direction of Arrival, DoA), variasi Radar Cross Section (RCS) dari target, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode ini dibandingkan dengan kinerja estimasi Least Square (LS) yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, dimana kemampuan deteksi DoA kedua metode Capon lebih akurat dibanding metode LS. Estimator FBCapon memiliki nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada estimasi akurasi deteksi amplitudo separuh lebih rendah dari yang diperoleh FCapon yaitu sebesar 6,2% berbanding 11,9%, sementara estimator LS memiliki RMSE sebesar 5,8%. Kemudian untuk resolusi sudut deteksinya FCapon lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk K = L = 8, maka diperoleh resolusi sudut sebesar 5o, sedangkan pada estimator LS sebesar 5,8o.