Abstrak
Pengolahan umbi kentang menjadi kentang goreng merupakan salah satu makanan siap saji yang populer di Indonesia saat ini. Tingginya kandungan karbohidrat menyebabkan kentang dikenal sebagai bahan pangan yang dapat menggantikan karbohidrat lain seperti beras, jagung dan gandum. Harga dari kentang olahan dengan kentang mentah memiliki perbedaan nilai yang cukup signifikan. Salah satu pengusaha skala rumah tangga di Kota Tarakan yang bernama Randi masih menggunakan alat manual untuk memotong kentang menjadi bentuk stik, hal inilah yang menjadi penyebab lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses produksinya dan membutuhkan tenaga yang cukup untuk memotong kentang secara manual setiap harinya. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dibuat mesin pemotong stik kentang yang sederhana, terjangkau dan ekonomis dibanding membeli mesin pemotong otomatis lantaran mesin tersebut masih dianggap mahal bagi usaha kecil. Salah satu tahapan dalam merancang mesin pemotong stik kentang adalah menghitung parameter mesin, diantaranya menghitung gaya pemotongan stik kentang, kinerja mesin, perencanaan poros, perencanaan puli, kapasitas mesin dan biaya penggunaan listrik yang dihasilkan mesin. Berdasarkan hasil perhitungan parameter mesin, motor listrik yang digunakan adalah motor gearbox AC 1 fasa dengan daya 0,18 kW dan putaran 41,7 rpm, sabuk v yang digunakan adalah tipe B dengan ukuran diameter puli kecil 152,4 mm dan diameter puli besar 203,2 mm. Putaran akhir dari sistem transmisi puli dan sabuk v adalah 32 rpm. Poros ini menggunakan bahan S45C dengan diameter 25 mm. Mesin ini memiliki kapasitas sebesar 192,17 kg/jam dengan biaya penggunaan listrik selama 1 jam/bulan adalah Rp. 187,84 atau dalam setahun nya sekitar Rp. 2.254,08.