Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: FITRI AMIN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN BEBAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR

2026•Koleksi Perpustakaan

Kinerja pegawai sektor publik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat, pegawai pemerintah dihadapkan pada kompleksitas pekerjaan, keterbatasan sumber daya, serta tekanan administratif yang tinggi. Dalam konteks ini, kompetensi dan motivasi dipandang sebagai determinan utama kinerja, namun efektivitas keduanya sangat bergantung pada kondisi beban kerja yang dialami pegawai. Beban kerja yang terlalu tinggi berpotensi melemahkan kemampuan dan motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai sektor publik serta menguji peran beban kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada aparatur pemerintah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai sektor publik di Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel, dengan terlebih dahulu memastikan validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara beban kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara kompetensi dan kinerja serta antara motivasi dan kinerja ketika beban kerja berada pada tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang tidak proporsional dapat menghambat pemanfaatan kompetensi dan energi motivasional pegawai, sehingga secara praktis pemerintah daerah perlu menyeimbangkan distribusi beban kerja dengan pengembangan kompetensi dan sistem motivasi agar kinerja aparatur dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN BEBAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja pegawai sektor publik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat, pegawai pemerintah dihadapkan pada kompleksitas pekerjaan, keterbatasan sumber daya, serta tekanan administratif yang tinggi. Dalam konteks ini, kompetensi dan motivasi dipandang sebagai determinan utama kinerja, namun efektivitas keduanya sangat bergantung pada kondisi beban kerja yang dialami pegawai. Beban kerja yang terlalu tinggi berpotensi melemahkan kemampuan dan motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai sektor publik serta menguji peran beban kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada aparatur pemerintah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai sektor publik di Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel, dengan terlebih dahulu memastikan validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara beban kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara kompetensi dan kinerja serta antara motivasi dan kinerja ketika beban kerja berada pada tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang tidak proporsional dapat menghambat pemanfaatan kompetensi dan energi motivasional pegawai, sehingga secara praktis pemerintah daerah perlu menyeimbangkan distribusi beban kerja dengan pengembangan kompetensi dan sistem motivasi agar kinerja aparatur dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail