HUBUNGAN PERSEPSI STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP BURNOUT PERAWAT RUMAH SAKIT "X" DI KOTA TARAKAN
Burnout pada perawat dapat disebabkan oleh stres kerja dan beban kerja berlebih yang dialami perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara persepsi stres kerja dan beban kerja terhadap burnout perawat di Rumah Sakit “X”. Desain penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 100 perawat. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian adalah Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan perawat pada kategori burnout sedang sebanyak 70% (70 perawat), burnout ringan 30% (30 perawat) dan tidak ada yang mengalami burnout berat. Stres kerja ringan sebanyak 85% (85 perawat), stres kerja sedang sebanyak 15% (15 perawat) dan tidak ada yang mengalami stres kerja berat. Beban kerja ringan sebanyak 54% (54 perawat), beban kerja sedang sebanyak 35% (35 perawat) dan beban kerja berat sebanyak 11% (11 perawat). Hasil uji korelasi didapatkan adanya hubungan antara stres kerja dengan burnout perawat (r=0,275, p=0,006), sedangkan untuk beban kerja dengan burnout perawat tidak terdapat hubungan (r=0,113, p=0,265). Kesimpulan: ada hubungan antara stres kerja dengan burnout perawat sedangkan untuk beban kerja dengan burnout perawat tidak terdapat hubungan. Saran: diperlukan penambahan jumlah perawat untuk mengurangi beban kerja dan kepada perawat disarankan mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya untuk mencegah terjadinya burnout.