ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkaji pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kota Tarakan. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan didasarkan pada survei. Populasi penelitian ini mencakup seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bagian Urusan Umum Sekretariat Daerah Kota Tarakan, sebanyak 113 orang, sedangkan sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih melalui Teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukann dengan memakai kuesioner, sedangkan analisis data dilaksanakan dengan memakai teknik regresi linier berganda berbasis perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya motivasi kerja memengaruhi secara positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga semakin tinggi motivasi kerja pegawai, semakin baik juga kinerja pegawai. Demikian pula, kepuasan kerja menunjukkan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti bahwasanya semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai, semakin baik juga kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS I SD NEGERI 013 TARAKAN Abstrak Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang siswa akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada 13 Mei 2024 sampai 13 Juni 2024 Semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan berjumlah 83 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi awal, wawancara awal, angket dan dokumentasi. Angket yang digunakan telah di validasi oleh ahli, yaitu validasi bahasa dan validasi konstruk. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan bantuan softwere SPSS versi 27 trial for windows. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas I SD Negeri 013 Tarakan dengan persamaan regresi Y=40,781+0,490X dimana signifikasi hubungan ditunjukan oleh thitung 12,484 > ttabel 2,032. Dari hasil uji koefisien korelasi diperoleh 0,906 menunjukan bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar berada pada tingkat pengaruh sangat kuat. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi didapatkan hasil sebesar 82,1% yang merupakan hasil belajar yang dipengaruhi oleh motivasi belajar sedangkan sisanya 17,9% merupakan hasil belajar dipengaruhi oleh variabel lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi, disiplin dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Kabupaten Berau. Penelitian yang digunakan adalah penelitiam kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (Kuesioner dan Wawancara). Sampel penelitian diambil dengan menggunakan non probability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel yang diolah 52 karyawan. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan SPSS. Hasil yang didapatkan membuktikan bahwa nilai thitung > ttabel (2.615 > 1,677) dan nilai signifikan t lebih kecil dari 0,05 ( 0,012 0,05) artinya motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, nilai thitung > ttabel (2,961 > 1,677) dan nilai signifikan t lebih kecil dari 0,05 (0,005 0,05) artinya disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan nilai thitung > ttabel (3.008 > 1,677) dan nilai signifikan t lebih kecil dari 0,05 (0,004 0,05) artinya kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
PENGARUH MOTIVASI, EFIKASI DIRI, DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA GENERASI MILENIAL (STUDI PADA MAHASISWA MANAJEMEN ANGKATAN 2016 DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, efikasi diri, dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha generasi milenial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non probability sampling dengan responden berjumlah 81 orang yang merupakan Mahasiswa Manajemen Angkatan 2016. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha, efikasi diri berpengaruh terhadap minat berwirausaha, serta lingkungan keluarga tidak berpengaruh terhadap minat berwirausaha.